Salsabila Lirabiha, seorang gadis yang dikenal karena kebaikan hatinya, namun menyimpan sisi pendiam yang misterius. Di tengah kesunyiannya, hadir Areksa dan Aksara, si kembar ceria yang bagaikan matahari kembar, selalu berhasil menyinari hari-harin...
"Aku benci posisi ini, asal ayah tahu, dari kecil ayah selalu membenci ku, kenapa yah?" ujar Salsa karena ia merasa sangat benci.
"Dada aku sakit, mungkin karena pukulan tadi terlalu keras, mungkin!" batin dalam hati nya. Setelah dipukuli oleh ayahnya, Salsa sekarang di kurung di dalam gudang agar ia bisa belajar dari kesalahannya.
"Mama, aku nggak sanggup ma!" teriak Salsa dalam hati nya.
"Mama, kemana aja? Mama bilang waktu itu mama mau pergi sebentar, tapi nyatanya sampe sekarang mama masih belom pulang!" seru Salsa dalam hati nya.
"Aku kangen sama mama!" tangis Salsa karena ia merindukan nya. Salsa tertidur di dalam gudang.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pagi tiba.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Salsa bangun
"Cepet banget waktu nya, udah langsung pagi aja!" gumam Salsa dengan mata sembab.
"Sampai kapanpun tidak akan terbuka pintu itu!" sahut sang ayah dengan kecewa.
"Salsaaaa, ayok kita sekolah!" ujar Areksa teriak dari luar.
"Ya, sudah siap-siap sana berangkat sekolah!" bentak sang ayah menyuruh nya.
"Baik, ayah!" jawab Salsa.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Nah, kan gini bagus!" seru Salsa dengan bahagia.
"Yaelah, masalah kecil doank lho, udh nangis udah, jangan sedih lagi, kalo lho nangis ntar pulsanya kagak laku gimana?" seru Salsa sambil menyemangati diri nya sendiri.
"Eksa, gua kengen banget sama lho, Aksa juga gua kengen banget sama lho!" ujar Salsa sambil teriak.
"Baru ja kita ketemuan semalam, masa udah kangen sih?" senyum Areksa dengan bahagia.
"Gua emang ganteng sal, muka gua ngengenin yah!" ujar Aksara dengan kesal.
"Ke geeran lho, nyebelin!" jawab Salsa dengan kesal.
"Kenapa lho babak belur?" tanya Areksa terheran.
"Nggak!" jawab Salsa.
"Dah, yok kita sekolah, by the way, gua mau naik motor bareng lho ya, soalnya motor yang dapat dari lho di sita bokap gua!" lanjut Salsa memberi tahu.
"Kok bisa di sita sih?" sahut Areksa terheran.
"Karena semalam gua pulang tengah malam, jadi gua kena omel dan motor gua disita!" ujar Salsa dengan kesal.
"Mana Avana sama Hinata? Dia katanya mau pindah ke sini sekolah nya?" tanya Salsa mencari nya.
"Ntar juga dia ke sini!" seru Aksara dengan kesal.
"Eh, by the way, gua jual pulsa disekolah kagak laku-laku, padahal udah gua turunin tuh harganya dari tujuh ribu jadi enam ribu, kenapa kagak ada yang beli sama sekali?" tanya Salsa sambil menceritakan nya pada Aksara.
"Gua beli ya, ya yang 12 ribu!" ujar Aksara membuat Salsa senang.
"Areksa beli pulsa gua kagak lho, Aksara aja beli 12 ribu, masa lho kagak?" tawar Salsa pada Areksa.
"Yaudah, nih gua beli 50 ribu!" jawab Areksa.
"Thanks lho, berdua baik banget hari ini, jangan lupa promosi in pulsa gua keteman-teman lho ya!" seru Salsa berterima kasih.
"Tenang aja baby, tapi kagak bakalan gua promo in!" ujar Aksara membuat Salsa kesal.
"Dih, kejam banget lho berdua, promosi in kagak, tar omset pulsa gua makin bertambah, jadi ku bisa buat beli seblak ama bensin!" cubit Salsa pada Aksara.
Salsa berjualan pulsa disekolah nya, walaupun uang jajan yang dikasih oleh orang tuanya besar, uang itu ia tabung untuk agar bisa ia gunakan dimasa susah, dan uang hasil balapan ia juga tabung untuk Naoto dan Clara, anak kecil yang kehilangan kebahagiaan nya sama seperti nya, Salsa selalu bermain bersama mereka.