15.

2.8K 394 42
                                    

Tok tok tok!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Tok tok tok!

"Toy.. buka pintunya.."

Tidak ada jawaban, Zee melirik nampan nasi di tangannya, juga satu buah nampan lainnya yang tergeletak di lantai depan pintu kamar. Ia menghela nafas. Bahkan nasi tadi pagi tidak disentuh oleh Christy sama sekali.

"Minimal kamu makan dulu, Toy.."

Masih hening. Entah Christy memang tidak mendengarnya, atau gadis itu sengaja tutup telinga.

"Jangan kayak gini, Toy. Tolong.." lirih Zee menggigit bibir. Meskipun tahu Christy tidak akan menanggapi, ia tetap berusaha.

Sungguh Zee tidak tahu lagi harus berbuat apa. Sudah dua hari sejak kepulangan mereka dari Bali, artinya selama itu juga Christy seperti ini. Selalu diam, mengunci pintu, enggan keluar kamar. Entah apa yang anak itu lakukan, tapi yang Zee tahu, saudarinya itu tidak sedang dalam keadaan baik-baik saja.

Lalu sebenarnya apa yang terjadi dengan Christy pada olimpiade kimia di Bali? Jawabannya Christy menang--

Juara dua.

Flashback kemarin, hari Senin.

"Baik, sebelum upacara di akhiri, Bapak ingin memberikan sertifikat penghargaan kepada siswi berprestasi kebanggan kita, Angelina Christy Natio, yang berhasil meraih juara dua pada olimpiade kimia nasional yang diselenggarakan di Bali kemarin lusa."

Riuh tepuk tangan memenuhi lapangan pagi itu saat nama yang dipanggil berjalan ke tengah lapangan.

Setelah menyalami, pundak Christy ditepuk oleh kepala sekolah. "Selamat ya nak."

Christy tersenyum, menerima sertifikatnya, lalu mereka berfoto bersama. Saat kepala sekolah merangkulnya sekali lagi, telinga Christy dibisikkan.

"Bapak harap, lain kali kamu bisa lebih baik lagi ya."

Deg!

Seketika Christy tertegun. Jantungnya berdegup sangat keras. Pria di depannya itu tersenyum hingga matanya menyipit, tetapi Christy tidak bisa melihat sedikitpun 'senyum' disana.

Tidak, ia harus tetap fokus. Akan sangat aneh apabila dia mendadak terdiam di tengah-tengah tontonan para manusia ini. Christy tetap membalas ucapan sekolah dengan anggukan beserta senyuman.

"Baik, terima kasih, Pak."

Sebenarnya Christy tidak tahu. Apakah kata 'terima kasih' nya itu memang benar untuk diucapkan. Terima kasih? Terima kasih untuk apa? Kata-kata motivasi itu? Memangnya itu motivasi?

Tapi ia harus cepat-cepat membuyarkan pikirannya. Dengan profesional ia berjalan kembali ke barisan murid.

"Loh, bukan juara satu?"

"Kirain bakal juara utama lagi."

"Berarti dia gagal lanjut ke tahap berikutnya ya?"

"Tumben dia turun. Padahal dari dulu selalu juara satu."

Bertaut (ZoyToy)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang