BRAAAKK!!
"TOYAAA!!"
Christy menutup kedua telinga, berseru membalas. "Apaan?! Pagi-pagi udah bikin ribut aja!" Sangat menyebalkan saat libur paginya yang damai tiba-tiba diganggu, apalagi pintu kamarnya sampai didobrak seperti itu.
Tidak menghiraukan kekesalan saudarinya, Zee lompat ke kasur untuk mendekat. "OSIS gila ya?!"
"Gila? Apa sih??" Christy bangkit dari posisi tidurnya.
Zee menunjukkan layar handphone, sebuah poster pengumuman di grup chat. "Juara satu gowes santai dapet PS5??? Kok bisa??"
"Aduuh.." Christy mengibas rambut ke belakang. Ia kira ada hal besar yang terjadi. "Ya bisa lah. Orang kita dapet sponsor gede."
"WOW!" Zee menutup mulutnya. "Ini hadiah termahal yang pernah dikasih ga sih??"
Mengangkat bahu, Christy lanjut membaca novelnya. "Entahlah. Iya kali?"
Kobaran api muncul dari mata Zee. Gadis itu mengepalkan tangannya. "Kalau gitu aku harus menang."
"Demi PS5 doang?" Tanya Christy, sekilas melirik kembarannya.
"Doang?? Ini PS5 loh, Toy. PS5 yang bisa didapetin secara gratis!" Zee menurunkan handphone, menatap kembarannya serius.
Christy menghela nafas. "Kamu kan bisa minta dibeliin langsung sama Papa."
"Emang Papa mau beliin?"
"Ya kan kamu belum nyoba minta."
"Kayaknya ga bakal diizinin deh." Zee menggeleng, yakin dengan pendapatnya. "Lebih mudah menangin lomba ini daripada ngebujuk Papa."
Menggelengkan kepala, Christy kembali fokus pada bacaan di tangannya. "Terserah deh."
Punya ide, Zee lalu menepuk lengan adiknya. "Yuk, Toy."
"Hah? Apa?" Christy mengernyit.
"Kita latihan sepeda ke taman sekarang."
Tentu Christy mentah-mentah menolak. "Yaudah kamu aja."
Tapi yang namanya Zee, gadis itu keras kepala. "Ayolah, temenin aku, Toyaaaa.." Ia menggoyang-goyangkan lengan Christy.
Terganggu, Christy jadi kesal. "Kamu kan bisa sendiri??"
"Ya masa kamu tega biarin aku yang lemah, lucu, imut ini sendirian di taman?" Zee memanyunkan bibir, membuat raut melas. "Kalau aku diculik sama om-om gimana?"
Tertawa kecil, Christy menggeleng. "Ga bakalan. Yang ada juga om-om nya yang nangis dipukulin kamu."
"Ish, kamu kok jahat sih, Toy?!" Gerutu Zee, membulatkan mulut lalu membalikkan badan sambil melipat kedua tangannya di dada.
Begitu melihat Zee yang ngambek, Christy langsung meletakkan novelnya di meja samping. "Eh, jangan ngambek gitu dong."
Christy menarik pundak Zee ke belakang agar gadis itu mau menghadapnya, tapi ditolak. Duh, repot sekali apabila si bayi dino ini sudah ngambek.
"Iya yaudah aku temenin," bujuk Christy lembut.
"Ga mau, kamu ga ikhlas gitu," ucap Zee, masih enggan menatapnya.
Menepuk jidat, Christy menghela nafas untuk kesekian kali. "Engga, Zoyaa.. aku beneran mau."
Karena Zee masih tidak mau bergerak dari posisinya, maka Christy beranjak bangun, mengikat rambut dan mendekati lemari baju. "Ayo, aku udah siap-siap nih."
Zee sempat melirik sedikit ke arah Christy untuk memastikan, tapi ia tetap pada posisinya, melanjutkan aksi ngambek.
Baiklah, karena Zee tidak menunjukkan sama sekali pergerakan, Christy melakukan cara yang biasa dilakukan oleh Ibu mereka untuk menghadapi anak yang ngambek. "Yaudah aku tinggalin ya. Aku ajak Mama aja deh buat pergi."

KAMU SEDANG MEMBACA
Bertaut (ZoyToy)
Fanfiction𝙎𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙙𝙚𝙩𝙖𝙠 𝙟𝙖𝙣𝙩𝙪𝙣𝙜 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙖𝙪𝙩, 𝙉𝙮𝙖𝙬𝙖𝙠𝙪 𝙣𝙮𝙖𝙡𝙖 𝙠𝙖𝙧'𝙣𝙖 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣𝙢𝙪 - 𝙉𝙖𝙙𝙞𝙣 𝘼𝙢𝙞𝙯𝙖𝙝 "Jadi lebih baik dari aku ya Toy?" - Azizi Asadel Natio "Kamu harus lebih bahagia dari aku, Zoy." - An...