Salsabila Lirabiha, seorang gadis yang dikenal karena kebaikan hatinya, namun menyimpan sisi pendiam yang misterius. Di tengah kesunyiannya, hadir Areksa dan Aksara, si kembar ceria yang bagaikan matahari kembar, selalu berhasil menyinari hari-harin...
"Salsa, ayok cepat! Nanti ketinggalan bis lho," teriak Avana bergegas.
"Aksa, cepetan! Ayok kita berangkat," teriak Salsa pada Aksara.
"Woy, wakil ketua Valhalla! Lho lama amat," bentak Avana dengan kesal.
"Salsa, lo bareng gua aja," ujar Hinata karena ia sudah menyiapkan semua perlengkapan nya.
"Ayok, Sal! Bareng kita disini," ujar Saskia dengan baik.
"Kita bakalan Study tur ke Bali," semangat Keyla dengan senang.
"Akhirnya Study tur kali ini kita ke Bali! Waktu itu pas kita Study tur kelas 11 kita ke pantai Anyer bareng Areksa waktu itu," senyum Salsa dengan bahagia.
"Iyh bener banget! Walau waktu itu lho ama dia sering berantem," ujar Aksara mengingat hal itu.
"Yaudah semua anak-anak, pakai sabuk pengaman kalian! Kita akan meluncur ke Bali," ujar sang guru meminta sang murid nya.
"Baik, pak," jawab semua murid.
"Salsa, tamannya Bali bagus yah," seru Aksara karena taman nya memang terlihat bagus.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Iyh, bagus banget! Banyak bunganya," ujar Salsa karena ia sangat menyukainya.
"Salsa, sini Sal! Kita foto-foto," ajak Keyla untuk kenangan nya.
"Nggak nyangka kita bakalan lulus hari ini, jadi kita bakalan kuliah sekarang," teriak Cantika dengan bangganya.
"Iyh, lho mau ngambil jurusan apa, Mutiara?" tanya Salsa pada Mutiara.
"Oh, gua mau ngambil jurusan perkantoran," jawab Mutiara karena ia harus meneruskan cita-citanya.
"Kalo lho, Cantika?" tanya Salsa pada temannya.
"Gua bakalan ngambil jurusan seni," jawab Cantika menjawabnya dengan bangganya.
"Kalo gua, tata rias," seru Saskia karena ia hebat dalam bidang itu.
"Gua perguruan," ujar Keyla karena ia ingin menjadi guru.
"Gua jurusan manajemen perusahaan," kata Alifah dengan semangat.
"Gua ngambil jurusan kimia," seru Sepiah karena sangat menyukai pelajaran nya.
"Gua ngambil jurusan fisika," ujar Alisa karena ia hebat dalam bidang fisika.
"Gua bakalan ngambil jurusan Kedokteran," ujar Rara karena ia ingin membantu banyak orang.
"Gua bakalan ngambil jurusan sistematis tik," seru Chelsea karena ia selalu penasaran dengan hal yang berbau komputer.
"Gua bakalan ngambil jurusan bidang perolahragaan gitu kayaknya," ujar Silpia karena ia sangat menyukai pelajaran olahraga.
"Kalo gua, jurusan manajemen perusahaan juga," ujar Ana karena ia ingin menjadi CEO kaya raya.
"Gua mau ngambil jurusan CEO," lanjut Ana dengan bahagia.
"Gua mau ngambil jurusan ekonomi," ujar Astila dengan semangat.
"Gua mau ngambil jurusan Pendidikan bahasa Indonesia," ujar Aryanti karena ia ingin menjadi seorang guru bahasa Indonesia.
"Gua mau ngambil jurusan mencintai dia," jawab Imelda dan Amelia secara bersamaan.
"Gua mau ngambil jurusan Pendidikan bahasa Inggris," ujar Nurul karena ia juga menyukai Bahasa Inggris.
"Eh, lho mau ngambil jurusan mencintai dia?" tanya Salsa tertawa.
"Nggak lah, kita mau ngambil jurusan kedokteran," jawab Imelda dengan bahagia.
"Kalo lho, Amel?" tanya Salsa pada Amel.
"Oh, gua sama kayak Imelda," jawab Amelia karena ia ingin terus menerus menjadi sahabat.
"Kalo lho, Sal? Ngambil jurusan apa?" tanya Amelia pada Salsa.
"Gua sama Aksara, Mitsuya, Hanagaki, Hakkai, Kokonoi, Shiba Taiju, Avana, Hinata, dan juga Robi Hanan mau ngambil jurusan Kedokteran," jawab Salsa menyebutkan nya satu persatu.
"Kenapa sama semua?" jawab Imelda dengan bingung.
"Karena gua mau nolong semua orang suatu saat nanti," ujar Salsa dengan impian nya.
"Lho hebat, Sal," sahut Amelia melihat nya dengan bangga.
"Lho juga hebat kok," puji Salsa pada Amelia.
"Kalo lho, Ani, Aisyah, Silpia, sama Chelsea mau ngambil jurusan apa?" ujar Salsa sambil bertanya.
"Kita mau ngambil jurusan manajemen perusahaan kayaknya," fikirnya karena ia juga belum mengetahui tujuannya.
"Semangat ya buat lho, Sal! Gua yakin lho bakalan jadi dokter yang hebat suatu saat nanti," ujar Aisyah karena ia yakin bahwa mimpinya akan menjadi kenyataan.
"Semangat, Sal," seru Silpia dengan bahagia.
"Cie, lho udah jadian ya sama Aksara," ejek Chelsea dengan bahagia.
"Selamat ya, Sal," ujar Ani ikut bangga.
Mereka lulus dan mengambil jurusan mereka masing-masing, menentukan cita-cita mereka saat lulus. Salsa dan juga teman-temannya sangat berterima kasih kepada guru mereka yang telah mengajarkan mereka selalu bertahun-tahun dan sangat sabar dengan kenakalan dari Salsa dan teman-temannya.