" Disini Baby!" Teriak seorang pria melambaikan tangannya ke udara menarik atensi pemuda bersurai dark grey yang baru saja memasuki pintu cafe
Hari ini merupakan hari yang dijanjikan keduanya untuk bertemu. Dan rasa bahagia terlihat jelas di wajah pria yang mendapatkan pesan semalam dari kekasihnya tentang tempat pertemuan mereka kali ini.
" Sudah menunggu lama?" Tanya Noeul mendudukkan diri di depan Boss
" Belum. Aku hanya terlalu cepat datangnya." Jawab Boss mengambil tempat berpindah di sebelah Noeul
Noeul memandang geli dengan tindakan pria yang selalu tak mau jauh darinya tersebut. Sesaat tanda tanya masuk ke dalam hatinya, apakah pria ini juga melakukan hal yang sama ketika berada di dekat saudara kembarnya. Apakah semua tindakan yang pria ini lakukan juga pernah dia lakukan untuk saudaranya.
Senyum getir jelas menghiasi wajah cantik itu, hatinya terusik oleh kenyataan yang membuatnya cemburu untuk sesaat.
" Aku sudah memesan untukmu, kita makan lebih dulu baru ke rumah. Papa sudah sibuk merapikan kamar tamu karena aku mengatakan kau akan..."
" Rain sudah kembali."
Boss menghentikan kalimatnya, tubuhnya yang tadi menempel pada sang kekasih kini berjarak karena duduknya yang menjadi tegap. Noeul kembali tersenyum getir mendapati Boss terkejut dengan ucapannya yang mengatakan saudara kembarnya itu sudah kembali. Dan reaksi yang diberikan pria itu sudah cukup mencubit sisi terdalam Noeul. Setidaknya dirinya tahu bagaimana akhir kisahnya.
Boss hendak menjawab ucapan dari Noeul ketika pesanan mereka datang, membuat pria itu urung melakukannya. Dalam diam Noeul menyantap makanan yang sudah dipesan Boss untuknya meskipun perutnya bergejolak tak nyaman.
Seolah tahu tempatnya juga kebimbangan yang tengah dihadapi pria itu, Noeul mengabaikan kalimat pernyataan yang sempat dia utarakan. Dan Boss justru mengikuti apa yang dilakukan Noeul begitu saja, tanpa meluruskan lebih dulu akar permasalahan mereka.
Bagi Noeul sejak awal semua sudah menjadi akar permasalahannya dan bagi Boss pertemuan pertama bersama Noeul lah yang menjadi akar permasalahannya.
Noeul menginap di tempat Boss sesuai janjinya tempo hari, namun pemuda itu tak memberikan akses masuk bagi Boss ke dalam kamar tamu yang dirinya tempati. Panggilan berulang dari Boss dia tulikan.
" Hanya sampai disini saja, Mari kembali ke tempat seharusnya." Gumam Noeul menutup kedua telinganya dengan bantal agar suara panggilan dari Boss tak didengarnya
.....
Sky terkejut mendapati sahabatnya sudah berdiri di depannya dengan senyum manis andalannya dan kedua tangan yang memamerkan Tote bag.
" Aku membawakanmu sesuatu dari Eul," Rain memeluk Sky dan berbohong tentang buah tangan dari Noeul
Sky dilema. Dirinya ingin memarahi sahabatnya yang menurutnya sudah bertindak cukup keterlaluan pada saudara kembarnya sendiri, meskipun tak akan semarah seperti Peat. Namun melihat rona bahagia Rain ketika bercerita panjang lebar padanya, juga janjinya pada Noeul, membuatnya urung melakukan apa yang seharusnya dia lakukan.
Atas nama persahabatan dirinya harus menyimpan kembali amarahnya, karena sesuai ucapan Noeul, Rain tak bermaksud untuk menipunya dan membuatnya marah. Anak itu hanya tak suka jika sahabatnya kecewa padanya.
Sky juga tak ingin merasakan kekecewaan itu, namun rasa itu hadir begitu saja. Dirinya menarik nafas dalam sebelum menghentikan rentetan ucapan Rain dengan sentuhan di tangan.
Sudah cukup baginya menjadi seorang pengecut hanya karena tak ingin orang lain terluka atas kenyataan yang telah terjadi. Karena mungkin benar seperti ucapan Noeul yang tak ingin Rain terluka, hanya saja Noeul sudah lebih dulu merasakan luka tersebut. Dan hati nuraninya terus terusik karena hal itu.
" Hentikan. Aku sudah tahu, bukan Eul yang membelikanku semua ini." Sky hanya ingin kejujuran dari bibir sahabatnya
" Apa.."
