28.

1.4K 281 39
                                    

"Ma, kita berangkat ya!" Sahut Zee, melambaikan tangan dari luar.

"Iya, hati-hati ya bawa mobilnya, Kak!" Balas Gracia ikut melambai.

Ceklek!

Zee duduk di kursi pengemudi, memasang seatbelt dan merapikan kaca spion. "Udah siap masuk sekolah lagi, Toy?"

"Udah."

"Aduh, aku yang ga siap harus duduk berjam-jam di kelas. Semoga hari ini ga banyak pelajaran ngebosenin."

"Ga bakal bosen. Ini kan hari Kamis, ada kimia sama matematika wajib," balas Christy santai, memasang seatbelt.

Mendengar itu Zee langsung melemas. "Kimia? Yah, baru masuk sekolah langsung ketemu Bu Melody.."

"Bu Melody itu baik, kok. Asal merhatiin pelajaran sama ngerjain PR aja."

Mata Zee langsung melebar, mengingat sesuatu. "Ya ampun, Toy! Aku lupa belum ngerjain PR kimia! Kamu udah?"

"Udah."

"Kok kamu ga bilang??"

"Kan Marsha ngasih taunya di grup, terus kamu ngebales pesannya. Aku kira kamu udah ngerjain," Christy mengangkat bahu.

"Ish, mati deh aku.." Zee menepuk dahi atas kebodohannya sendiri. Ia lalu menatap kembarannya, nyengir lebar. "Nanti aku minjem buku kamu ya, Toy? Hehe.."

"Iya, terserah."

20 menit kemudian mereka telah memarkirkan mobil di parkiran dan mulai melangkah santai di lorong sekolah menuju kelas. Sesekali Zee melambaikan tangan ke arah teman-temannya yang menyapa, tersenyum kepada semua orang seperti biasanya.

Namun, tak butuh waktu lama bagi mereka untuk menyadari ada yang berbeda pagi itu. Murid-murid di sepanjang lorong menatap mereka dengan pandangan aneh, beberapa bisik-bisik sambil melirik.

Zee mengerutkan kening, berbisik ke sebelahnya. "Ini perasaan aku doang atau gimana, tapi mereka semua kayak ngeliatin ke arah kita."

"Engga, ga usah geer. Mereka punya mata," jawab Christy malas. Sebenarnya ia juga merasa aneh, tapi ia tidak mau memusingkannya.

"Serius, Toy. Mereka kayak ngeliat anomali gitu, mukanya pada ga enak semua."

"Yaudah, enakin aja."

"Ish, Toy!" Protes Zee dengan nada frustasi, hendak berkata lagi, namun ternyata mereka telah sampai di pintu kelas.

Lagi-lagi Zee mendengarnya, bisik-bisik itu semakin jelas. Beberapa teman kelasnya bahkan berhenti mengobrol saat mereka masuk, dan banyak pandangan langsung tertuju kepada mereka.

"Apa sih?" Gumam Zee risih, sementara Christy tidak menghiraukan, dengan santai duduk di bangkunya.

Seperti telah lama menunggu, Kathrina yang hari itu masuk lebih awal segera memajukan lehernya ke depan. "Lo berdua udah tau?"

"Tau apa? Orang kita baru dateng," Zee mendengus.

Kathrina dan Marsha saling pandang, juga Flora yang membalikkan badannya ke belakang untuk ikut nimbrung. Ketiganya menampilkan raut muka yang sulit diartikan, seperti bingung harus memulai dari mana.

"Apa sih? Jangan tatap-tatapan gitu. Emang kenapa? Ada apa?" Tanya Zee tidak sabaran.

"Video ini," akhirnya Kathrina menyodorkan handphonenya, menunjukkan sebuah video.

Baru dua detik menatap layar, emosi Zee sudah naik, enggan menonton sampai habis. Christy juga terkejut, namun berusaha tetap tenang menyaksikannya.

Dengan wajah merah padam, Zee menolehkan pandangan pada Kathrina. "Ini.. dari mana lo dapet video ini?!"

Bertaut (ZoyToy)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang