Tak lama kemudian setelah Salsa selesai masak dan mencuci piring, ia mulai menggendong Kaivan dan Anzelia dan mulai keluar rumah. Ia menahan tawanya ketika melihat Mitsuya yang baru saja selesai memanjat pohon mangga yang ada dalam rumahnya.
"Hahahaha, Mitsuya lho ngapain kayak gitu?" tawa Salsa merasa terheran.
"Yang jelas ini buat istri gua tercinta ya, kan Avana," ucap nya sambil tersenyum kearah Avana.
Avana hanya mengangguk saja.
"Sayang, Anzelia sama Kaivan dimana?" tanya Aksara dengan panik.
"Ini lagi aku gendong sayang," jawab Salsa membuat Aksara merasa tenang.
"Syukurlah, aku kira dia hilang," seru Aksara dengan leganya.
"Lain kali kalau semisalnya kamu lagi jagain mereka, alangkah baiknya jangan ditinggalin," pinta Salsa menasihati nya.
"Iya maaf sayang," ujar Aksara meminta maaf.
"Iya nggak apa-apa," jawab Salsa dengan ramah.
"Kamu udah makan belum? Aku udah masak tau," tanya Salsa dengan perhatian.
"U...belum," ucapnya terpotong karena perutnya merasa lapar.
"Udah kita makan dulu ya," ajak Salsa menyuruhnya.
"Mau ikut makan nggak sama kita?" ujar Salsa bertanya kepada Avana dan juga Mitsuya.
"Iya sebentar," sahut Avana menjawabnya.
Tak lama kemudian mereka sampai di meja makan dan mereka mulai memakan makanan yang dibuat oleh Salsabilla.
"Sayang, biar aku aja yang nyuapin makannya si kembar," ujar Aksara membuat Salsa tidak enak hati.
"Nggak sayang, kamu makan aja dulu, ntar aku belakangan," sahut Salsa fokus menyuapi anaknya.
"Sayang, kamu aja yang makan duluan, ntar aku yang nyuapin mereka," ujar Aksara membuat Salsa tersenyum.
"Iya, tapi kamu juga makan ya, Anzelia sama Kaivan juga udahan kok makannya," sahut Salsa menjawabnya membuat Aksara tersenyum kembali padanya.
"Ngomong-ngomong, nggak ada obat nyamuk nih," ejek Mitsuya dengan kesal.
"Nggak ada adanya soffel sih, hehehe," ujar Salsa menjawabnya.
"Salsa, nanti kita makan mangga mudanya barengan yuk," ujar Avana mengajak nya.
"Iya bentar ya, kita makan dulu," jawab Salsa menjawab sambil mengunyah makanannya.
"Ok," sahut Avana sambil mengacungkan jari jempol nya.
Tak lama kemudian setelah mereka makan, mereka mulai memotong mangga mudanya dan membuat sambal untuk petisannya.
"Wah enak banget," puji Avana tak tahan ingin memakannya.
"Wih boleh nih, gua mau," ujar Mitsuya sambil mengambil mangga mudanya.
Tak lama kemudian setelah memakan nya, ia mulai merasa bahwa mangga nya sangat asam sekali, seperti hal nya sifatnya yang membuat semua orang kesal.
"Njiir, asem amat sih," ucap nya dengan wajah yang sangat keren.
"Njiir muka lho, hahaha," tawa Aksara sambil memfotonya.
"Hapus, hapus, hapus, nggak!" bentak Mitsuya mengejar nya sambil membawa sendal dan ingin melemparkan nya.
"Nggak, nggak mau, nggak mau," ejek Aksara sambil menertawakan nya.
"Aksara, hapus nggak?" pinta Mitsuya sambil berteriak kesal.
"Haha, nggak bakalan gua hapus, ntar gua buatin stiker WA deh, janji," ejek Aksara membuat Mitsuya jengkel.
"Salsa, suami lho nih nggak mau hapus foto aib gua," ucap nya berteriak meminta bantuan.
"Hahahaha, jangan lupa buatin stiker WA sayang," ujar Salsa kepada Aksara lalu mendukung nya.
"Suami istri sama aja," keluh Mitsuya dengan kesal.
"Sayang, mangga mudanya udah siap nih," teriak Avana sambil memberi tahunya.
Tak lama kemudian mereka mulai memakan nya.
"Capek gua habis ngejar suami lho," keluh Mitsuya dengan kesal.
"Gua juga capek lari-larian," ucap Aksara menghela nafasnya yang masih kelelahan.
"Wah, ada sambal petis nya, enak banget," ujar Mitsuya sambil mencolek sambalnya.
"Masakan istri gua emang selalu enak, beh enak banget," seru Aksara memujinya.
"Diiih, masakan istri gua juga kali, bukan cuman istri lho!" ucap nya sambil menatap nya dengan sinis.
"Iya iya deh, terserah lho aja," jawab Aksara dengan kesal.
"Mereka berantem mulu sih, Sal, nggak pernah akur," keluh Avana karena kesal melihat suaminya yang selalu saja berantem dengan Aksara suami milik Salsabilla.
"Dari SMA juga gitu di amah," sahut Salsa dengan kesal.
"Owalah, pantas aja," jawab Avana sambil tertawa mendengar nya.
"Tapi mau mereka akur atau nggak, itu nggak penting! Yang penting itu sekarang adalah akhir nya kita bisa lulus dan mencapai impian kita!" teriak Salsa dengan senang.
"Iya, Alhamdulillah, nggak nyangka banget ya," ujar Avana dengan gembira nya.
"Oh ya, gimana petisannya, enak nggak?" seru Salsa bertanya.
"Enak banget, sumpah!" puji Avana dengan gembira nya.
"Syukurlah, Alhamdulillah kalau lho suka," sahut Salsa merasa sangat senang.
"Oh ya, kira-kira Takemichi sama Hinata, anak nya cewek atau cowok ya?" fikir Avana karena ia sangat ingin mengetahui nya.
"Kayaknya sih cewek, tapi nggak tahu," duga Salsa asal menebak nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
BLUE ROSE {TAMAT}
Teen FictionSalsabila Lirabiha, seorang gadis yang dikenal karena kebaikan hatinya, namun menyimpan sisi pendiam yang misterius. Di tengah kesunyiannya, hadir Areksa dan Aksara, si kembar ceria yang bagaikan matahari kembar, selalu berhasil menyinari hari-harin...
