Salsabila Lirabiha, seorang gadis yang dikenal karena kebaikan hatinya, namun menyimpan sisi pendiam yang misterius. Di tengah kesunyiannya, hadir Areksa dan Aksara, si kembar ceria yang bagaikan matahari kembar, selalu berhasil menyinari hari-harin...
"Salsa, poto bareng lagi yuk," ajak Cantika karena ia merasa bahwa kebersamaan nya itu harus diabadikan.
"Yaudah, kita berlima ya," jawab Salsa dengan tersenyum.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Buat love nya susah, jadi gini, tapi bagus gak?" ujar Imelda dengan kesal.
"Bagus kok," jawab Fani walaupun ia tidak tahu.
Setelah berfoto-foto, merekapun pulang ke rumah mereka masing-masing. Di perjalanan pulang, Salsa bertemu dengan Areksa.
"Ke rumah gua yuk, Salsa," ajak Rara dengan semangat.
"Yaudah, ayok," seru Salsa mengikuti ajakannya.
"Kita foto di sini," ajak Fani kembali karena ia sangat jarang berfoto. Tak lama lagi, Salsa pulang dan mampir ke rumahnya Areksa.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Bagus banget foto nya," seru Salsa dengan rasa nyaman.
"Jaket kita couple ya?" tanya Areksa dengan nada heran.
"Btw, aksara kembaran mu mana?" seru Salsa bertanya.
"Oh, dia lagi les matematika," jawab Areksa karena hari ini adalah jadwalnya untuk les.
"Kamu gak les?" tanya Salsa dengan bingung. "Nggak, karena gua libur sekarang," ujar Areksa karena ia bolos.
"Malas juga gua les," fikirnya dengan kesal.
"Andai ja ada si Salsa, pasti gua langsung semangat, pasti dia lagi berduaan bareng Areksa," batin Aksara karena pelajaran matematika adalah pelajaran yang ia benci.
"Sal, gua udh mulai suka sams lho, tapi persahabatan kita membuat adik baik Abang gua, Areksa, mau pun gua."
"Ok, anak-anak, kita sudahi les nya hari ini," ujar sang guru membuat Aksara senang. Aksara bersiap untuk pulang ke rumahnya.
Saat berada di jalan, ia bertemu dengan Salsa dan Areksa.
Mereka sangat seru bercanda walau hanya berdua. "Eh, lho, berdua malah, kalo main tunggu gua dulu," teriak Aksara dengan jutek.
"Lagian lama banget lho," keluh Areksa karena mereka memang menunggu nya.
"Kan gua les, ka Areksa," jawab Aksara dengan sinis.