Ayu membuka mata nya yang terasa berat. Tubuh nya terasa remuk seolah di himpit oleh beban dengan berat ber ton ton. Ia bergerak namun ada tangan yang menahan.
"Sebentar lagi sayang!"
Deg
Ayu terpaku mendengar suara serak parau di belakang tubuh nya. Baru terasa hembusan nafas berat mengenai tengkuk nya.
Ayu segera membuka selimut dan terdiam. Otak nya di paksa untuk kembali bekerja walaupun baru sadar dari istirahat nya.
Kilasan demi kilasan yang terjadi semalam bak kaset rusak memenuhi isi kepala Ayu.
Rasa panas langsung menjalar ke seluruh permukaan wajah nya. Perlahan senyum mengembang di wajah nya.
Kasur berderak menimbulkan bunyi. Raka semakin merapatkan tubuh nya dengan memeluk erat tubuh Ayu.
Ayu memegang tangan Raka yang melingkari perut nya. Senyum tidak surut dari wajah Ayu.
Ia tidak menyangka kalau semalam dirinya telah menjadi milik Raka sepenuh nya.
Mereka memadu kasih setelah melewati kesalahpahaman. Mereka bahkan baru tidur menjelang subuh. Ia tidak menyangka kalau Raka akan se-menggila itu semalam. Raka seperti sosok yang tidak di kenal nya. Raka seakan tidak pernah puas melahap tubuh nya. Entah berapa ronde mereka semalam. Ayu tidak tahu.
Yang jelas Raka melepaskan nya saat Ayu sudah tidak bertenaga lagi dan tertidur.
Mengingat adegan percintaan mereka semalam Ayu tidak bisa melupakan nya karena malam pertama mereka sangat memorable sekali.
Raka bergerak. Ayu menahan nafas tanpa sadar. Setelah beberapa detik Ayu memperbaiki posisi nya menghadap Raka yang ternyata sudah membuka mata dan langsung melempar senyum kepada istri nya.
Sontak saja Ayu terkejut dan mengedipkan mata nya salah tingkah. Rasa panas semakin memenuhi area wajah Ayu. Padahal yang tadi saja belum hilang sepenuhnya.
"Selamat pagi,"
Ya Tuhan! Suara nya.
Mendadak suara Raka bangun tidur membuat Ayu terlena. Sebegitu berpengaruh kah Raka sejak semalam, pikir Ayu.
"Selamat pagi," balas Ayu pelan nyaris berbisik.
Ayu menatap senyum Raka yang baru kali ini ia lihat. Kalau dengan tersenyum saja bisa menambah kadar ketampanan nya kenapa Raka lebih memilih dengan sikap dan wajah dingin nya selama ini. Benar benar rugi.
Raka tiba tiba menarik punggung Ayu dan memeluk nya. Kulit mereka bertemu lagi. Raka mengecup rambut Ayu.
"Saya masih tidak percaya kalau sekarang kita akan berada dalam posisi seperti ini," ujar Raka tiba-tiba.
"Seperti apa?" tanya Ayu. Sepertinya Ayu ingin memperjelas.
Raka mengusap rambut Ayu yang terasa lembut
"Memeluk kamu tanpa ada sehelai benang seperi ini," jawab Raka terdengar sedikit vulgar di telinga Ayu.
"Vulgar."
Raka terkekeh. Ada rasa hangat menjalari relung hati Ayu.
"Kamu sudah jadi milik saya sepenuh nya."
Tangan Raka beralih mengusap punggung polos Ayu.
"Apa yang Abang rasakan?"
Raka tersenyum mendengar panggilan Ayu saat sadar begini.
"Menyesal."
Ayu langsung melepas pelukan mereka dan menatap Raka dengan nyalang.
"Menyesal?" Desis Ayu mengulang.
KAMU SEDANG MEMBACA
JEJAK RASA |
RomanceFollow dulu akun ini sebelum baca yaa!! Dunia Ayu Sekar Wangi jungkir balik! Dalam sekejap mata dirinya sudah berstatus sebagai istri dari laki-laki pilihan sang Kakek sebagai permintaan terakhir beliau sebelum menghembuskan nafas di dunia ini. Ayu...
