Nggak nyangka banget termasuk lumayan cepat ya 25k views, tapi kenapa sih kok silent riders? Mana hype komennya? Semangatin aku. Terimakasih untuk 25k views♥️
Note: 35k views 60 vote
"Jangan takut, Sayang. Aku masih Gama yang kamu kenal, dan aku waras. Ini cuma salah satu dari caraku mencintaimu--Naya." bisik Gama di belakangnya.
"Kak," panggil Naya menjedanya, dengan mata yang masih memandang dinding dipenuhi wajahnya.
"Iya, Sayang?" sahutnya.
"Apa Kakak yakin, cinta sama Naya?" gadis itu membalikkan badannya menghadap tubuh yang menjulang tinggi didepannya.
Jari telunjuk mungilnya bergerak menunjuk setengah memutar ke depan,"Naya pikir, ini bukan cinta." Jedanya. Gama masih setia memandangi wajahnya.
"Tapi obses!" imbuhnya.
Hening
"Aku tahu dari dulu Kak Gama memang sangat peduli, menjaga aku, sayang sama aku. Tapi aku masih nggak percaya kalau Kak Gama cinta." Kata Naya, gadis itu tidak pernah tahu apa yang saat ini didengar Gama sangat menyakiti hatinya. Bahkan jauh dari apa yang Gama pikir sampai Naya bisa mengatakan hal ini.
Naya menundukkan wajahnya, jantungnya berdebar kencang, tangannya pun mengeluarkan keringat.
"Naya sayang sama Kakak, tapi Naya nggak cinta sama Kakak!" ujarnya lugas dengan sekali tarikan nafas.
"Udah bicaranya?" tanya Gama dengan ciri khas suaranya yang husky.
Naya menaikkan pandangannya, tepat bersinggungan dengan mata hitam yang tajam itu. Ia menelan ludahnya pelan.
Gama menarik nafasnya pelan. Tangan besarnya naik menyentuh sisi kepala gadisnya. Lalu mengusap-usap kecil pipinya.
"Jika aku nggak bisa merasakan cintamu, aku akan berusaha supaya kamu bisa merasakan seberapa berarti kamu bagiku." ungkap Gama.
Gama mengambil tangan kecil itu dan menggenggamnya erat. "Ayo, pulang." ajaknya setengah memutar badan. Namun Naya menahan pergerakan tangannya.
"Kenapa, Sayang? Apa berubah pikiran, buat makan?" Sebelumnya Gama sudah menawarkan makan setelah pulang dari apartment ini, tapi gadis itu rupanya menolak dengan keras. Gadisnya mengatakan sudah banyak nyemil di rumah temannya, dan perutnya masih kenyang.
"Kak Gama ngerti nggak, sih, apa maksud dari ucapan aku tadi?!" seru Naya dengan menahan intonasi nadanya. Ia menatap lama mata hitam milik Gama.
"Kakak nggak masalah, kalau Naya belum cinta. Dan Kakak nggak maksa, Naya." kata Gama jelas.
Naya menyentak tangan besarnya. "Naya nggak cinta dan nggak akan pernah cinta sama Kak Gama!" cetusnya tegas dengan nafas yang naik turun.
"Kenapa kamu bisa seyakin itu, hm?" tanya Gama, dengan wajahnya yang masih saja datar.
"Aku nggak akan bilang aku ini orang baik, karena aku sendiri sadar aku bukan orang baik, Nay. Tapi--" pria itu bungkam seketika.
"Kita nggak tau akan jatuh cinta sama siapa, tapi aku tidak menyesal jatuh cinta sama kamu, dan jika bisa meminta, aku akan tetap memilih jatuh hati kesekian kalinya sama kamu, Naya." Sambungnya dengan tatapan yang mulai berbeda.
***
"NAYA AWAS!!"
TIT TIT
Wuss
Sregg
"Naya ya ampun, lo tuh jangan sok-sokan nyebrang jalan deh!" Omel Dila baru saja menyelamatkan Naya yang hampir terserempet.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gamara's
Fiksi RemajaGamara Bagaskara adalah keturunan tunggal dari marga Bagaskara. Pria tampan itu penuh pesona dan karisma. Dan Kanaya odisa ialah gadis yang paling Gama cinta. Pria itu sangat menggilainya. Siapapun pasti akan merasakan akibatnya jika merebut Kanay...
