13.berjuang bersama

32 16 0
                                        

Areksa berada di posisi garis star dan bersiap untuk balapan

Areksa berhasil melewati garis star dan mencoba untuk melawan para pembalap lainnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Areksa berhasil melewati garis star dan mencoba untuk melawan para pembalap lainnya

Areksa berhasil melewati garis star dan mencoba untuk melawan para pembalap lainnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Dan areksa berada diposisi yang paling depan

Dan akhirnya ia berhasil melewati garis finis

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Dan akhirnya ia berhasil melewati garis finis

"Wih, hebat banget lho Eksa!" ujar Salsa memujinya dan kagum

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Wih, hebat banget lho Eksa!" ujar Salsa memujinya dan kagum.

"Lagian tumben banget lho Sal nggak balapan!" tanya Areksa terheran.

"Gua lagi malas, jadi lho gantiin gua balap tadi, by the way, thanks ya!" seru Salsa karena ia baru saja dimarahi kedua orang tuanya.

"Lho, hebat bisa memenangkan ini semua, gua bangga sama lho!" puji Salsa sambil tersenyum manis padanya.

"Gua juga bangga sama lho Sal!" seru Areksa sambil tersenyum manis padanya juga.

"Gila lho, sayang banget lho ngundurin diri Sal!" ujar Aksara karena menurut ia jika Salsa berada dalam arena balap pasti ia akan menang juara satu.

"Iyh, tadi gua nggak enak badan soalnya, jadi gua minta Areksa gantiin gua!" ujar Salsa mencari alasan.

"Oh, terus ini lho udah mendingan?" tanya Aksara dengan perhatian.

"Udah lah, kan mau lihat sahabat gua tanding, maaf juga ngerepotin lho pada!" ujar Salsa meminta maaf.

"Tenang aja sih, kayak sama siapa aja lho!" seru Aksara dengan santai.

"Woy Sal, lho tumben banget gak ikut balapan, kenapa harus Areksa yang jadi pengganti nya?" ujar Robi berteriak kencang.

"Karena dia orang nya amanah, jadi gua mau dia jadi pengganti nya, lagian juga cuman sekarang doank kok, besok gua udah aktif balap lagi!" seru Salsa menjawabnya dengan jujur.

"Ouh!" jawab Hanan dengan singkat.

"Lho tahu tentang rumor disekolah yang semua orang ngira lho tu berandalan?" ujar Hanan sambil memberi tahunya.

"Tahu, kenapa emang, mau ngebenci lagi kayak mereka nge benci gua?" seru Salsa karena ia sudah terbiasa dengan kebencian yang ada pada takdir nya.

"Ya nggak lah lho, soudzon aja lagi, kata gua mah!" seru Hanan dengan singkat.

"Dah, gua mau pulang!" pamit Salsa. Seketika dijalan Salsa merasakan sesuatu di hidung nya.

 Seketika dijalan Salsa merasakan sesuatu di hidung nya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kenapa gua mimisan yah?" batinnya dalam hati.

"Ah, mungkin ini gara-gara gua kecapean aja kali ya?" ujarnya dalam hati.

"Kepala gua pusing banget, dada gua juga sakit, ini kenapa?" serunya dalam hati.

"Apa mungkin gua kebanyakan aktivitas kali ya?" fikirnya dalam hati nya.

"Yaudah lah, nggak apa-apa, mendingan gua pulang sekarang, dari pada gua ntar di kena omelan lagi ama bokap, mendingan gua pulang secepatnya!" ujarnya dalam hati nya. Salsa pulang kerumahnya.

"Anak perempuan, mana jam segini baru pulang?" tanya sang ayah membentak.

"Maaf yah, aku tadi baru pulang dari rumah temen!" jawab Salsa dengan pelan.

"Temen mana? Sekarang kamu mulai nakal, kamu sudah mulai melakukan hal yang tidak berguna, kamu sudah mulai balapan motor, dan kau sudah mulai merokok, siapa yang mengajari mu seperti itu? Prestasi mu pun sudah turun, ada apa denganmu, Salsa?" teriak sang ayah membuat Salsa kesal.

"Ayah, lihat kenapa aku kayak gini, ayah lihat gimana usaha aku dulu buat banggain ayah, tapi apa kata ayah bahwa aku adalah anak yang tidak berguna, itu ucap ayah kan dulu, ayah tahu hanya mama yang menghargai usaha ku selama ini!" sahut Salsa dengan nada sedikit keras.

"Siapa yang mengajarkan mu membentak ayah?" tanya sang ayah pada Salsa.

"Tidak ada!" jawab Salsa dengan ketus.

Tanpa aba-aba, ayahnya langsung menampar nya dan memukulnya. "Aku capek yah, aku capek!" teriak Salsa dalam tangisannya.

"Kenapa ayah nggak pernah mau nerima aku sebagai anak ayah? Bukannya aku anak satu-satunya?" batin Salsa dalam hati nya.

"Hanya mama yang selalu ada untuk ku!" ujarnya dalam hati.

"Aku benci posisi ini!" seru Salsa karena ia membenci posisi nya.

BLUE ROSE {TAMAT}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang