"Eksa, aku mau jalan-jalan, boleh nggak? Kalau jalan-jalan sebentar," pinta Salsa karena ia merasa bosan di rumah sakit.
"Ayo, aku bawa pergi jalan-jalan. Abang aku lagi beliin makanan buat makan tar siang," seru Aksara sambil membawanya.
"Mau jalan-jalan kemana? Nggak boleh jauh-jauh ya, soalnya kata dokter kamu belum sembuh total," tanya Aksara memberi tahu.
"Di sini aja, cuma pengen cari angin kok," ujar Salsa karena ia mengetahui bahwa dirinya tak boleh jauh dari rumah sakit.
"Aksa, sebenernya aku bakalan sembuh nggak, yah?" tanya Salsa karena takut ia tidak sembuh.
"Kamu bakalan sembuh kok, cantik," ujar Aksara karena mengetahui Salsa kuat.
"Aku bakalan mati?" seru Salsa membuat Aksara terdiam.
"Nggak usah ngomong gitu, kalau kamu mati, karier balap kamu gimana?" ujar Aksara karena ia tidak mau Salsa meninggalkannya.
"Pikiran aja yang ada dalam diri kamu, bukan mikirin kayak gitu," bentak Aksara karena tak seharusnya Salsa memikirkan hal seperti itu.
"Kamu sudah makan?" tanya Aksara karena melihat wajah Salsa yang kian memucat.
"Nih, makanan buat kamu," lanjut Aksara memberikan makanannya.
"Ini dari pihak rumah sakit, maafin aku karena aku nggak bisa ngasih kamu sembarangan makanan," seru Aksara meminta maaf.
"Ini" kata Salsa karena ia tahu makanan rumah sakit itu hambar.
"Makan, kalau nggak makan nanti sakit lagi," paksa Areksa menyuruhnya untuk makan.
"Cepet makan," bentak Avana membuat Salsa menurut.
"Ayo makan," paksa Hinata menyuruhnya.
Salsa memakannya.
"Enak, rasanya nggak hambar?" ujar Salsa memakannya dengan lahap.
"Apa aku bilang ini makanan pasti enak?" seru Keyla membuat Saskia terkejut.
"Kapan kamu bilang?" seru Saskia karena sebelumnya ia baru saja datang.
"Tadi," sahut Keyla merasa lupa.
"Malah ribut, ini rumah sakit dilarang ribut," seru Wafiq memberi tahu.
"Sok iye, kamu padahal kamu juga sering ribut," jawab Mutiara karena sebelumnya ia juga sering berantem.
"Salsa, mau disuapin nggak?" ujar Cantika menatap penuh peduli.
"Nggak usah, Salsa bisa sendiri kok," jawab Salsa karena ia memakannya sendiri dengan lahap.
KAMU SEDANG MEMBACA
BLUE ROSE {TAMAT}
Genç KurguSalsabila Lirabiha, seorang gadis yang dikenal karena kebaikan hatinya, namun menyimpan sisi pendiam yang misterius. Di tengah kesunyiannya, hadir Areksa dan Aksara, si kembar ceria yang bagaikan matahari kembar, selalu berhasil menyinari hari-harin...
