Double updatee yahhh!!
"Wah kenyang banget. Makasih loh Uni udah traktir kita semua. Semoga rezeki nya makin melimpah ruah. Jangan sungkan sungkan untuk mentraktir kami lagi ya Uni." ucap Lala tersenyum menampakkan deretan gigi nya.
"Eh jangan ngelunjak kau La. Kau ini di kasih sekali malah minta berkali kali." Jeki langsung menyahut.
"Lah nggak papa dong kalau Uni Ayu mau. Kok Ang yang sewot."
Jeki dan Lala ini memang sering lah adu mulut. Bertengkar terus kerjaan nya. Nggak bisa diem itu mulut.
"Aamiin. Makasihh doa nya. Tapi sebenarnya bukan saya loh yang traktir. Kan beli ini pakai duit nya suami saya."
"Berarti Bang Raka dong yang traktir kita?" Seru Jeki menatap Raka yang duduk bersandar selesai makan di samping Ayu.
"Ah sama aja mah Uni. Duit suami kan duit istri. Kalau duit istri ya punya istri saja. Betul kan Uni?" Tanya Lala menaikkan alis nya. Ayu sontak tertawa. Ia pun mengangguk setuju sembari mengacungkan jempol.
"Beruntung lah perempuan yang sudah berstatus istri," sahut Bobi nyeletuk.
"Eh tumben Bang Bob ikut bersuara. Biasa nya diam bae."
"Gatal kali mulut nya kalau diam saja." Jeki menyahut ucapan Lala. Lihat kan mereka berdua ini.
"Kalian kalau sudah makan lanjut kerja sana!"
Semua langsung menatap Raka.
"Yaelah Bang istirahat sebentar boleh lah." Lala membuat wajah nya tampak sedih.
"Kalian kalau nggak ada saya di sini banyak istirahat dari pada kerja kan?"
Nggak ada yang bersuara karena memang benar.
"Duh Bang Raka. Saya lanjut kerja deh Bang." Bobi segera berdiri. Jeki dan Lala segera menyusul. Sekarang tinggal Raka dan Ayu.
Ayu langsung memukul paha Raka. "Duh kenapa di pukul?"
Ayu melotot. "Ngomong nya gitu banget."
Namun Raka tampak tidak terganggu. "Sudah biasa."
Ayu menggeleng. "Raka mengusap paha Ayu. "Mau kemana lagi?"
"Mau kemana ya? Nggak tahu. Pulang aja kali ya."
"Masih sore. Nanti nyampe di rumah bosan lagi," sahut Raka.
Ayu menghela nafas tidak tahu mau ngapain.
"Istirahat aja di kamar belakang mau?"
"Eh ada kamar di sini?" Ayi menatap Raka cepat.
Raka mengangguk. "Ada. Mau lihat?"
Ayu mengangguk. Ia segera berdiri. Raka menggenggam tangan Ayu dan membawa istri nya ke kamar belakang.
Mereka sudah sampai. Ayu menatap Raka merogoh kantong celana nya. Ternyata sebuah kunci. Raka membuka pintu kamar dengam kunci tersebut.
Begitu pintu di buka. Ayu langsung melangkah masuk ke dalam. Raka menghidupkan lampu sehingga ruangan langsung bercahaya. Ruangan nya tidak besar. Mungkin ukuran nya tiga kali tiga.
Dinding nya di cat putih. Ada jendela kecil yang di tutup sama tirai.
Raka kembali menutup pintu dan mengunci nya kembali. Ada satu ranjang kecil di sudut dinding.
Ada kipas angin juga yang langsung terpasang di dinding.
"Ini tempat istirahat Abang?"
Raka mengangguk. "Kalau Abang capek ya tidur di sini."
KAMU SEDANG MEMBACA
JEJAK RASA |
RomanceFollow dulu akun ini sebelum baca yaa!! Dunia Ayu Sekar Wangi jungkir balik! Dalam sekejap mata dirinya sudah berstatus sebagai istri dari laki-laki pilihan sang Kakek sebagai permintaan terakhir beliau sebelum menghembuskan nafas di dunia ini. Ayu...
