"Gua mau kita semua tetap kayak gini," ujar Salsa karena ia tidak mau berpisah dengannya.
"Jangan pernah asing ya!" seru Areksa karena ia sangat kesal dengan kata itu.
"Dan diantara kita jangan pernah ada yang musuhan atau apapun, jika kita memiliki masalah kita atasi bersama tanpa ada permusuhan," ujar Aksara karena ia tidak mau disaat mereka dewasa itu sifat mereka mulai berbeda.
"Ya! Janji!" janji Salsa yang tidak akan pernah mengingkari nya.
Mereka berjanji akan menjadi sahabat selamanya. "Gua sayang kalian semua!" ujar Salsa dengan nada senang.
"Kita juga sayang sama lho, Salsa!" jawab Areksa dan Aksara secara bersamaan.
"Sal, kalo dipikir-pikir, kapan lho potong kue?" tanya Areksa membuat Salsa tertawa.
Salsa memotong kuenya. "Ini ada sup buat kalian," ujar Salsa sambil memberikan nya.
"Jangan lupa dimakan yah!" seru Salsa sambil tersenyum.
"Sip lah, masakanmu akan selalu kumakan, cantik, karena aku lapar!" puji Areksa dengan nada sambil tersenyum.
"Ya, emang Abang gua mah laper, Sal!" ketus Aksara menatap tajam pada sang kakak.
"Semoga lho bisa kuat sama tingkah laku kita berdua!" ujar Areksa dan Aksara secara bersamaan.
"Kita bakalan saling bahu membahu kalo diantara kita ada yang salah atau mendapat kan masalah, kita bakalan bantu!" sahut Areksa karena ia siap membantu.
"Tenang aja, Sal, mau apapun masalah nya, gua yakin kita bakalan bisa lewatin, ingat lho, gak bakalan sendiri, dan kalo lho emang butuh pundak kita, kita ada kok buat lho, kalo lho butuh apapun itu, kita bakalan bisa bantu kok!" ujar Aksara karena memang gunanya teman itu harus saling membantu.
"Ingat, walau dunia jahat, kita bakalan selalu nyediain pundak buat lho bersandar!" pesan Areksa pada Salsa agar ia tidak mudah menyerah.
"Kalian adalah teman yang sangat baik, kalian juga harus tahu kalo ada apa-apa, cerita sama Salsa, kalo kalian mau nangis, nangis aja, tangan Salsa selalu ada buat menghapus air mata kalian, dan pundak Salsa selalu ada kalo kalian mau bersandar, telinga Salsa selalu ada buat dengerin cerita dari kalian," kata Salsa dengan terharu nya.
"Ingat ya, Salsa sayang sama kalian, I love you more!" teriak Salsa dengan senang hati.
"Aaaaaaaaaarggg, ini beneran lho ngucapin I love you more buat kita!" teriak Aksara dengan nada sedikit salah tingkah.
"Waah, bener-bener banget nih orang!" ujar Salsa dengan nada sedikit kesal.
"Ke pen langsung salting ke planet Mars deh, biar semua planet tahu kalo lho berhasil buat gua salting!" seru Aksara sambil menggodanya.
"Hahahhahahhahahhah, udh donk!" gema Salsa dengan nada tertawa. "Jangan ketawa, cantik, nanti sifat tenang mu hilang!" pinta Areksa sambil tersenyum.
"Yaudah, berarti gua harus nahan ketawa, buhahhahahhahahhaah!" seru Salsa yang tak sengaja ketawa karena tingkah laku Aksara.
"Capek gua, sumpah capek gua, hahahaha!" balas Aksara sambil menahan tawanya.
"Hahahaha, capek gua juga, dari tadi ketawa Mulu!" ujar Areksa dengan tawanya.
"Janji ya, kita bakalan berjuang sama-sama, jangan pernah berubah ataupun asing, janji ya, diantara kita jangan sampai ada yang pergi duluan!" ujar Salsa karena ia tidak mau ada janji diantara mereka yang teringkari.
"Janji!" jawab Aksara dan Areksa secara bersamaan.
Mereka berjanji akan berjuang bersama dan mereka berjanji akan selalu bersama selamanya. Diantara mereka tidak akan pernah berpisah sampai kapanpun, persahabatan mereka akan tetap utuh hingga mereka dewasa. Setelah itu, Areksa dan Aksara pulang kerumah mereka dan mencoba untuk menghubungi kedua orangtua nya. "Semoga diangkat!" gumam Aksara dengan semangat.
Tak lama kemudian, ibu nya mengangkat telepon dari keduanya. "Halo, ayah ibu, apa kabar kalian disana? Aku sangat merindukan kalian, aku harap kalian baik-baik saja!" ujar Aksara dalam telepon nya.
"Ayah ibu, aku dapat juara satu!" seru Areksa membuat ayah dan ibunya merasa terganggu.
"Ya, bagus lah, sudahlah, kalian jangan manja seperti ini! Ingat, kalian sudah dewasa, ayah dan ibu masih meeting dengan rekan kami, kalian hanya mengganggu saja, uang jajan kalian sudah kami transfer, dengan itu jangan telepon kami lagi!" seru sang ibu membuat Areksa dan Aksara merasa sedih dan juga merasa tidak berdaya.
"Ibu, maaf, bukan maksud kami mengganggu kalian," ujar Aksara meminta maaf.
"Sudahlah, jangan hubungi kami lagi!" seru sang ibu membentaknya sambil menutup teleponnya.
Areksa merasa sangat bersalah dan merasa begitu sangat tidak berdaya, ia merasakan rasa sakit yang sangat dalam karena ayah ibunya terlalu sibuk.
Aksara merasakan bahwa dunianya begitu runtuh dan rapuh, ia tak menyangka ayah ibu nya mengatakan hal itu padanya, perkataan yang begitu tajam dan menyakitkan bagi mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
BLUE ROSE {TAMAT}
Teen FictionSalsabila Lirabiha, seorang gadis yang dikenal karena kebaikan hatinya, namun menyimpan sisi pendiam yang misterius. Di tengah kesunyiannya, hadir Areksa dan Aksara, si kembar ceria yang bagaikan matahari kembar, selalu berhasil menyinari hari-harin...