" Rain, Jangan membuatku seperti orang bodoh."
" Sky, Aku.."
" Aku tahu. Tapi maaf, Aku tetap kecewa padamu. Kau membuatku menyalahkan seseorang yang begitu baik padamu. Kau membuatnya seolah dia yang jahat Rain,"
" Apa yang kau katakan Sky? Aku tak mengerti,"
" Berhenti bertingkah kau tak bersalah. Sebagai sahabat aku kecewa padamu, bagaimana bisa kau menipu sahabatmu sendiri seperti itu. Meskipun begitu, aku tetap menyayangimu. Karenanya, aku rasa kau harus melepas milikmu sebagai gantinya."
" Sky.." Rain masih tak mengerti
" Phi Boss bukan lagi milikmu Rain. Lepaskan dia!"
Pada akhirnya inilah yang bisa Sky lakukan untuk menebus semua rasa bersalahnya pada saudara Rain.
Rain mematung mendengar ucapan Sky yang meminta dirinya melepaskan kekasihnya. Apa yang terjadi selama dirinya tak berada disini selama ini. Apa yang berubah. Kenapa Noeul tak mengatakan apapun padanya. Siapa orang yang sudah berani mengambil miliknya. Ribuan pertanyaan silih berganti hinggap di kepala cantik Rain.
Pemuda itu berlari, dirinya harus menemukan jawaban atas semua pertanyaan yang terus saja tak dia temukan jawabnya. Dan semua itu hanya Noeul yang memiliki jawabnya.
Selama ini Rain sudah mempercayakan posisinya pada saudara kembarnya, berharap semua masih sama ketika dirinya kembali. Namun yang terjadi sungguh tak dia mengerti sama sekali.
Hanya dalam waktu singkat dan segalanya tak lagi sama.
Di tengah pelariannya, langkah Rain harus terhenti karena sosok yang tiba-tiba hadir ke hadapannya.
Rasa rindu, membuat Rain melupakan sejenak tujuannya untuk segera sampai di tempat saudara kembarnya.
" Phi!!" Seru Rain melompat masuk ke dalam pelukan pria yang begitu dia rindukan
Boss hanya diam tak berkutik ketika mendapat pelukan dari seseorang yang beberapa bulan lalu mengisi hatinya. Namun kini debaran hati itu sudah berganti alih. Tak adalagi gejolak menyiksa ketika tak menemukan sosok yang ada dalam pelukannya kini. Hanya hampa dan salah.
Semua tak lagi berada pada tempatnya. Dan Boss merasa putus asa karena hati yang dia inginkan menutup pintunya rapat-rapat.
Rain merasakan keanehan ketika pelukannya tak bersambut seperti biasa. Pria ini hanya diam mematung tak melakukan apapun. Wajah sendu yang pertama kali Rain lihat, senyumnya masih bertahan disana karena mengira itu akibat perpisahan mereka.
Namun yang terjadi selanjutnya membuat Rain tercengang. Wajahnya pias dengan kenyataan pria itu menunduk sembari menyebut nama saudara kembarnya.
" Noeul.."
" Kumohon kembalikan dia padaku.."
Ribuan jarum seperti terbang mengarah dan menancap tepat ke relung hatinya, mendengar kekasihnya menyebut nama orang lain dengan wajah sendu yang seharusnya menjadi tempatnya.
Rain cukup tahu sekarang apa yang sudah terjadi selama dirinya pergi. Hanya dalam waktu singkat tempatnya sudah digantikan. Dan itu bukan orang lain, melainkan saudaranya sendiri.
Sakit. Rasanya sungguh menyakitkan dikhianati orang yang sudah sepenuhnya kau berikan kepercayaan.
Rain menyingkirkan tubuh Boss sedikit kasar agar tak menghalangi jalannya pergi mencari keberadaan saudaranya, yang dia yakini berada di tempat Peat.
Bahkan pria itu tak lagi mengejar ataupun memanggil namanya, Rain merasakan kemarahan yang begitu membara membakar seluruh tubuhnya. Mengingat pria yang dia cintai tak lagi mengukir namanya di dalam hati.
Tbc
Happy weekend 🤗🤗
KAMU SEDANG MEMBACA
MIROR
FanfictionKisah dua pemuda kembar identik yang harus terjebak dalam suatu kerumitan dimana cinta yang datang kepada keduanya berasal dari seorang pria. Akankah persaudaraan yang selama ini dibagi bersama bisa membuat keduanya mengalah satu sama lain, atau jus...
