32. Gamara

1.3K 74 4
                                        

NOTE: Aku tahu ini nggak sesuai dengan isi bab kali ini, tapi aku suka sama lagunya apalagi di bagian bangchan, cuma mau bagi aja hehe.

***

Tubuh yang tinggi dan badan yang kekar terlihat sempurna. Apalagi wajah rupawan yang semakin menunjang penampilannya. Dimata orang tentunya sangat di kagumi.

Namun di mata Naya mungkin sekarang ini masih terlihat biasa saja. Banyak beberapa pasang mata mencuri pandang dengan tatapan kagum saat melihat Gamara. Tapi Naya sendiri tidak peduli hal itu, dirinya sibuk mencari-cari novel yang menurutnya menarik.

"Cari novel yang kayak gimana, Nay?" tanya Gama berdiri di belakang gadis itu.

"Yang kelihatannya menarik, aku ambil!"

"Lebih spesifik," pinta Gama tangannya terjulur ke depan mencari-cari.

"Nggak ada,"

Gama menggeleng pelan mendengar balasan gadisnya. Mungkin saja gadisnya sedang tidak ingin ditanya.

"Kakak coba cari, kesana ya? Kamu jangan jauh-jauh!" kata Gama mengingatkan gadis cantik dengan celana cutbray dan kaos crop top berwarna pastel itu. Terlihat sederhana tapi sangat cocok di kenakan gadisnya.

Selang beberapa menit mencari, Gama pun kembali dengan dua novel bergenre romance.

"Coba lihat," pinta Gama memberikan keduanya pada Naya.

"Kan kamu suka cerita romance," ucap Gama kembali, Naya sempat menatapnya sekilas lalu kembali fokus pada dua novel yang ada di tangannya.

Dengan ekspresi wajah yang berlagak cool itu Naya menyimpan satu novel berwarna biru dengan gambar sepasang kekasih duduk di kursi taman.

"Nih," Naya memberikan lagi novel satunya yang tidak ia pilih ke Gama. Pria itu tersenyum tipis.

"Suka yang itu?"

"Kelihatannya menarik yaudah, aku ambil!" ucapnya tanpa menatap Gama.

Naya pun berjalan meninggalkan Gama sendiri, ia berjalan menuju kasir.

"Maaf, mau pakai kartu yang mana?" tanya kasir itu ketika bersamaan Naya dan Gama mengeluarkan kartu pembayarannya.

"Pakai kartu saya," kata Gama menyodorkan lebih maju dan di terima dengan baik si kasir. Naya menarik nafasnya pelan lalu mengeluarkannya dari hidung. Ia melipat kedua tangan di depan dada.

"Terimakasih kak," ucap si kasir sembari menyerahkan kartunya kembali. Dan Naya menerima paper bag berisi novel tersebut.

"Sekarang mau kemana lagi, Sayang?"

"Kayaknya aku mau pulang, Kak." ucap Naya.

"Ini kan weekend, Sayang. Waktu buat kita spend time bareng!" kata Gama berdiri di depan pintu mobil.

"Ini kan udah spend time!"

"Kita baru aja pergi 2 jam lalu, sekarang masih jam 11!"

Naya masuk ke dalam mobil saat Gama sudah membukakan pintunya di susul Gama sendiri.

"Yaudah, maunya kemana?" tanya Naya dengan nada yang sedikit terdengar malas.

"Waktunya lunch, pengen makan apa, Sayang?"

"Kayaknya sop iga seger,"

"Oke," Tiba-tiba suara dering telfon nyaring di mobil itu. Gama membaca siapa penelfon tersebut, lalu menyimpannya kembali.

"Siapa?" tanya Naya, karna tiga kali berdering dan Gama menolaknya.

"Papa,"

"Angkat aja Kak, siapa tau penting!"

Gamara's Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang