Merawat dan memberikan obat

12 3 0
                                        

Sayang, bentar ya, aku mau ke rumah sakit sebentar! Aku mau memeriksa kesehatan pasien di luar sana," ujar Salsa dengan panik nya.

"Aku mau izin sama kamu, boleh nggak?" tambah nya sambil meminta izin padanya.

"Iya sayang, boleh kok, asal kamu jangan terlalu dekat dengan lelaki lain," pinta Aksara karena ia merasa sangat cemburu.

"Iya sayang," jawab Salsa sambil mencium pipinya lalu pergi.

Aksara tersenyum seperti orang yang sedang salah tingkah.

"Mau aku antar nggak?" ujar Aksara menawarinya.

"Iya sayang," sahut Salsa karena ia ingin diantarkan oleh sang suaminya.

"Kaivan sama Anzelia tidur, ayang, apa kita ajak aja?" fikir Aksara karena takut mereka terbangun.

"Nggak sayang, kita titip aja sama Avana, boleh kan?" sahut Salsa dengan lucunya merayunya.

"Boleh," ujar Aksara menjawabnya.

"Avana, gua titip Anzelia sama Kaivan dulu ya, sebentar aja," pinta Salsa sambil menitipkannya.

"Iya, tenang aja," jawab Avana dengan santainya.

Tak lama kemudian Salsa mulai menaiki mobilnya dan mulai ke rumah sakit miliknya dan memeriksa pasien nya.

"Sayang, hati-hati ya," ujar Aksara sambil mencium keningnya.

"Iya sayang," jawab Salsa sambil tersenyum manis.

"Aku juga habis ini mau meeting," izin Aksara dengan perhatian.

"Iya, aku mau masuk dulu ya," sahut Salsa sambil bersalaman dengannya.

"Iya, hati-hati ya," ujar Aksara sambil tersenyum manis.

"Iya," jawab Salsa dengan singkat nya.

Tak lama kemudian Salsa mulai berjalan menuju rumah sakit dan mulai memeriksa sang pasien nya.

"Halo Ciara, kamu udah gede aja," sapa Salsa merasa terkejut.

"Iya, Bu dokter, hehehe," seru Ciara menjawabnya dengan lucunya.

"Kamu sakit apa lagi, sayang?" ujar Salsa sambil bertanya.

"Maag aku kambuh lagi, Bu dokter," jawab Ciara membuat Salsa mencubit pipinya.

"Kan Bu dokter pernah bilang, cantik, jangan makan makanan pedas lagi, ok?" ujar Salsa sambil memeriksa keadaan nya.

"Ciara cantik, ini obat nya ya, sayang! Jangan makan yang pedes-pedes lagi, ok cantik?" seru Salsa membuat Ciara mendengarkan nya.

"Iya, Bu dokter, makasih ya," jawab Ciara berterima kasih.

"Iya, sama-sama," sahut Salsa dengan senyumannya yang khas.

"Pasien selanjutnya," ujar Salsa memanggil sang pasien nya.

"Hii, adek kecil, kamu sakit apa?" tanya Salsa menyapa nya dengan ramah.

"Dia tuna netra, dok," ujar sang ibu membuat Salsa merasa bersalah.

"Maaf, Bu, saya tidak tahu," seru Salsa meminta maaf.

"Tidak apa-apa," jawab sang ibu dengan santai nya.

"Hii, adik kecil, kamu sakit apa?" tanya Salsa sambil memakai bahasa isyarat.

"Aku sakit kepala dan aku juga sering sakit perut, Bu dokter," jawab sang anak kecil itu dengan bahasa isyarat nya.

"Sini, biar dokter yang periksa," ujar Salsa sambil memeriksa nya.

"Kamu demam panas, kamu tinggi hingga 38,5," seru Salsa dengan bahasa isyarat agar ia mengerti dengan perkataan nya.

"Iya, terima kasih, dokter," jawab anak tersebut sambil tersenyum manis.

"Sama-sama, ini obatnya," sahut Salsa sambil memberikan obatnya agar ia lekas sembuh.

"Jadi, berapa dok?" tanya sang ibu sambil mengeluarkan dompet nya.

"Nggak, Bu, ini gratis kok buat dia," ujar Salsa dengan perhatian nya.

"Nggak apa-apa, terima aja," pinta sang ibu dengan kebaikan nya.

"Nggak apa-apa, ini free khusus buat ibu aja kok, karena ibu adalah pembeli kami yang ke seratus," ujar Salsa membuat anak tersenyum dan tertawa.

"Makasih ya, dok! Saya janji akan membalas jasa dokter suatu hari nanti," kata sang ibu dengan senyumannya.

"Iya, tapi kamu janji dulu ya, jangan makan es sama makanan pedas dulu," pinta Salsa berbicara dengan anak tuna netra tersebut.

"Janji," jawab sang anak itu membalasnya sambil melingkarkan jari kelingking nya.

Salsa hanya tersenyum melihat senyuman yang sangat manis dari anak tersebut, karena ia tahu bahwa anak perempuan tadi sangat istimewa dan kelak akan menjadi anak yang sukses yang bisa membanggakan kedua orang tua dan dirinya sendiri. Ia yakin bahwa anak tersebut sangat sempurna dan sangat cantik bak bidadari yang turun dari surga

BLUE ROSE {TAMAT}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang