32.Tertawa

30 10 1
                                        


"Ke esokan harinya, 'Yeay, aku sudah boleh pulang sekarang! Horeee!' teriak Salsa dengan gembira.

"Dah, yuk kita pulang, cantik," ajak Aksara dengan senang.

"Kenapa kepala aku pusing banget?" batin Areksa dalam hati.

"Eksa, kenapa melamun? Ayo kita pulang," tanya Salsa pada Areksa.

"Kamu nggak kenapa, kan, Eksa?" lanjut Salsa bertanya dengan panik.

"Nggak kok, aku cuma sedikit pusing," jawab Areksa membuat Salsa panik.

"Kenapa nggak minum obat?" tanya Salsa karena ia merasa panik.

"Udah, yok cepetan pulang, Salsa," seru Aksara karena Salsa sudah pulang.

Mereka pun pulang ke rumahnya Salsa.

"Nih, ada bubur sama air putih, Sal. Ini makan dulu, baru minum obat," ujar Areksa karena Salsa harus memakan bubur dan meminum obatnya.

"Makasih, btw kamu udah cuci darah, kan?" tanya Salsa karena ia takut dengan Areksa.

"Udah kok," seru Areksa berbohong.

"Syukurlah, aku kira kamu nggak peduli sama kesehatan kamu sendiri karena terlalu mementingkan orang lain," ujar Salsa dengan tenang.

"Jangan sampai telat, ya. Aku mohon," pinta Salsa karena ia mengetahui hal yang fatal.

"Aku nggak mau kamu mengalami hal yang sama," lanjut Salsa karena ia tidak ingin hal buruk terjadi pada Areksa.

"Tenang aja, cantik. Aku juga sayang sama diri aku kok," seru Areksa karena ia juga tahu bahwa ia harus menjaga kesehatannya.

"Aku harap kita bisa sama-sama berjuang sampai kapanpun," ujar Salsa dengan nada semangat.

"Kita bakalan berjuang untuk melawan penyakit kita sendiri, Sal. Dan aku juga nggak bakalan ninggalin kamu," seru Areksa karena ia tidak mau di antara mereka ada yang menyerah.

"Dan aku juga minta sama kamu, jangan pernah pergi duluan, Sal," pinta Areksa tak sengaja mendengar perkataannya.

"Aku mohon sama kamu karena kamu harus kuat demi kita," ujar Areksa dengan dewasa.

"Tenang aja kok, aku bakalan kuat buat kalian," sahut Salsa karena ia harus kuat.

BLUE ROSE {TAMAT}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang