Tak lama kemudian Salsa pulang dari rumah sakitnya dan ia mulai memasakkan makanan yang enak untuk sang suami dan juga sekaligus mengurus anaknya yang sedang menangis.
"Sayang, nggak boleh nangis ya," ujar Salsa sambil menggendong Kaivan.
Sementara itu, Anzelia sudah tertidur lelap karena ia habis saja diberikan asi olehnya.
Tak lama kemudian Kaivan tertidur lelap dan Salsa mulai melanjutkan memasak untuk suaminya kembali.
"Akhirnya aku bisa masak dengan tenang," seru Salsa dengan lega.
Tak lama kemudian suaminya pulang dan melihat sang istri nya memasak untuk nya.
"Sayang, kamu lagi masak apa?" tanya Aksara membuat Salsa terkejut.
"Aku lagi masak sayur bayam dan ayam rica-rica, apa kamu menyukainya?" jawab Salsa dengan semangat nya.
"Iya, aku menyukai nya, sayang! Kaivan sama Anzelia mana?" ujar Aksara bertanya kepada Salsa.
"Kaivan sama Anzelia lagi tidur," seru Salsa menjawabnya.
"Lagi tidur, aku kira mereka dimana?" keluh Aksara dengan tenang.
"Kamu ganti baju dulu sana, ntar baru makan kalau aku udah selesai masaknya," pinta Salsa sambil menyuruhnya untuk mengganti pakaian nya.
"Iya, baik sayang," sahut Aksara menurutinya.
Tak lama kemudian, sehabis Aksara selesai mengganti pakaian dan Salsa juga sudah selesai memasak, mereka mulai makan dengan tenang, aman, dan damai.
"Masakan kamu yang paling terbaik emang," ujar Aksara memujinya.
"Kaivan sama Anzelia nyenyak banget tidur nya," seru Aksara melihat kearah mereka.
"Iya sayang, mereka baru aja kasih asi tadi," seru Salsa memberi tahunya.
"Sehabis makan malam langsung tidur ya, aku takut kamu capek," pinta Aksara dengan perhatian.
"Iya sayang," jawab Salsa dengan lembut.
Setelah mereka makan malam, mereka mulai beristirahat dan tidur ke tempat tidur mereka.
Tak lama kemudian, ayam berkokok kencang menandakan bahwa hari sudah semakin pagi dan mereka harus bangun bangkit dari tidurnya.
"Pagi yang cerah," gumam Aksara dengan wajah yang lesu.
"Sayang, cepetan bangun, makan dulu sini," teriak sang istri membuat Aksara bangun semangat.
"Anzelia sayang, makan dulu ya," suruh Salsa sambil menyuapinya.
"Tu tuh tu," celoteh Anzelia sambil menunjuk kearah mainan nya.
"Mi minum," celoteh Kaivan meminta untuk minum.
Aksara mendengar nya dengan semangat karena sang putri sudah berbicara dengan lantang dan juga lancar.
KAMU SEDANG MEMBACA
BLUE ROSE {TAMAT}
JugendliteraturSalsabila Lirabiha, seorang gadis yang dikenal karena kebaikan hatinya, namun menyimpan sisi pendiam yang misterius. Di tengah kesunyiannya, hadir Areksa dan Aksara, si kembar ceria yang bagaikan matahari kembar, selalu berhasil menyinari hari-harin...
