Tujuh tahun kemudian Anzelia dan Kaivan sudah mulai memasuki sekolah dasar yaitu SD.
"Mama, papa, akhirnya aku bisa masuk sekolah," kata Kaivan dengan bangganya.
"Iya, akhirnya ya, ganteng nya mama," sahut Salsa menjawabnya dengan ramah.
"Akhirnya Anzelia juga bisa masuk sekolah, ma," senyum Anzelia dengan gembira.
"Iya, Alhamdulillah, akhirnya anak mama udah pada besar sekarang, udah pada sekolah," ujar Salsa dengan gembira.
"Kalian yang anteng ya, sekolahnya, mama sama papa mau kerja dulu," pesan Salsa sambil mengelus pundak nya memberikan kata semangat untuk nya.
"Iya, ma, pa, hati-hati ya," ujar Kaivan sambil melambaikan tangan nya.
"Kakak, aku nggak sabar deh, akhirnya kita bisa masuk SD ya, kak," teriak Anzelia dengan senang hatinya.
Tak lama kemudian mereka masuk sekolah dan memasuki kelas mereka masing-masing. Mereka mendapatkan teman dan pelajaran yang ada dalam sekolah tersebut.
Tak lama setelah itu, mereka mulai pulang ke rumah mereka.
"Mama, papa, tadi aku sekolahnya seru banget, aku punya banyak teman di sana," ujar Kaivan sambil menceritakan nya.
"Bagus lah kalau gitu, itu artinya kamu punya banyak teman," sahut Aksara dengan senang nya.
"Ma, tadi aku banyak banget yang nyeritain hal yang mereka suka banget gitu, ma," seru Anzelia menceritakan dengan serius.
"Anak mama udah pinter sekarang, karena kalian bisa berteman dengan banyak orang tanpa harus membedakan antara satu sama lain," ujar Salsa dengan bangganya.
"Iya, ma, kan kita itu manusia, nggak harus membandingkan diri dengan yang lain dan mengatakan bahwa kita lebih hebat dari mereka," ujar Kaivan membuat Salsa dan Aksara merasa senang.
"Iya, itu kamu tahu sayang," sahut Salsa sambil mencium pipinya.
"Kita itu sama derajatnya dengan yang lain, jadi kita tidak harus membedakan derajat kita dengan orang lain dan menyombongkan nya," kata Anzelia membuat Salsa dan Aksara tambah bangga dengan mereka.
"Iya sayang, semisalnya nanti kalian sudah beranjak dewasa nanti, ingat ya, kalian nggak harus membandingkan diri kalian dengan orang lain karena apa?" jawab Salsa membuat mereka menjawab nya.
"Karena derajat kita semua kan kita terlahir sebagai manusia, bukan sebagai barang yang harus membuktikan bahwa kita berharga," ujar mereka menjawab nya dengan nada kesenangan dan keceriaan.
.....Tamat...
KAMU SEDANG MEMBACA
BLUE ROSE {TAMAT}
Novela JuvenilSalsabila Lirabiha, seorang gadis yang dikenal karena kebaikan hatinya, namun menyimpan sisi pendiam yang misterius. Di tengah kesunyiannya, hadir Areksa dan Aksara, si kembar ceria yang bagaikan matahari kembar, selalu berhasil menyinari hari-harin...
