Salsabila Lirabiha, seorang gadis yang dikenal karena kebaikan hatinya, namun menyimpan sisi pendiam yang misterius. Di tengah kesunyiannya, hadir Areksa dan Aksara, si kembar ceria yang bagaikan matahari kembar, selalu berhasil menyinari hari-harin...
"Nih, uangnya! Gua mau bayar 50 ribu," senyum Aksara mulai terlihat.
"Makasih semuanya, kas kalian lancar kali ini! Tank you, love you buat kalian," ujar Salsa berterima kasih.
"Akhirnya udah mulai ceria tuh bocah," gumamnya dalam hati.
"Akhirnya udah mulai keliatan senyum manis nya," batin Mitsuya dengan senang.
"Senyumannya manis banget," puji Hanagaki membuat Salsa tersenyum.
"Gua mohon sama lho buat Bendahara kita senyum terus ya," ujar Hakkai karena seharusnya Salsa bangkit.
"Kas lancar, uang gua habis nggak apa apa lah, yang penting temen gua seneng dan gua nggak nunggak kas lagi," seru Avana sahabatnya karena ia merasa senang.
"Tiba-tiba banget disuruh bayar kas, tapi nggak apa apa lah, setidaknya dia kembali tersenyum," ujar Hinata karena ia yakin hal itu yang membuat nya senang.
"Seneng liat lho senyum kembali, Sal," gumamnya dengan bahagia.
"Seneng banget, sumpah gua," ujar Robi karena akhirnya Salsa berbicara.
"Sama gua juga," sahut Taiju dengan bangga.
"Aksa, kita beli ice cream yuk!" ajak Salsa mencoba untuk bangkit.
"Yaudah, ayo cantik," jawab Aksara dengan nada perhatian.
"Maaf ya, gua ngeropotin lho kemarin, maaf juga kemarin gua udah nyusahin lho pada," seru Salsa meminta maaf.
"Nggak apa apa kok," ujar Aksara karena ia tahu bahwa hal tersebut tidak mudah baginya.
"Oh ya, gua cuman mau lho tertawa, boleh kan?" ujar Aksara membuat Salsa merasa lebih tenang.
"Boleh, buahahahaha!" seru Salsa sambil tertawa.
"Lucu lho, Sal, kalo ketawa," puji Aksara ikut tertawa.
"Aksa, gua masih kangen sama Eksa," gumamnya karena ia sangat merindukan nya.
"Gua juga sama, tapi lho harus bangun dari segala nya, Sal," ujar Aksara karena ia tak ingin kehilangan cahaya dari sahabat nya.
"Gua nggak mau lho pergi, gua mohon sama lho, lho harus tetap bertahan disini, gua nggak mau sendirian," ujar Salsa karena ia tak mau Aksara meninggalkan nya.
"Nggak kok, gua nggak bakalan ninggalin lho, gua janji bakalan jagain lho," jawab Aksara karena ia akan tetap menjaga nya.
"Makasih," jawab Salsa tersenyum.
"Gua tahu lho belum sepenuhnya sembuh dari segalanya, tapi gua mohon sama lho, jangan sampai lho kehilangan senyuman lho, itu ucap ka Areksa," peluk nya dengan erat menenangkan sahabatnya Salsa.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Tenang kok, gua ada disini, Sal! Buat lho, udah lho jangan sedih lagi," ujar Aksara dengan perhatian.
"Jangan pernah tinggalin gua ya! Gua nggak mau ditinggalin siapa-siapa lagi, Aksa," pinta Salsa pada Aksara.
"Gua nggak bakalan ninggalin lho kok! Gua bakalan tetap bertahan disini," jawab Aksara karena ia berjanji akan terus menjaga nya.
"Salsa, lho mana nih? Gua beliin makanan lagi buat lho," teriak Cantika pada Salsa.
"Makasih," jawab Salsa membuat mereka lebih baik.
"Udah, kita makan yuk! Jangan sedih lagi ya, masih ada kita disini," ajak Mutiara sambil memberikan nya makanan.
"Lho temen kita mau seterpuruk apapun keadaan lho, gua yakin lho bisa ngatasinnya," ujar Saskia karena tak seharusnya Salsa bersedih terlalu lama.
"Lho harus tetap ceria, jangan berubah, ok?" pesan Keyla pada Salsa.
"Gua mohon sama lho, Areksa juga pasti sedih kalo liat lho kayak gini," ujar Alisa karena seharusnya Salsa bangkit.
"Udah, jangan pernah berubah karena sesuatu yang menyedihkan," ujar Astila karena ia tahu bagaimana posisi Salsa.
"Gua tahu lho capek, tapi lho juga harus belajar," ujar Sepiah dengan nada perhatian.
"Gua tahu lho sakit, jadi mau bagaimana pun itu, lho harus kuat buat menghadapi segala tantangan," seru Ana karena yakin Salsa kuat.
"Tenang, masih ada kita kok buat nemenin lho kalo lho sedih terus, kasian ketua kita Aksara yang selalu menghibur lho biar lho ceria lagi," seru Avana karena mengetahui bahwa sahabat nya itu kuat.
"Nih, gua juga ada makanan buat lho," ujar Hinata memberikan nya makanan.
"Apa lho liat-liat?" bentak Cantika pada Mitsuya.
"Apa sih orang, gua lagi liatin si Salsa, geer banget lho!" sahut Mitsuya dengan kesal.
"Mulai berantem lagi, gua doain lho supaya lho berdua jodoh," keluh Shyifa dengan kesal.
"Gua jodoh ama dia? Rugi gua, bisa-bisa kena KDRT," jawab Cantika karena ia merasa sangat kesal.