BLUE ROSE

68 41 0
                                        

Candra Winata
Adalah lelaki yang paling susah diatur dan memiliki sifat yang sangat keras kepala
Note : Jangan Pernah Melupakan Sebuah Janji Dari Seseorang

Candra Winata Adalah lelaki yang paling susah diatur dan memiliki sifat yang sangat keras kepalaNote : Jangan Pernah Melupakan Sebuah Janji Dari Seseorang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ihsan Maulana
Adalah lelaki yang sedikit nakal dan sangat rapih
Note : Cintailah Dirimu Sendiri Dan Cobalah Untuk Bersinar

Salman Al FariziLelaki paling nakal dan sering menganggu beberapa wanita dan juga mengencani banyak wanitaNote : Jangan pernah mengucapkan janji jika tidak bisa ditepati ingat janji yang pernah dikatakan oleh seorang pria bukanlah omong kosong

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Salman Al Farizi
Lelaki paling nakal dan sering menganggu beberapa wanita dan juga mengencani banyak wanita
Note : Jangan pernah mengucapkan janji jika tidak bisa ditepati ingat janji yang pernah dikatakan oleh seorang pria bukanlah omong kosong.

Salman Al FariziLelaki paling nakal dan sering menganggu beberapa wanita dan juga mengencani banyak wanitaNote : Jangan pernah mengucapkan janji jika tidak bisa ditepati ingat janji yang pernah dikatakan oleh seorang pria bukanlah omong kosong

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Rizki Maulana
Adalah pria yang sangat keras kepala dan ia sering menggoda banyak perempuan
Note : Jangan Pernah Melukai Hati Seorang Perempuan Jika Kau adalah Adalah Pria Setia

"Eh, by the way, lho, pada udah bayar kas belom? Gua nunggak, lho, dari kemarin," tanya Robi karena ia juga sudah menunggak.

"Belom, sih," jawab Soni dengan bingung.

"Bagus, tos dulu, sini sama gua," ujar Robi karena ia juga belom bayar kasnya.

"Tar, kalo ada bendahara malak lagi, kita pura-pura tidur aja, ya, kan, jamkos," pinta Robi karena ia tidak mau membayar kas.

"Bener banget," sahut Soni dengan nada pelan karena pasti bendahara nya tidak akan berani.

"Eh, tapi bendahara bakalan marah kagak, ya?" fikir Robi dengan bingung.

"Marah atau kagak, yang penting uang gua aman," jawab Soni karena dompet nya sedang menipis.

"Eh, lho, osis, njiir," seru Salman terkejut.

"Nggak apa-apa, kok, lagian gua osis, bukan gua yang pengen, tapi kepilih sendiri," ujar Robi menjawab dengan nada kesal.

"Emang iya," seru Rizky dengan curiga.

"Lagian, bisa-bisanya dia kepilih jadi anggota osis, padahal dia nakal banget," sahut Candra dengan bingung karena kelakuan osis seharusnya baik, tak seperti nya agak sedikit nakal.

"Jackpot kali, cuma beruntung aja," jawab Rizky sambil berfikir.

"Bener tuh kata Rizki, gua cuman beruntung doank," kata Robi dengan setuju dengan ucapan temannya.

"Lagian, bjiir, jadi osis capek banget, gua udah nggak bisa balapan, trus pas hari libur juga nggak libur, tetap masuk organisasi OSIS," keluh Robi karena ia merasa sangat kesal.

"Untung yang kepilih OSIS-nya itu cuman Manda sama Keyla, coba kalo gua, udah gua bakar nih sekolah," tambahnya dengan kesal. Tiba-tiba datang Duta Kelas yang paling galak, yaitu Bendahara.

"Untuk hari ini, merapat semuanya, kalian tahu gua ada pengumuman, gua mau bagi-bagi uang 100 ribu rupiah, jadi tolong merapat," ujar Alifah sambil berteriak.

"Hah, Alifah, si bendahara kelas itu bagu bagi uang," seru Robi dengan heran.

"Kayak nya bohong, deh," ujar Soni dengan penasaran.

"Cepet merapat sini, gua mau bagi-bagi," kata Alifah membuat semua orang percaya.

Semua murid XIA mengumpul segera dan membenarkan apakah bagi-bagi atau tidak. "Salsa, kenapa kamu kesini? Kamu udah bayar kas tahu kemarin, masa mau bayar lagi?" tanya Alifah dengan lembut.

"Emang nya bukannya kamu mau bagi-bagi uang, ya?" jawab Salsa sambil bertanya balik.

"Bukan, aku mau nagih kas aja, kok," sahut Alifah tersenyum membuat mereka semua merasa tertipu.

"Oh, yaudah, aku mau ke kursi aku, ya," jawab Salsa sambil berjalan.

"Ya, makasih, ya," sahut Alifah sambil tersenyum ramah.

"Bayar kas kalian, kalian semua udah nunggak selama beberapa hari," teriak Alifah dengan nada kencang.

"Terus mana bagi-bagi duitnya?" tanya Robi dengan heran.

"Nggak ada, Robi, bayar kasnya, lho, udah nggak bayar selama 2 minggu, ini cuma kas 3 ribu doank," sahut Alifah karena tugas ia menjadi bendahara tidak lah mudah.

"Doank kata lho," jawab Robi dengan sinis karena ia lebih mementingkan uang jajan dari pada harus membayar kas.

"Yaudah, nih, gua bayar yang seminggu dulu, ya," ujar Robi sambil mengambil uangnya.

"Nggak, lho, udah nunggak selama 2 minggu sama yang sekarang, jadi 9 ribu, in lho, paham," pinta Alifah dengan kesal.

"Yailah, 9 ribu doank, nih," seru Robi sambil memberikan uangnya.

"Yang iklas, donk, bayarnya, hargai bendahara nya, nih," seru Alifah dengan nada candaan.

"Soni, bayar kagak, lho," bentak Alifah menatap kearah seseorang yang belum membayar kasnya.

"Yaudah, nih, jadi 15 ribu, kan, ya?" jawab Soni sambil membayarnya.

"Iya," ujar Alifah dengan singkat.

Lalu semua murid XIA membayar kas mereka masing-masing. "Bjiir, dipalak gua lagi," keluh Soni dengan pilu melihat isi dompetnya.

"Iya, bjiir, kata gua mah cuma 9 ribu doank, geh," ujar Robi dengan sangat marah.

"Capek gua," keluh Salman menyesal karena terlalu percaya.

BLUE ROSE {TAMAT}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang