3.

3.4K 297 22
                                    

⚠️ Mention of mental issues ⚠️

Aku mau kasih peringatan ke kalian kalau cerita aku itu mengandung masalah kesehatan mental yang mungkin bisa mentrigger beberapa orang. Aku bakal kasih peringatan di tiap bab yang mengandung hal ini, jadi bagi yang takut kenapa-napa boleh banget skip aja. Please protect yourself first ya guys.

"Papa sama Mama bakal pergi ke luar kota selama kurang lebih 3 hari."

Zee meletakkan sendoknya. "Beneran Pa??!"

"Kenapa? Seneng ya ga ada Papa Mama?"

"Eh, ga gitu Ma. Kan kakak cuma mastiin doang. Kok Mama suudzon sih..?"

"Halah, orang mukanya kayak orang kesenengan gitu."

"Ish, Mama ga boleh gitu.."

Sambil menyuap makanan di sendok, Christy bertanya. "Kapan berangkatnya?"

Sean meneguk air di gelas. "Siang ini kita udah berangkat, dek."

"Kok buru-buru banget, Pa?"

"Iya soalnya jadwalnya pun baru tadi direncanain. Kalian masing-masing bawa kunci cadangan rumah kan? Nanti pas pergi mau dikunci pintunya. Jangan lupa jagain ya rumahnya."

"Siap Pa, Ma! Kakak sama adek orangnya amanah kok. Kita bisa jaga rumah dengan baik." Zee mengacungkan jempol.

Christy memutar bola mata malas. "Halah, paling juga aku doang yang di rumah. Kamu kan keluyuran mulu."

"Eh engga ya. Akhir-akhir ini kan aku udah mengurangi pergi ke luar," Zee membela diri.

"Mengurangi bukan berarti udah jarang kan?"

"Tapi-"

Sebelum Zee bicara lagi, Sean lebih dulu menyela. "Udah udah. Intinya Kak Zee jangan keluar rumah sering-sering dulu ya. Pulang sekolah jangan langsung keluyuran. Kasian nanti adek ditinggal sendiri."

"Iya Pa.."

Zee akhirnya memilih mengiyakan saja daripada menjawab perkataan ayah nya.

"Eh Zoy, hari ini aku pulangnya telat soalnya ada rapat OSIS. Kamu kalau mau pulang duluan bawa motor aja ya."

"Aku juga ada latihan basket sih.. tapi yaudah deh. Kamu bawa mobil ya berarti?"

Christy mengangguk.

Sambil menyantap sarapan nasi uduknya, Zee membayangkan kegiatan apa saja yang akan ia lakukan, mumpung orangtuanya pergi.

Pulang basket mungkin sekitar jam 5 sore.. abis itu mending ngapain ya? Bosen banget kalau diem di rumah. Apa aku ajak Adel sama Flora main billiard aja ya? Terus-

Pikirannya terhenti setelah orang di sampingnya menyikut. Christy meliriknya tajam, seolah bisa membaca pikirannya. "Ga usah aneh-aneh," bisik gadis itu.

"Lah, apaan deh?"

"Aku tau ya, kamu lagi ngerencanain mau main sampai malem."

"Sok tau!"

"Lah emang! Feeling aku kuat kalau tentang kamu. Kamu ga bisa nyembunyiin apapun dari aku."

Zee tertegun sebentar, lalu tersenyum tipis. "Ya ya, terserah.."

***

"Oper! Oper!"

Hop!

Bertaut (ZoyToy)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang