Satu tahun kemudian...
"Toy, cepetan! Nanti kita telat!"
"Zoy, masih ada satu setengah jam lagi. Tenang aja."
Di depan kaca kamarnya itu, Christy masih sibuk mengamati ujung kepala sampai ujung kakinya, memastikan apakah semua sudah pas tanpa ada yang aneh.
Zee yang awalnya menunggu di lorong akhirnya ikut masuk juga ke dalam kamar yang pintunya tidak ditutup itu. Ia melipat lengan di depan dada, memperhatikan kegiatan yang sedang dilakukan kembarannya.
"Udah Toy. Udah cantek itu.." komentarnya dengan nada gusar.
Christy akhirnya berjalan ke arah pintu. Tapi bukannya keluar, dia malah berhenti di depan Zee, mencodongkan badan. "Makeup ku udah pas kan?"
"Udaaaah.. ya ampun udah shining shimmerling splendid ngalahin taj mahal. Udah cantek kaleee.." Kata Zee lagi, menahan emosinya.
Tangan Christy yang menggenggam kaca kecil diangkat, dan ia memperhatikan wajahnya lagi. "Iya, udah pas. Makeup Mama ga pernah gagal," gumamnya, tersenyum senang.
Melihat penampilan Zee di hadapannya, Christy tak tahan untuk memuji. "Kamu kok cantik banget sih, Zoy?"
Sebenarnya penampilan mereka, mulai dari makeup, rambut disanggul, sampai rok batik--semua sama. Yang membedakan hanyalah warna kebayanya. Zee mengenakan warna biru donker, sedang kebaya Christy berwarna perak.
Tipikal anak kembar sekali, bukan?
Biasanya Zee akan senang dengan pujian, apalagi ini keluar dari mulut Christy yang gengsi. Tapi karena ia terlanjur kesal, maka dijawab seadanya saja. "Iya, thanks. Udah ya, yuk ke bawah."
"Kok kamu buru-buru banget sih?" Sambil berjalan keluar, Christy bertanya. Tapi kemudian ia menjawab sendiri lagi. "Oh iya. Kamu mau cek sound dulu ya."
"Iya. Emang kamu engga mau latihan dulu sebentar?"
"Em.. iya, boleh deh."
Di meja makan, satu mangkok besar soto panas sudah tersedia, tinggal menunggu ada yang mengambilnya saja.
"Asik, soto!" Zee menyeringai senang, cepat mengambil posisi.
"Makannya dikit aja ya, biar ga telat dan kekenyangan. Nanti kan setelahnya makan lagi," pesan Gracia, mengeluarkan piring-piring.
"Oke, Ma," jawab si kembar kompak.
Tak lama, dari kamar bawah, Sean datang dan bergabung bersama. Tapi sebelum mulai makan, pria itu menatap kedua putrinya dulu. "Aduh, cantik-cantik banget ini. Anak siapa sih kalian?"
"Anak Mama lah.." balas Zee mantap tanpa ragu.
"Anak Mama dan.."
Hening, hanya ada suara sendok dan garpu beradu di piring.
Sean hendak berucap lagi, tapi Christy malah mengganti topik. "Papa hari ini beneran full kosong kan? Ga balik ke kantor lagi?"
"Iya, engga. Masa hari penting gini Papa masih kerja sih? Rugi dong.."
"Hei, jangan ngobrol. Fokus makan aja, nanti makin lambat lagi," dari belakang, Gracia muncul dengan dress merahnya.
Melihat itu, Sean menghentikan gerakan sendoknya dan beralih menatap istrinya. "Pantes anak-anak kita cantik semua. Ibu nya aja secakep ini."
Zee dan Christy reflek membuat ekspresi mual. "Pa, di kamar aja ya," kata Christy, melambaikan tangan cepat.
Gracia dan Sean hanya tertawa kecil, lalu mereka melanjutkan kegiatan makannya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Bertaut (ZoyToy)
Fanfiction𝙎𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙙𝙚𝙩𝙖𝙠 𝙟𝙖𝙣𝙩𝙪𝙣𝙜 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙖𝙪𝙩, 𝙉𝙮𝙖𝙬𝙖𝙠𝙪 𝙣𝙮𝙖𝙡𝙖 𝙠𝙖𝙧'𝙣𝙖 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣𝙢𝙪 - 𝙉𝙖𝙙𝙞𝙣 𝘼𝙢𝙞𝙯𝙖𝙝 "Jadi lebih baik dari aku ya Toy?" - Azizi Asadel Natio "Kamu harus lebih bahagia dari aku, Zoy." - An...