Salsabila Lirabiha, seorang gadis yang dikenal karena kebaikan hatinya, namun menyimpan sisi pendiam yang misterius. Di tengah kesunyiannya, hadir Areksa dan Aksara, si kembar ceria yang bagaikan matahari kembar, selalu berhasil menyinari hari-harin...
Aksara sedang melantunkan adzan untuk putra putri mereka agar bayi mereka bisa menjadi anak yang Sholeh dan juga Sholehah
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
ا
ألله أكبر الله أكبر أشهد الله إلا الله وأشهد أنا محمدرسول الله هيا الشعلة هيا على فلاح الله أكبر الله أكبر ليلى الله
Aksara mulai melantunkan adzannya hingga selesai.
"Udah sayang, Anzelia sudah ku adzanin! Begitupun dengan Kaivan. Semoga mereka bisa menjadi putra dan putri yang sangat sholeh," ujar Aksara sambil menggendongnya.
"Amiin, semoga mereka bisa sukses suatu saat nanti ya sayang," ujar Salsa berdoa yang terbaik.
"Amiin sayang, kamu udah boleh pulang besok," ujar Aksara pada Salsa.
"Semua biaya rumah sakit sudah ku bayar," seru Aksara dengan perhatian.
"Makasih baby Aksa," sahut Salsa dengan nada sangat pelan.
"Kamu tidak perlu berterima kasih sayang, itu sudah menjadi kewajiban ku sebagai seorang suami," jawab Aksara karena memang sudah kewajibannya.
Tiba-tiba datanglah anggota Valhalla dan yang lainnya untuk menjenguk Salsabila.
"Cie, udah jadi ayah aja nih," ujar Mitsuya pada Aksara.
"Ini siapa namanya Sal?" tanya Hinata pada Salsa.
"Kalo itu Anzelia Putri, kalo yang satu lagi Kaivan Alexander," jawab Salsa sambil memberi tahu nama mereka.
"Oh, berarti mereka nama nya kok nggak kembar sih?" ujar Avana dengan heran.
"Nggak, soalnya mereka ikut marga mama sama papanya," sahut Aksara sambil melihat bangga pada putra dan putri nya.
"Oh, lucu ya mereka," gumam Mitsuya karena mereka memang terlihat lucu.
"Ya, nama juga anak gua lucu lah," ujarnya dengan sombong.
"Lihat si Kaivan ganteng kan?" seru Aksara sambil menunjukan nya.
"Kayak papa nya waktu muda," lanjut Aksara pada putranya.
"Emang lho sekarang berapa tahun?" tanya Hanagaki pada Aksara.
"Baru umur 21 tahun," jawab Aksara dengan polos.
"Ya, itu lho masih muda bjirr," seru Hanagaki karena menurut ia umur segitu masih muda.
"Kecuali kalo lho udah umur 50 tahun," ujar Mitsuya pada Aksara.
"Andai aja ada Ketua kita Areksa, pasti dia seneng lihat anak lho berdua," fikirnya karena mungkin ia sedang tertawa bersama saat ini.
"Iya bener banget, pasti dia bangga sebagai pamannya," ujar Aksara membayangkannya.
"Bener banget kata lho," seru Hinata karena ia juga merindukan sang ketua.
"Udah lah nggak usah buat Salsa sedih cok, dia juga kangen banget sama Areksa, tapi sialnya Areksa udah pergi tenang," seru Avana karena ia tidak mau membuat sahabat nya menangis.
"Ntar kita ziarah lagi yuk ke makam ketua," ajak Salsa karena hanya itu yang bisa ia lakukan.
"Yaudah yuk kita ziarah, tapi nunggu kamu mendingan dulu ya," jawab Aksara agar ia selalu mengenang kebaikan Areksa.