"Aksa, Eksa, sadar!" ujar Salsa berteriak gembira.
"Sal, gua mau pergi sekarang. Gua mohon jangan sampai kamu kehilangan senyuman kamu hanya karena gua pergi. Gua nggak mau kamu sedih," seru Areksa dengan nada pelan bahkan suaranya nyaris tak terdengar.
"Aksa, gua mohon sama kamu jagain Salsa. Gua mohon jangan sakiti dia, ya. Gua mau kamu berdua bahagia, jadi gua harus pergi," pinta Areksa dengan nada pelan berbicara dengan bibir yang pucat.
Tiba-tiba suara denyut nadinya tak berdetak lagi.
"Teeteeeeet!"
"Eksa, bangun! Gua mohon buat bangun! Jangan tinggalin kita berdua! Gua cuman mau kamu ada di sini," teriak Salsa mengguncangkan tubuhnya dengan nada tidak terima akan tetapi ini semua takdir dunia.
"Gua mohon, gua nggak mau kamu pergi, Eksa! Gua cuman mau kamu kembali sama gua," lanjut Salsa dengan tangisannya.
"Bang, kamu harus bangun, bang! Jangan tinggalin kita berdua! Gua mohon sama kamu," teriak Aksara menangis histeris.
"Kamu bisa lihat Salsa, kan, bang? Dia menangis dari tadi, dia nangisin kamu, bang. Gua mohon," pinta Aksara pada Areksa agar ia bisa sadar kembali.
"Gua benci posisi ini, Aksa! Gua benci! Gua cuman mau kita bertiga terus menerus berjuang bersama! Kamu bohong, Eksa! Kamu bilang kita bakalan berjuang sama-sama," ujar Salsa dengan nada menangis.
"Eksa, ambil aja ginjal gua!" bentak Salsa pada Areksa.
"Jangan egois, kamu, Sal! Ginjal kamu aja rusak karena kecelakaan kemarin," ujar Aksara karena ia juga tidak ingin ditinggalkan oleh orang tersayangnya untuk kedua kalinya.
"Biarin gua mati! Gua bosan hidup! Gua pengen Areksa kembali! Gua mohon, Tuhan! Kenapa yang diambil duluan? Kenapa harus Areksa? Kenapa nggak Salsa aja?" teriak Salsa karena ia tidak ingin sahabatnya meninggalkannya.
"Gua mohon, kembali kan Areksa!" pinta Salsa memegang tangan Areksa.
"Sal, kamu jangan nangis gini! Gua yakin kamu kuat," ujar Aksara karena ia tidak ingin melihat sahabatnya menangis.
"Kamu gak usah sok nyemangatin gua! Kamu juga ngerasain hal yang sama, kan?" jawab Salsa karena ia yakin Aksara juga merasakan hal yang sama seperti dirinya.
"Bang, kamu tahu kan hati Salsa sekarang sakit banget saat melihat kamu pergi?" seru Aksara menangis histeris.
"Ini ada surat dari pasien Areksa untuk kalian," ujar sang dokter memberikan suratnya.
Untukmu Salsabila
Sal gua seneng banget waktu gua tahu lho bangun dari koma salsa gua mohon ya habis ini tolong jagain aksara adik gua gua tahu lho berdua pasti sangat kuat buat menghadapi tantangan ini gua mohon Aksa juga ngerasain rasa sakit yang sama asal lho tahu gua juga sayang banget sama lho salsa tapi gua harus pergi maaf ya gua selalu ngeropotin lho dan satu pinta gua jangan sampai senyuman manis lho tuh menghilang dan jangan sampai lho kehilangan senyuman atau kehilangan diri lho lagi gua mohon sama lho lho harus kuat ya peri cantik ku Salsabila lho juga teman kecil gua sal jadi jangan sedih ya Oh ya aku mau titip Clara dan Naoto ke kalian ya jagain dia Jangan sampai dia terluka
Untuk mu aksara adikku
Gua mohon jangan mutusin buat bunuh diri lho udah jadi adik yang baik buat gua lho juga udah jadi adik yang sangat berguna gua mohon sama lho jangan sampai lho nyerah gara gara gua gua mohon sama lho aksa lho jangan sampai telat makan kalo nanti nggak ada gua lho jangan sedih ya gua mohon lho juga jangan sampai kehilangan senyuman dan diri lho gua nggak adik gua yang ceria ini tiba tiba berubah jagain Naoto dan Clara ya jagain dia Jangan sampai terluka
Jagain bendahara kita yang galak itu ya jangan sampai dia kehilangan senyuman nya
KAMU SEDANG MEMBACA
BLUE ROSE {TAMAT}
Fiksi RemajaSalsabila Lirabiha, seorang gadis yang dikenal karena kebaikan hatinya, namun menyimpan sisi pendiam yang misterius. Di tengah kesunyiannya, hadir Areksa dan Aksara, si kembar ceria yang bagaikan matahari kembar, selalu berhasil menyinari hari-harin...
