39-40

7.5K 392 48
                                        

Double updateee gaesss. Di karyakarsa sudah extra part yaa. Monggo yang mau kesanaaa.

Ayu dan Raka mengantar kedua orang tua nya ke bandara mereka tidak bisa menginap lama lama karena perusahaan membutuhkan Abram. Jadilah subuh mereka sudah berangkat dan baru saja mereka berpisah karena kedua orang tua nya sudah masuk ke ruang tunggu.

"Kita kemana dulu?"

"Kemana ya? Main main dulu lah di sini. Kemana kek kita."

Raka mengangguk. Mereka pun lanjut jalan namun tiba tiba ada yang memanggil Raka.

Mereka pun berbalik. Tidak jauh di hadapan mereka ternyata ada seorang perempuan yang berdiri dan tersenyum.

Perempuan itu segera berjalan menghampiri mereka. Ayu menatap lamat perempuan itudan menilai. Penampilan nya lumayan modis dan wajah nya termasuk manis dengan kulit sawo matang.

"Wiwi."

Ayu menoleh menatap Raka yang menyebut nama perempuan itu pelan. Mendadak perasaan Ayu tidak enak.

"Aku kira tadi aku salah lihat ternyata memang Abang yang ku  lihat. Nggak nyangka kita bertemu di sini."

Raka berdehem lalu mengangguk. "Saya baru saja mengantar kedua mertua saya."

Wiwi mematung, "Mertua? Maksud nya Bang?"

Raka menggenggam tangan Ayu. "Kenalkan Ayu istri saya."

Bola mata Wiwi melebar saking terkejut nya. Seperti ada petir yang menggelegar di atas kepala nya. Bagaimana bisa. Apa barusan yang ia dengar. Istri?

Sejak kapan Raka menikah. Kenapa tidak ada kabar yang sampai ke telinga nya.

Wiwi memegang erat tas nya. Ayu dengan wajah tersenyum lebar mengulurkan tangan nya.

"Ayu."

Wiwi menatap tangan Ayu. Ia perlahan menjabat tangan Ayu dengan nafas tertahan.

"Wiwi."

"Senang berkenalan dengan kamu. Seperti nya kita seumuran. Bagaimana kalau sebut nama saja?."

Wiwi hanya tersenyum tipis. Tampak sekali ia kelihatan terpaksa dan mengangguk.

"Abang sama Wiwi temenan?"

Raka menoleh menatap Ayu lalu mengangguk.

"Ah seperti itu. Satu kampung juga?"

Lagi lagi Raka mengangguk. Namun Ayu merasa ada yang tidak beres di antara mereka tepat nya perempuan bernama Wiwi itu.

Ayu tidak mungkin salah mengartikan kalau yang barusan ia lihat adalah tataoan penuh cinta untuk suami nya.

Ayu penasaran dengan kisah mereka di masa lalu.

"Kakak nya Nuri."

Gantian Ayu yang terkejut. Namun ia cepat menormalkan raut wajah nya.

"Abang mau kemana? Aku boleh numpang nggak?" Dengan keberanian seratus persen Wiwi berkata seperi itu. Ayu tersenyum.

"Tanya istri saya!" Ayu tersenyum puas dalam hati melihat mimik wajah Wiwi yang tampak sedih dan terkejut dengan jawaban Raka.

"Kenapa harus tanya dulu. Bukankah Abang bawa mobil?"

Seperti nya Wiwi ini sosok yang tidak tahu diri juga pikir Ayu menebak.

"Kamu mau barengan sama kita?"

Wiwi mengangguk tanpa suara.

"Gimana ya? Kami rencana nya habis ini mau main dulu---,"

JEJAK RASA |Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang