BLUE ROSE

63 40 0
                                        

Bel berbunyi dan guru mulai memasuki kelas untuk belajar. "Ok, anak-anak, kita mulai pelajaran nya, kali ini tentang kesehatan mental," ujar sang guru memulai pelajaran nya.

"Baik, anak-anak, kita lanjutkan pelajaran esok," seru sang guru sambil menutup pelajaran.

"Baik, Bu," jawab semua murid.

"Hari ini kita jamkos, ya," seru guru BK memberi tahu.

"Akhirnya jamkos juga," ujarnya dengan tenang.

Muhammad ArdiansyahAdalah murid yang paling nakal seantero kelas Note : Aku Tidak Ingin Bahagia Ketika Melihat Ia Bersama Orang Yang kucintai

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Muhammad Ardiansyah
Adalah murid yang paling nakal seantero kelas
Note : Aku Tidak Ingin Bahagia Ketika Melihat Ia Bersama Orang Yang kucintai

"Jamkos mulu yang lho pikirin," sahut Amanda dengan kesal.

"Gabut, sumpah, enaknya pas jamkos ngapain, ya?" seru Salsa sambil berfikir.

"Kita nonton anime aja," saran Mutiara dengan senang.

"Yaudah, ayok," ujar Salsa setuju dengan sarannya.

"Kita lihat Tokyo Ghoul, ya," pinta Salsa karena ia belum melihatnya.

"Yaudah," jawab Mutiara sambil mencari ponselnya.

Mereka mulai menonton anime di kelas saat jam pelajaran kosong.

Mereka mulai menonton anime di kelas saat jam pelajaran kosong

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Eh, Areksa lagi olahraga, deh, kayaknya. Jamkos, sih, tapi nggak mungkin juga keluar kelas," batin Salsa karena ia ingin bermain.

 Jamkos, sih, tapi nggak mungkin juga keluar kelas," batin Salsa karena ia ingin bermain

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Duh, Aksara juga, dia juga lagi olahraga, ternyata. Kenapa si kembar kagak kesini?" batinnya dengan kesal.

"Dih, nonton anime nggak ngajak-ngajak, lho," seru Keyla dengan kesal.

"Dih, tega banget, sumpah," ujar Manda karena itu adalah anime kesukaan nya.

"Yaudah, sini, tinggal nonton bareng," ajak Salsa sambil menyuruhnya untuk bergabung.

"Yaudah, kita ikut gabung, ya," ujar mereka secara bersamaan.

"Eh, dipikir-pikir, kalian tahu nggak, anak MIIPA2 itu yang namanya Areksa sama Aksara?" tanya Keyla karena ia merasa bahwa anak MIIPA2 itu tampan-tampan.

"Katanya mereka kembar, ya?" tanya Alifah dengan penasaran.

"Iya, tahu, lucu banget," ujar Salsa dengan tersenyum.

"Andai mereka anak MIIPA1, pasti udah gua deketin," seru Astila karena ia yakin bahwa Areksa akan menerima nya.

"Susah buat deketin batu es sama batu kutub Utara mah," jawab Salsa dengan kesal.

Salsabila, walaupun ia tahu bahwa Areksa dan Aksara sangat akrab dengan nya, ia tetap merahasiakan pertemanan nya agar tidak diketahui siapapun. "Eh, by the way, lho, udah nonton Attack on Titan belom, kalo belum, kita nonton yuk," ajak Mutiara menyuruh nya untuk menonton anime lagi.

"Belom, sih," jawab Salsa dengan bingung.

"Yaudah, ayok, kita nonton," seru Mutiara sambil mencari sinyal.

"Yaudah," jawab Salsa dengan setuju.

Mereka pun mulai menonton anime Attack on Titan disaat jam pelajaran masih kosong. "Gila, Levi ganteng banget, cok," puji Salsa dengan senang ketika melihat Husbunya berjalan.

"Dih, husbu, lho, cebol juga," ejek Mutiara dengan nada bercanda.

"Nggak apa-apa cebol, yang penting cinta ku padanya tidak pernah luntur," sahut Salsa karena terlalu mengagumi nya.

"Sok iye, lho, sal, luntur emangnya baju," ejek Keyla dengan kesal.

"Denger aja lagi, lho," sahut Salsa dengan sinis.

"Denger lah, orang, lho, ngomong nya sambil teriak gitu," jawab Keyla karena suara Salsa terlalu kencang.

"Iya juga, sih, ya," gumam Salsa terheran.

"Oh, ya, sal, katanya kemarin anak laki liat, lho, makan bareng anak MIIPA2, emang iya?" tanya Keyla membuat Salsa terdiam.

"Mungkin mereka salah liat kali," jawab Salsa sambil mengelak.

"Tapi kata mereka kalau salah liat nggak mungkin mirip banget, sama, lho," tanya Keyla dengan lebih teliti.

"Ya, mungkin wajah dianya aja yang mirip atau gimana gitu," seru Salsa berbohong.

"Bisa jadi, sih," ujar Alifah berfikir bahwa itu bukan Salsa.

"Apa mungkin mereka lihat gua bareng Areksa, ya?" batin Salsa dalam hati.

"Nggak mungkin, sih, kata Guamah," batin Salsa terus menerus panik.

BLUE ROSE {TAMAT}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang