8.Sebuah kenakalan

34 16 0
                                        

"Denger-denger lho, ketahuan ngerokok ya?" ujar Robi dengan suara yang keras.

"Ngaku doank anak pendiam, tapi aslinya perokok!" sindir Hanan dengan kesal.

"Berisik lho, pada nyamber ja kayak petasan!" sahut Avana dengan tatapan yang sinis.

"Kalo emang ya, kenapa, lagian gua juga udah dihukum kok sama Areksa!" jawab Salsa dengan kesal.

"Nah, dengerin kata!" ujar Hinata dengan kesal.

"Lagian lho, pada kepo amat dah, gua yang ngerokok lho yang ribet!" ujar Salsa karena ia merasa bahwa mengapa mereka ingin tahu sekali dengan urusannya.

"Nyebelin amat sifat lho, Sal, nggak ada sopan santunnya nya!" jawab Robi dengan sedikit kesal.

"Gua kan cuman nanya!" seru Hanan merasa benar.

"Serah lho!" ujar Hinata dengan mood yang kesal.

"Dah, gua mau keluar, mau cari angin, malas gua liat muka lho disini!" ujar Hanan dengan sinis.

"Yaudah, yok!" ajak Robi dengan nada tinggi.

Mereka akhirnya pergi. "Sal, mau malam nih, tar katanya mau balap!" ujar Hinata mengajak nya.

        Malam tiba.

Salsa berada dalam arena balap dan dalam hitungan ketiga mereka mulai bersaing satu sama lain

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Salsa berada dalam arena balap dan dalam hitungan ketiga mereka mulai bersaing satu sama lain.

Salsa berada dalam arena balap dan dalam hitungan ketiga mereka mulai bersaing satu sama lain

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Salsa masih bertarung dengan Avana dan mencoba untuk melawannya.

Salsa masih bertarung dengan Avana dan mencoba untuk melawannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Lalu salsa berhasil melewati Avana.

Lalu salsa berhasil melewati Avana

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Dan berhasil melewati garis finis.

"Yeah, akhir berhasil!" teriak nya meraih kemenangan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Yeah, akhir berhasil!" teriak nya meraih kemenangan.

"Nih, buat mu sebagai pemenang, ada hadiah tiga puluh juta!" ujar sang wasit pembalap memberikan hadiahnya.

"Hah, ini ada hadiah nya!" sahut Salsa terkejut.

"Iyh, ini, terima ya!" pinta nya menyuruh untuk menerima hadiahnya.

"Ya, terima kasih!" jawab Salsa menerima hadiahnya.

"Sama-sama!" sahutnya dengan gembira.

"Gila sih lho, hebat banget bisa memenangkan balapan kali ini!" puji Hanan dengan kagum.

"Eak, lawan gua udah menang nih, selamat ya!" ejek Avana dengan bangga.

"Gila, Salsa lho, keren banget tadi!" puji Hinata dengan bahagia. "Selamat!" seru Areksa dengan senang.

"Lho, nggak bak-..." "Areksa memotong pembicaraan nya, "Nggak kok, kali ini lho hebat!" serunya memujinya.

"Aaaaaaaaaarggg, makasih banget buat Areksa, ketua VALHALLA, karena udh biarin gua bebas!" ujar Salsa dengan bangga.

"Sekali bebas kayak anak Ragunan, mirip kangguru lho!" seru Avana dengan senang.

"Lebih mirip orang utan, nggak sih?" ejeknya membuat Salsa kesal.

"Kalo ngomong asal aja lho, pada!" bentak Salsa dengan kesal.

"Gua cantik, speak yali yalili gini, malah dimiripin sama orang utan!" sahut Salsa karena ia merasa bahwa dirinya itu baik dan ramah.

"Spek yali yalili, ceunah!" sindir Hinata dengan kesal.

"Hahhh, lho bisa bahasa Sunda!" seru Salsa terkejut.

"Walau gua keturunan Jepang, gua juga bisa bahasa Sunda!" ujar Hinata dengan sombong.

"Anjay, abdi tadi menang balapan, itu apa artinya?" tanya Salsa pada Hinata.

"Nggak tahu!" jawab Hinata karena ia tidak mengetahui.

"Apa emang?" lanjutnya bertanya.

"Itu tuh artinya aku tadi menang balapan!" jawab Salsa membuat Hinata paham.

"Ooh!" sahut Hinata dan Avana secara bersamaan.

BLUE ROSE {TAMAT}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang