Salsabila Lirabiha, seorang gadis yang dikenal karena kebaikan hatinya, namun menyimpan sisi pendiam yang misterius. Di tengah kesunyiannya, hadir Areksa dan Aksara, si kembar ceria yang bagaikan matahari kembar, selalu berhasil menyinari hari-harin...
"Ya, tenang aja. Aku bakal tidur nyenyak banget," jawab Salsa karena ia juga tahu bahwa dirinya harus beristirahat.
"Dah," senyum Areksa melambaikan tangannya.
"Antar aku cuci darah, yok," pinta Areksa pada Aksara.
"Yaudah, ayo, bang. Muka kamu pucat banget kali ini," ujar Aksara melihat wajahnya dengan panik.
"Nggak apa-apa. Salsa juga udah tahu kok tentang ini," jawab Areksa dengan tenang.
"Kalau semisalnya aku mati suatu saat nanti, aku mohon sama kamu tolong jagain Salsa kayak kamu jagain aku sekarang," seru Areksa membuat Aksara terdiam.
"Jangan ngomong gitu, bang. Kamu pasti bisa buat Salsa bahagia. Kamu pasti bisa buat dia seneng, bang," bentak Aksara karena ia tidak mau ditinggalkan oleh kakaknya.
"Aku mohon sama kamu, jangan tinggalin aku sama Salsa," lanjut Aksara memohon.
"Salsa bakalan sedih berat kalau kamu ninggalin dia. Kamu tahu kan kita sahabat selamanya," seru Aksara karena Salsa selalu merasa nyaman ketika di dekatnya.
"Aku tahu, Aksara. Aku mohon sama kamu, jangan ngomong apa-apa dulu," jawab Areksa namun jika takdirnya ia sudah tiada nanti ia tidak akan pernah bisa melawan takdir.
"Baik, bang. Kalau ada apa-apa, kamu bilang sama aku," sahut Aksara dengan polos.
"Kamu nggak apa-apa, kan, Eksa?" tanya Salsa dengan panik.
"Sal, pergi tanpa pamit seperti nya menarik, yah," gumamnya berbicara pada Salsa.
"Eksa, apa maksud kamu?" jawab Salsa terkejut.
"Nggak kok, aku cuma ngasal ngomong," sahut Areksa karena ia merasa bahwa dirinya sudah tidak lama lagi.
"Aku nggak tahu apa maksud kamu, Eksa. Tapi yang harus kamu tahu, aku nggak mau kamu pergi dan jauh dari aku," batin Salsa berbicara dalam hati.
"Oh, aku mau pulang dulu, ya, Sal," ujar Areksa karena ia ingin pulang ke rumahnya. Sebenarnya ia juga harus memeriksa kesehatan dan harus cuci darah lagi.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Berikut adalah teks yang telah diperbaiki dengan tanda baca dan kepenulisan yang lebih baik:
Areksa pergi untuk sekolah. Seketika itu, dada dia tiba-tiba sakit, kepala tiba-tiba pusing, dan pandangan nya seketika pudar, membuatnya kehilangan kendali saat mengendarai motor dan membuatnya mengalami kecelakaan.