Salsabila Lirabiha, seorang gadis yang dikenal karena kebaikan hatinya, namun menyimpan sisi pendiam yang misterius. Di tengah kesunyiannya, hadir Areksa dan Aksara, si kembar ceria yang bagaikan matahari kembar, selalu berhasil menyinari hari-harin...
"Sal, gua nyaman sama lho," ujar Areksa dengan nada pelan.
"Gua pengen kita kayak gini dan jangan pernah asing atau apapun, kita akan menjadi sahabat selamanya!" pinta Aksara pada temannya.
"Gua juga pengen gini sampai pelulusan nanti," tutur Salsa meminta agar persahabatan nya tetap seperti sekarang.
"Oh ya, gua mau nanya, gimana kabar lho disekolah tadi?" tanya Areksa pada Salsa.
"Gua punya banyak teman sekarang, cuma gua takut suatu saat nanti semua orang tahu kekurangan gua, gua takut akan hal itu, Eksa," jawab Salsa dengan ketakutan nya dimasa lalu.
"Semua orang memiliki kekurangan masing-masing dan mereka pun memiliki kelebihan mereka masing-masing, lho, gak usah takut!" ujar Areksa pada Salsa.
"Sal, mau apapun itu, kita semua manusia, tidak perlu menjadi sempurna dan memaksakan diri untuk terlihat sempurna, karena yang sempurna hanyalah malaikat!" seru Aksara menatap Salsa karena ia yakin bahwa Salsa bisa berteman dengan baik.
"Tapi kalian tahu kan kekurangan Salsa, dan kalian tahu gimana dulu mereka menganggap Salsa adalah orang yang paling menjijikkan," kata Salsa karena ia mengingat masa lalunya dimana ia dihina dan dianggap buruk.
"Itu dulu, waktu lho masih kelihatan kusam," jawab Areksa karena ia melihat bahwa ia memang terlihat sangat cantik setelah dirinya dewasa.
"Kalo sekarang lho udah cantik!" puji Aksara menyuruh Salsa untuk bersinar.
"Jangan takut tentang hal apapun!" pinta Areksa karena menurut nya kejadian dimasa lalu itu seharusnya ia jadikan sebagai pelajaran, bukan sebagai trauma yang menghantuinya.
"Karena kita semua manusia yang gak akan pernah dewasa tanpa adanya masalah," sahut Aksara dengan kata-kata yang bijak.
"Makasih, kalian semua baik banget, kalian semua selalu ada buat Salsa, beruntung banget punya kalian!" senyum Salsa terlihat bahagia ketika ia mendapatkan banyak kata support dari kedua sahabatnya.
"Oh ya, Areksa, Aksara, jangan, gua harap kita bakalan kayak gini selamanya!" ujar Salsa pada Areksa dan Aksara.
Tiba-tiba teman Salsa chat.
Mutiara
Sal, lho dimana?
Gua ada dirumah ✓✓
Oh, gua kerumah lho ya?
Mau kemana emang, gak usah repot-repot kerumah ✓✓
Iyh, nggak apa-apa kok, gua bakalan kerumah lho
rumah gua berantakan lho, bakalan main ntar, lho nyesel ✓✓
Nggak apa-apa
oh yaudah, ntar gua beres-beres dulu ya ✓✓
Oh iya
"Eh, eh, gua pulang dulu yak!" seru Salsa karena ia takut dimarahin oleh ayahnya karena main terlalu lama. "Mau ngapain emang?" tanya Areksa dengan heran.
"Temen gua mau main, gua takut lho pada malu kalo mereka tahu kita sahabatan," ujar Salsa memberi tahunya.
"Kita capek harus rahasia-rahasiaan gini, Sal!" sahut Areksa karena ia terlihat begitu lelah.
"Gua cuma takut suatu saat lho pada nyesel," jawab Salsa karena ia takut semuanya akan merusak persahabatan nya. . . . . . Halo guys jangan lupa bantu bca dan vot
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.