Salsabila Lirabiha, seorang gadis yang dikenal karena kebaikan hatinya, namun menyimpan sisi pendiam yang misterius. Di tengah kesunyiannya, hadir Areksa dan Aksara, si kembar ceria yang bagaikan matahari kembar, selalu berhasil menyinari hari-harin...
Salsa sudah sampai dan masuk kedalam kelas. Bel bunyi: Neeeeet!
"Syukurlah, akhirnya kita bisa sampai juga Eksa, untung ja kita masuk bel bunyi, coba kalo kita masih di jalan, bisa-bisa telat kita!" ujar Salsa dengan lega.
"Ya!" jawab Areksa dengan singkat.
"Halo, selamat pagi anak-anak!" sapa sang guru.
"Pagi Bu!" jawab semua murid.
"Oh ya, kita kedatangan dua murid baru!" ujar sang guru sambil memberi tahunya.
"Siapa tuh?" ujar salah satu murid.
"Perkenalkan dirimu!" "Baik Bu, halo, nama gua Avana Aliana, gua biasa di panggil Avana, gua pindahan dari SMA Jaya!" seru Avana sambil memperkenalkan dirinya.
"Halo Avana!" seru salah satu murid cowok.
"Halo, nama gua Hinata Tachibana, gua pindahan dari SMA Mizo!" ujar Hinata memperkenalkan dirinya.
"Halo, salam kenal Hinata!" seru salah satu murid cowok.
"Avana, Hinata, kalian duduk di kursi paling belakang ya, karena hanya kursi itu yang kosong!" seru sang guru. "Baik Bu, terima kasih!" jawab Avana dan Hinata secara bersamaan.
"Halo Sal, kemana aja lho? Baru keliatan, biasanya ikut balapan juga ama gua!" tanya Avana pada Salsa.
"Lho, duduk sama cowok!" seru Hinata terkejut.
"Ya, kenapa emang?" jawab Salsa dengan ketus.
"Bukannya dia itu bocah yang selalu hadir di rapat Valhalla?" seru Avana dengan heran.
"Ya, dia Aksara, dia wakil ketua Valhalla!" sahut Salsa memberi tahunya.
"Salsa, perhatikan papan tulis lalu lanjutkan mengisi soal!" ujar sang guru karena melihat Salsa tidak memperhatikan pelajaran.
"Baik Bu!" jawab Salsa.
"Ok, anak-anak, pelajaran hari ini kita akhirnya, makasih semua, assalamualaikum!" seru sang guru mengakhiri pelajaran nya.
"Walaikumussalam Bu, terima kasih!" jawab semua murid.
Bel istirahat: Neeeeet! "Dah, yok kita ke kantin!" ajak Salsa dengan semangat.
"Tapi gua belom tahu kantin nya dimana!" jawab Avana dengan bingung.
"Gua tahu kok, kan gua murid lama disini!" jawab Salsa karena sudah pastinya ia tahu.
"Yaudah, kita ikut Salsa!" ujar Hinata. Sesampainya sampai kantin.
"Bu, aku mau pesan mie ayam!" pesan Salsa pada ibu kantin.
"Lho, mau pesan apa?" tanya Salsa pada Avana.
"Mie ayam sama es teh nya!" jawab Avana dengan ramah.
"Gua juga sama!" sahut Hinata.
"Mie ayam tiga, es teh tiga Bu!" teriak Salsa pada ibu kantin.
"Ya, siap nenk!" sahut ibu kantin. "Ini mie ayam nya nenk!".
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Dan ini minuman nya nenk!" seru ibu kantin sambil membagikan minuman nya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Makasih Bu!" jawab Salsa, Avana, dan Hinata secara bersamaan.
"Ya, sama-sama nenk!" sahut ibu kantin tersenyum ramah.
"Pusing banget pala gua, apa karena kecapean aja kali ya?" batin Salsa dalam hati.
"Eh, ngelamun lagi, ayok kita makan!" seru Avana membuat Salsa merasa kaget.