Hi ... tadi iseng2 ngintip chapter 5, tapi ternyata ga nyambung sama chapter sebelumnya, akhirnya setelah di cek lagi, chapter 4 belum selesai. Monmaaf, kang convert sepertinya lelah.
Jadi ini lanjutannya ya.....
* * * * * *
"Thit, serius, apa hidungku miring?"
"..."
"Kukira silikon hidungku miring, sakitnya minta ampun. Aku buat ini mahal, tahu," kata Min dengan wajah kesal sambil memegang hidungnya pelan-pelan. "Sial, rasanya dadaku juga sakit. Apa aku harus melepasnya?"
"Silikon di dadamu?"
"Iya."
"Kalau kau lepas, apa yang tersisa darimu, Min? Selain dadamu yang besar, kau tidak punya kelebihan lain."
"Brengsek! Eh, Thit, bagaimana kau bisa tahu kalau aku tidak punya kelebihan lain selain dadaku? Memangnya kau pernah coba?"
"Mungkin sepertinya harus dicoba."
"Kau sendiri yang bilang, ya. Kalau aku datang, jangan kabur."
"Kenapa aku sebagai pria malah jadi korban pelecehan?" Aku mengerutkan kening sambil menghela napas. Ya, kami memang sering bercanda seperti ini, tapi aku nggak pernah menang lawan Min. "Kalau begitu, aku pergi dulu."
...
Aku berdiri di tengah tempat yang belum pernah kutuju sebelumnya. Aku menyebut nama Phi Min dalam hati sekali lagi sebelum memberitahukan kepada petugas di depan. Dia memintaku untuk duduk menunggu di depan kaca. Setelah mendapatkan informasi dari Phi Preaw pada hari itu, Phi pemabuk di sebelah kamarku memberi tahu nama tiga orang yang dicurigai. Aku mendapatkan informasi tambahan dari menanyakan kepada Phi-Phi di kamar dan menyelidiki sendiri. Aku tidak tahu apakah Phi pemabuk itu akan melakukan sesuatu atau tidak, karena sudah beberapa hari dia tidak kembali ke kamarnya, jadi aku memutuskan untuk menemui Phi Min sendiri.
Karena aku merasa sudah tahu siapa pelakunya.
"Oh," kata seorang perempuan yang mengenakan seragam tahanan berwarna suram. Wajahnya cantik seperti orang Eropa dengan mata tajam, tidak mengenakan make up tapi tetap terlihat sangat menarik meskipun tato menghiasi lengan penuh. "Aku pikir Thit. Siapa kau?"
"Eh, namaku Daotok."
"Hah?"
"Aku Dao," melihatnya bingung, aku pun menjelaskan. Orang di depanku mengangguk sedikit seolah mengerti.
"Ya, ada keperluan apa? Kau datang mengunjungi orang yang tepat, kan? Aku rasa aku tidak mengenalmu."
"Aku adalah orang yang tinggal di kamar lama Phi."
"Oh, sebelah kamarnya Thit, ya?"
"Krap," aku mengangguk.
"Kau Nong yang berbicara dengan hantu, ya?"
"Ya."
"Wah, ada apa? Thit menghilang begitu saja tanpa jejak. Ada di ujung dunia mana dia sekarang?"
"Entahlah, tapi aku rasa aku sudah tahu siapa pelakunya."
"Siapa?"
"Phi Olin, teman Phi."
"Olin? Kenapa kau pikir dia pelakunya? Dia terlihat pendiam."
"Sebenarnya, dia menyukai Phi Donut."
"Hah?"
"Ya, Phi Donut tidak menceritakan hal ini padamu karena takut terjadi pertengkaran. Dan Phi Donut tidak pernah berpikir bahwa pelakunya adalah orang yang dikenalnya. Tapi setelah aku memberi tahu Phi Donut bahwa pelakunya berambut pendek, dan Phi Olin juga berambut pendek, Phi Donut akhirnya menceritakan ini kepadaku. Tapi, Phi Donut tidak ingat kejadian malam saat dia meninggal."
KAMU SEDANG MEMBACA
[END] WEST : THE SUN FROM ANOTHER STAR
Romantik=AUTHORIZED TRANSLATION= Ini adalah terjemahan Bahasa Indonesia yang sudah memiliki ijin resmi dari penulis ya 😊🫶🏻 ⭐️⭐️⭐️ Saat Arthit mengungkapkan persaannya, Daotok tidak tahu harus berbuat apa meskipun dia juga menyukainya. Tapi, yang terjadi...
![[END] WEST : THE SUN FROM ANOTHER STAR](https://img.wattpad.com/cover/379050428-64-k883013.jpg)