Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aurelia Putri adalah senior perempuan yang mengajarkan Salsa dulu waktu ia masih pertama kali kuliah di bidang kedokteran.
"Salsa, pasien kita butuh penanganan segera!" teriaknya dengan panik.
"Iya baik, ka! Aku bakalan bisa nyembuhin mereka," jawab Salsa tergesa-gesa.
Salsa tengah memeriksa keadaan pasiennya yang terkena maag.
"Ok, cantik! Lain kali kamu jangan makan pedas-pedas ya, kasihan lambung kamu itu," ujar Salsa sambil mencubit pipi sang pasien kecil.
"Iya, ka! Tapi ka, kalo nggak makan pedas itu rasanya hambar," jawab sang pasien kecil itu.
"Nama mu siapa, cantik?" tanya Salsa pada pasiennya.
"Nama ku Ciara, kak," jawab Ciara tersenyum.
"Ciara, kamu boleh makan pedas asal tahu waktunya," ujar Salsa memberi tahu.
"Oh ya, ini obatnya! Lain kali kalo ada apa-apa, kesini aja ya," seru Salsa sambil memberikan obatnya.
"Baik, Bu Dokter Cantik!" ujar Ciara dengan senang.
"Lucu banget kamu! Untuk hari ini, kamu tidak boleh makan pedas dulu ya," puji Salsa sambil tersenyum.
"Baik, Do Dokter yang Cantik," balasnya dengan memuji nya balik.
"Bu Dokter, aku punya permen!" ujarnya sambil memberikan permen nya.
"Ini buat Bu Dokter satu, buat aku satu," ucap Ciara sambil memberikan permen itu.
"Iya, terima kasih cantik! Kalo nanti bayi ibu udah gede, nanti main sama kamu ya," sahut Salsa tersenyum manis.
"Nama bayi siapa?" tanya Ciara melihat bayi yang ia gendong.
"Namanya siapa ya, ibu lupa," jawab Salsa sambil bercanda.
"Siapa, ibu?" tanya Ciara karena penasaran.
"Nama nya Kaivan dan Anzelia," sahut Salsa memberi tahu nya.
"Oh ya, sehat-sehat ya Ciara yang cantik! Jangan makan pedas mulu," seru Salsa mengingatkan nya.
"Sekarang kamu janji sama Dokter, kalo kamu nggak bakalan makan makanan pedas lagi," ujar Salsa sambil mengingatkan nya lagi.
"Janji," sahut Ciara sambil melingkarkan jari di kelingking mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
BLUE ROSE {TAMAT}
Teen FictionSalsabila Lirabiha, seorang gadis yang dikenal karena kebaikan hatinya, namun menyimpan sisi pendiam yang misterius. Di tengah kesunyiannya, hadir Areksa dan Aksara, si kembar ceria yang bagaikan matahari kembar, selalu berhasil menyinari hari-harin...
