Beberapa bulan berlalu, keluarga Bernadi dan Maximilian kini berdekatan. Seluruh anggota keluarga Maximilian sudah menerima Stefania sebagai ibu kandung Zio.
Terkadang Stefania akan datang ke mansion Maximilian untuk melihat Zio, atau terkadang Zio lah yang datang ke mansion Bernadi bersama dengan salah satu anggota keluarganya.
Pada tanggal 23 November, Zio akan mengikuti ulangan semester ganjil dan saat ini juga Zio sibuk belajar untuk ulangan besok.
Zio berkutat di meja belajarnya. Karena besok adalah ulangan matematika, Zio mencoba soal yang ia buat sendiri dan menjawabnya sendiri. Terkadang ia membalikkan soal karena biasanya muncul soal yang belum di pelajari.
Misalnya, yang dipelajari adalah mencari a dan b, tapi yang muncul di soal malah mencari c. Ngerti?
"Emm... mungkin di balik ya??" Gumam Zio ketika bingung dengan cara mengerjakannya.
Pintu terbuka menampilkan Aurora— istri Victor dengan senyum di bibirnya. Ia mendekati meja belajar Zio yang sedang serius, perlahan ia meletakan tangannya di bahu Zio.
"Sayang, sudah yuk belajarnya... kita makan malam dulu. Kamu udah belajar dari sore loh..." Ucap Aurora sembari mengelus bahu Zio.
"Eh, mami... hihi, maap ya mami dede belajar sampe lupa waktu. Dede berhenti dulu deh..." Kata zio sambil meletakkan pena dan menutup bukunya.
"Yaudah kalo gitu, ayuk kebawah... udah pada nunggu dede lho..."
Mereka berdua pun keluar dari kamar Zio dan turun ke lantai satu menuju ruang makan. Seluruh keluarga Maximilian sudah duduk anteng di kursinya masing masing.
"Alooo!~" Zio melambaikan tangannya dan mendekati kursi kosong di sebelah Lyra.
"Eh anak kesayangan mommy baru keluar... udah mandi belum? Emph bau acem." Ucap Lyra sambil mencium pipi Zio ketika ia sudah duduk di sampingnya.
"Ihh dede udah mandi yaaa sebelum belajar..." Zio mengerucutkan bibirnya, cemberut karena di bilang bau acem.
Yang lainnya tersenyum melihat wajah Zio yang sedang cemberut itu, sangat menggemaskan!
"Jangan belajar terlalu keras, nanti ubanan." Canda Enno.
"Nda tuh, kakek malah yang ubanan." Ucapan Zio membuat yang lain tertawa.
"Aih udah lah yuk makan, nanti dingin tau makanannya." Ucap Giselle, membuat mereka berhenti bercanda dan memulai acara makan mereka.
***
Keesokan harinya
Zio sudah duduk anteng di kursinya, sesuai dengan nomer peserta ujian yang sudah di bagikan sebelumnya. Sembari menunggu bel masuk, Zio belajar lagi. Mengingat rumus rumus yang ia buat sendiri. Hingga tak menyadari Michael di belakangnya.
Michael menepuk bahu Zio.
"AA! Ih! Micha!"
"Hehe, peace..."
Zio menatap sinis Michael dan kembali mencoba rumus yang ia buat.
"eh tau ga? Kelas kita di bagi dua... jadi kita pisah."
Zio mengerutkan keningnya. "Lah?! Kok gitu? Kita gak bisa ketemu lagi dong."
"Kamu ruang satu aku ruang dua terus kita di gabung sama kelasnya kak Adi. Yaa kita gak ketemu pas ulangan doang, pas istirahat kita ketemu kok... Kita ke kantin bareng" ucap Michael panjang lebar.
"Oh gitu, jadi setengah dari kelas nya mamas ada di kelas Zio sama kelas Micha ya?"
"Eh mamas?"
"Iya, kata mamas aku di suruh panggil itu."

KAMU SEDANG MEMBACA
Baby Zio [End]
Random[BROTHERSHIP] [SEDANG DI REVISI tpmgr] Zio adalah balita berumur 3 tahun yang tinggal di sebuah panti asuhan. Zio selalu di benci oleh anak anak panti dan begitu juga dengan pengurus panti. Zio tak mendapat keadilan selama di panti, namun karena Zio...