Salsabila Lirabiha, seorang gadis yang dikenal karena kebaikan hatinya, namun menyimpan sisi pendiam yang misterius. Di tengah kesunyiannya, hadir Areksa dan Aksara, si kembar ceria yang bagaikan matahari kembar, selalu berhasil menyinari hari-harin...
"Kenapa emang kalo gua asik sendiri?" tanya Salsa dengan ketus.
"Ya, nggak apa-apa, gua cuma iri!" ujar Areksa dengan nada.
"Eksaaaaa, minuman gua abis lho, iri ya, iri kagak sampe minuman gua di abisin!" teriak Salsa dengan nada tinggi.
"Enak minumannya, jadi gua abisin deh!" seru Areksa sambil tersenyum.
"Hahahaa, mampus lho, minuman nya di abisin!" tawa Avana dengan puas.
"Hahahaha, lagian asik sendiri sih!" seru Hinata dengan sangat puas.
"Kejam lho berdua, bukannya beliin balik tuh minuman, malah di ketawain!" sahut Salsa dengan nada marah.
"Eh, Areksa yang ngabisin, kenapa gua yang beliin, sal?" jawab Avana karena sahabat kecilnya yang menghabiskan minuman nya.
"Seharusnya Areksa yang beliin, bukan kita!" seru Hinata karena Areksa yang menghabiskan nya.
"Jahat lho, pada!" jawab Salsa menatap gelas yang habis.
"Oh ya, gua mau nanya, soal Mitsuya di Bocah MIIPA2, ya, dia ganteng banget, cok!" tanya Avana dengan penasaran.
"Yaelah, kan satu team, masa lho gak tahu, Van!" jawab Salsa karena memang mereka satu team dalam Genk motor.
"Ye, kan satu team, yang deket sama dia tuh cuma lho doank, sal!" sahut Avana karena yang paling dekat dengan semua anak Genk motor hanyalah Salsa.
"Ya juga sih!" seru Salsa dengan heran.
"Ntar gua bilang deh sama mereka!" ujar Avana karena ia mulai menyukai nya.
"Oh ya, kali ini gua mau ngekos aja deh, malas gua balik kerumah, di marahin bokap terus, tapi kali ini lho, semua pulang dulu ya, ntar gua diomelin lagi Ama bokap gua gara-gara bawa satu Genk ke rumah!" seru Salsa dengan nada kesal.
"Oh yaudah, kita pulang dulu ya!" ujar Avana, Hinata, Areksa, Aksara secara bersamaan dengan akur.
"Dah!" seru mereka melambaikan tangannya. Di perjalanan, Areksa sedang berbicara dengan Aksara.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Eh, dipikir-pikir, si Salsa manis banget ya!" ujar Areksa mulai menyukainya.
"Ya jelas lah bang, orang dia sahabat gua!" seru Aksara menyimpan perasaan nya sejak lama.
"Sahabat gua juga kali!" sahut nya dengan sinis.
"Ya dah bang, kita kan udah sahabatan dari kecil!" seru Aksara karena mereka sudah bersahabat sedari kecil.
"Salsa cantik banget, dia juga nyuruh gua berjuang buat melawan penyakit gua sendiri!" batin Areksa dalam hati.
"Dia juga bilang sama gua, kita berjuang sama-sama!" seru Areksa dalam hati.
Sesampai nya kerumah Aksara dan Areksa. "Gua mau tidur dulu bang, yah!" seru Aksara sambil menarik selimutnya.
"Yaudah, gua mau main hp dulu!" ujar Areksa karena ia masih ingin bermain sosmed Valhalla dan melihat Notice dari siapa saja.