Kaivan dan Anzelia mulai bisa berjalan perlahan-lahan, dan hal itu bisa membuat kedua orang tuanya sangat bangga padanya.
"Ma, mama!" celoteh Kaivan membuat Salsa dan Aksara senang mendengarnya.
"Pa, papah!" ditambah dengan celotehan Anzelia yang bisa membuat Aksara senang hingga tertawa kecil.
"Anak papa udah bisa bicara ya," ujar Aksara sambil menggendongnya.
Kaivan hanya memainkan mainan mobil-mobilan nya yang sangat lucu dan gemas.
"Anak mama, sini makan dulu sayang!" seru Salsa sambil memberikan nya makanan bayi.
Kaivan dan Anzelia sibuk makan, dan hal itu membuat sang ayah nya merasa iri dengannya.
"Aku nggak dikasih makan nih," ujar Aksara dengan nada kesal.
"Kamu udah besar sayang, masa mau aku kasih sun sih?" seru Salsa menjawabnya sambil mencubit pipinya.
"Sun sini," ujar Aksara sambil mengarahkan jarinya ke pipi ia sendiri.
Karena Salsa, ia mulai menggigit tangannya dengan kencang.
"Aw, sakit sayang! Kebiasaan suka main gigit aja," keluh Aksara dengan manja.
"Lagian kamu buat kesal aja dari tadi," omel Salsa dengan kesalnya.
Tiba-tiba anggota Valhalla in the Genk datang untuk berkumpul bersama.
"Malas deh, setiap kesini gua harus banget liat lho berdua romantisan kayak gini," ejek Mitsuya dengan wajahnya yang sangat muak melihat nya.
"Anaknya dikasih sun, tapi ayahnya kenapa nggak ya?" ejek sang temannya sambil tertawa.
"Diam lho!" bentak Aksara dengan kesal.
"Sayang, aku mau mangga muda," ujar Hinata karena ia sedang hamil muda.
"Iya bentar sayang," jawab Mitsuya sambil mencium keningnya.
Salsa dan Aksara hanya tersenyum manis melihat keromantisan mereka berdua.
"Oh ya, gua cuman mau bilang sama lho Mitsuya, kalau si Salsa ngidam dulu tuh dia pengen balapan bareng gua! Pengen mangga muda, nampol muka gua, nyubit pipi gua sama jambak rambut gua dulu! Jadi lho hati-hati ya," ujar Aksara memperingati nya karena ia tahu bahwa menghadapi wanita yang sedang hamil itu sangat susah.
"Mampus gua!" jawab Mitsuya dengan wajah nya yang panik.
"Apasih sayang, aku nggak pernah kayak gitu ya sama kamu?" sahut Salsa dengan kesalnya langsung menjewer nya.
"Aw, aw sakit sayang! Maaf maaf," jawab Aksara kesakitan karena kuping nya terjewer.
"Lagian kamu bener-bener ngeselin ya," teriak Salsa sambil melepaskan jewerannya.
"Iya maaf maaf," sahut Aksara dengan lucunya ditaklukkan oleh wanita seperti nya.
"Perasaan istri lho galak bener ya," gumam Mitsuya sambil tertawa.
"Bising lho!" jawab Aksara dengan kesal.
"Seorang Aksara sang wakil ketua Valhalla bisa ditaklukkan oleh wanita yang lemah lembut sekaligus galak seperti Salsa," ejek Takemichi sambil tertawa terbahak-bahak.
"Apa kamu bilang?" bentak Salsa tak sengaja mendengar nya.
"Mampus gua!" sahut Takemichi dengan panik.
"Gua pulang dulu ya," ujar Takemichi sambil berlari jauh menuju rumahnya.
"Hahahahahahaha! Lagian sih tuh bocah nyebelin banget," tawa Aksara dengan wajahnya yang sangat puas.
"Sayang, aku titip Kaivan sama Anzel dulu ya," ujar Salsa berbicara kepada sang suami.
"Iya sayang, kamu mau kemana emang?" seru Aksara bertanya.
"Aku mau cuci piring dulu," ujar Salsa menjawabnya.
"Mereka lucu ya," puji Avana karena ia merasa bahwa Aksara dan Salsa adalah sepasang suami istri yang sangat cocok.
"Iya ya," tawa Mitsuya menjawab nya.
"Oh ya, depan rumahnya Salsa ada mangga muda tuh sayang," ujar Avana meminta nya untuk mengambil kannya.
"Nggak mau itu yang orang sayang!" jawab Mitsuya menolaknya.
"Sayang!" ujar Avana sambil mencubit nya.
"Aksara Salsa, mangga didepan punya siapa?" teriak Mitsuya berteriak dan menanyakan hal itu.
"Oh depan rumah gua punya gua lah!" sahut Aksara menjawabnya.
"Gua minta ya si Avana pengen mangga muda yang langsung alami dari pohonnya," ujar Mitsuya meminta izin.
"Iya ambil aja, gua lagi jagain Kaivan sama Anzelia nih," teriak Aksara menjawabnya dan memberikan nya izin.
"Akhirnya ada mangga muda nya juga," senyum Avana dengan senang hati.
Tak lama kemudian Mitsuya menaiki pohon mangga nya untuk mengambil mangga nya.
"Gini amat ya, gua udah ganteng gini malah manjat pohon," keluh Mitsuya menghela nafasnya.
Tak lama kemudian ia memanjat pohon dan mulai mengambil nya, walaupun banyak sekali semut dan serangga lain menggigit nya, ia tetap semangat dan tidak menyerah untuk istrinya yang tercinta.
"Yang ini udah mateng nih, lumayan buat gua ngemil sendiri," ujar Mitsuya sambil menyeringai mengambil nya lebih.
"Semut banyak amat ya yang ngigit tangan gua, pasti kulit gua manis banget nih," tambah Mitsuya dengan tampang nya yang terlalu percaya diri.
"Sayang, udah belum lama amat?" tanya Avana kesal karena lama menunggu.
"Iya bentar sayang, ini aku lagi nyari mangga mudanya," sahut Mitsuya menjawabnya.
Tak lama kemudian ia mulai turun dari pohon mangga tersebut dan mulai memberikan nya kepada sang istri Avana.
"Ini sayang, mangga nya cukup kan?" ujar Mitsuya sambil memberikan nya.
"Cukup banget sayang, makasih," seru Avana dengan gembira nya.
"Syukurlah Alhamdulillah," senyum Mitsuya dengan leganya.
KAMU SEDANG MEMBACA
BLUE ROSE {TAMAT}
Novela JuvenilSalsabila Lirabiha, seorang gadis yang dikenal karena kebaikan hatinya, namun menyimpan sisi pendiam yang misterius. Di tengah kesunyiannya, hadir Areksa dan Aksara, si kembar ceria yang bagaikan matahari kembar, selalu berhasil menyinari hari-harin...
