Hari ini cuaca sangat panas sekali. Apalagi tadi siang terik matahari serasa berada di atas puncak kepala. Ayu sampai tidak ada keluar seharian ini.
"Udah selesai belum?" Ayu sibuk mengipas wajah nya pakai buku. Raka sedang fokus memperbaiki kipas angin yang rusak.
"Ya Tuhan panas banget sih. Udah malam juga masih aja panas ini cuaca," dumel Ayu gerah.
Raka mengangkat wajah nya untuk menegur Ayu supaya tidak mengeluh lagi. Namun lagi lagi yang di dapat nya Ayu sudah berganti pakaian dengan crop top bra dan hot pants.
Raka meneguk ludah nya kasar. Ia selalu di uji iman nya dengan cara pakaian Ayu yang selalu tampil terbuka di rumah ini.
Mendadak Raka pun kegerahan. Ia lalu membuka kaos nya dan bertelanjang dada.
"Nah panas kan?" tanya Ayu begitu melihat Raka membuka kaos nya.
Ayu menggigit bibir nya. Sesuatu melintas dalam pikiran nya. Bagaimana kalau dirinya bersandar di dada bidang Raka itu ya.
Kan sering waktu tidur. Mau nya pas sadar sadar begini. Ayu memukul kepala nya dengan buku. Bisa bisa nya saat kepanasan begini otak nya malah memikirkan hal yang tidak akan pernah terjadi.
"Duhh mending beli baru aja deh kipas nya. Atau sekalian ac aja. Jangan pelit lah duit Abang kan banyak tuh."
"Bukan masalah pelit. Tapi ini kipas nya masih bisa di pakai. Tiba tiba aja rusak. Biasa nya juga saya tidak butuh kipas ini."
"Ya sekarang beda. Sekarang ada aku di rumah ini. Aku kalau panas gini nggak bisa. Gerah terus bawaan nya."
"Bisa diam nggak sih. Besok beli yang baru."
Senyum Ayu mengembang.
"Sekalian aja ac beli ya."
"Terserah kamu."
Ayu tertawa. Ia kemudian duduk di sofa di belakang punggung Raka yang duduk di lantai.
"Sepi banget ini kampung kalau malam hari."
Raka tidak menjawab. Ia tetap fokus memperbaiki kipas.
Lima belas menit berlalu. Namun Raka belum juga selesai memperbaiki kipas. Entah apa yang rusak.
Ayu bangkit dari duduk nya.
"Duh gerah banget. Aku mandi aja lah. Nggak kuat."
Ayu segera mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.
Raka mendesah lega saat kipas angin nya sudah bisa berputar. Raka membentangkan tangan dan bersandar di badan kursi.
Ia menengadahkan kepala nya sembari memejamkan mata dengan kipas mengarah pada nya.
Ayu selesai mandi dan keluar. Ia mengusap rambut nya yang basah.
Tubuh nya terasa segar karena habis mandi. Air nya juga dingin.
Ayu menatap Raka kemudian kipas angin yang sudah berputar.
Ayu menghampiri Raka. Ia mendekat. Raka tampak memejamkan mata.
"Apa tidur ya?" gumam Ayu. Penasaran Ayu semakin mendekat dan melambaikan tangan nya di wajah Raka.
Raka membuka mata nya. Ayu melotot. Ia tertangkap basah. Ayu mundur namun tiba-tiba tangan nya di tarik membuat Ayu jatuh di pangkuan Raka.
Nafas nya memburu. Pandangan mereka bertemu. Jantung nya berdebar.
Wajah mereka hanya berjarak beberapa senti saja. Raka menyelipkan rambut Ayu ke belakang telinga.
KAMU SEDANG MEMBACA
JEJAK RASA |
RomanceFollow dulu akun ini sebelum baca yaa!! Dunia Ayu Sekar Wangi jungkir balik! Dalam sekejap mata dirinya sudah berstatus sebagai istri dari laki-laki pilihan sang Kakek sebagai permintaan terakhir beliau sebelum menghembuskan nafas di dunia ini. Ayu...
