28.Ruang IGD

25 9 0
                                        

"Maaf semuanya, saatnya pemeriksaan untuk Salsa. Rumah sakit kami telah mendapatkan donor ginjal," ujar sang dokter membuat semuanya merasa sangat senang.

"Karena kalian masih dibawah umur dan tidak dapat membantu kami, jadi kami sudah mendapatkan donor ginjal dari rumah sakit lain," seru sang dokter memberi tahu.

Pemeriksaan dimulai. Pemeriksaan selesai.

"Maaf, untuk memastikan Salsa kapan menyadarkan dirinya, itu kami belum mengetahuinya," ujar sang dokter karena ia belum mengetahuinya.

"Mungkin setelah ini," pikir sang suster membuat semuanya merasa tenang.

"Semoga Salsa cepat-cepat sadar," ujar Areksa berharap.

"Semoga saja dia sadar sekarang," seru Aksara membuat semuanya merasa tenang.

"Aamiin," jawab semua yang ada di rumah sakit.

"Sal, aku harap kamu segera sadarkan diri," batin Avana dalam hatinya.

"Aku harap kamu segera bangun," ujar Syhifa dengan nada pelan.

"Ya Allah, hamba mohon tolong sadarkan teman hamba," doa Aksara dengan sedikit harapan.

"Aku mohon, kamu harus menyadarkan diri," ujar Mitsuya memohon.

"Sal, kita sudah nunggak kas selama 1 tahun, jadi mohon kamu harus bangun biar kita bisa bayar kas," seru Hanagaki Takemichi dengan nada pelan.

"Aku mohon sama kamu, Sal," ujar Shiba Taiju.

"Sal, kalau kamu tidak bangun, aku akan kecewa berat sama kamu," kata Shiba Hakkai dengan kecewa.

"Aku mohon, jangan kecewakan kita, Sal," ujar Kokonoi Hajime dengan nada tinggi.

"Aku mohon sama kamu, Sal, bangun," batin Areksa dalam hatinya.

"Kalau tidak bangun, nanti aku gigit kamu," ujar Aksara dengan nada kesal.

"Kamu mau aku gigit, Sal? Makanya bangun," ujar Areksa menatap Salsa dengan wajah yang sedikit menakutkan.

"Belum ada satu bulan, tapi Salsa malah koma. Mana koma-nya sudah 1 tahun, Sal? Aku mohon buat bangun," ujar Aksara sambil bernyanyi dengan galonnya membuat semuanya tertawa.

"Kakak Salsa, mana? Kenapa dia? Kenapa aku tidak dikasih tahu, Ka Aksa? Ka Eksa, kenapa ini?" teriak Naoto dengan air mata sedikit terjatuh.

"Apa ini? Kenapa kalian tidak ngasih tahu sama kami, Clara?"

"Kak, ayo bangun, Ka. Kita masih butuh kakak aku sama Ka Naoto masih butuh kasih sayang dari kakak Salsa. Aku mohon, Kak," seru Naoto dengan putus asa.

"Kalian kejam, kalian penipu, kalian tidak ngasih tahu kami," ujar Clara dengan nada kecewa.

"Hanya surat ini yang bisa memberi tahu, Ka," ujar Avana sahabat dari Salsa.

Halo Naoto dan Clara, apa kabar kalian hari ini? Kalau aku tidak ada, aku mohon ya jangan sedih, jangan nangis. Kan masih ada Aksa, Eksa, dan Genk inti Valhalla yang ada di sisi kalian. Maaf juga kalau aku ada salah sama kalian. Naoto, kamu jaga Clara ya, jaga dia. Kakak titip dia ya, jangan sampai kamu kehilangan sifatmu yang ceria itu karena kakak tidak mau kamu kehilangan senyuman hanya karena kakak. Maaf, Kakak bohong soal ini. Clara cantik, jangan sedih ya. Naoto yang tampan, jangan sedih ya. Aku mau istirahat sekarang. Love you buat kalian. Avana dan Genk inti Valhalla memeluk Naoto dan Clara yang tengah sedih.

"Salsa, ayo bangun. Kasihan mereka yang sudah kamu buat bahagia. Ayo bangun," pinta Aksara sambil memegang erat tangan Salsa.

"Cantik, ayo bangun. Cantiknya Aksa. Ayo bangun tidurmu jangan lama-lama," seru Aksara dengan air mata yang membasahi pipinya.

"Cantiknya Eksa, ayo bangun. Kasihan mereka, Clara sama Naoto. Mereka menunggu kamu," ujar Areksa sambil mengusap rambutnya dengan perlahan.

BLUE ROSE {TAMAT}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang