20. Gamara

3K 110 1
                                        

Maaf banget lama update, di real life emang lagi belum bisa bagi waktu. Makasih banyak semuanya udah vote, komen, bahkan melampaui. Maaf kalau karakter Gama dan Naya kurang melekat banget.

"Sayang..." Gama membawa sepotong kue yang baru saja ia beli ketika akan berkunjung ke kediaman Tomy.

"Buka mulutnya,"

Naya menggulirkan bola matanya melihat potongan kue di tangan Gama yang hendak menyuapinya. Seutas senyum terbit di bibir sedikit tebal milik Gama. Setelah beberapa kali membujuknya untuk sarapan dengan bermacam hidangan namun tanpa di sentuh pun, akhirnya Naya mau makan walau pun bukan makanan berat.

Tangan besarnya menyapu sebagian kepala gadisnya dengan penuh kasih sayang. Lalu meninggalkan kecupan singkat di keningnya.

"Lagi, ya?" tawarnya sambil memotong lagi kue-nya. Suapan itu berlangsung hingga menyisakan setengah kue--chesecake favoritnya.

Lalu di berikan secangkir susu hangat. Yang kemudian Naya terima dan meminumnya perlahan.

"Aku bukan anak kandung Mama Indi sama Papa Tomy, Kak!" ucapnya sedikit bergetar. Gama dengan perasaannya yang peka langsung merangkul bahu kecilnya dan membawanya masuk dalam pelukannya.

"Aku bukan anak kandung mereka, hiks..." jatuh sudah air mata itu. Naya tidak bisa menutupi kesedihannya.

Dan Naya jadi tahu alasan Oma Saras tidak suka padanya. Karena ia bukan cucu kandungnya.

"Kamu tetap anak kesayangan Papa sama Mama, Sayang." kata Gama sangat lembut.

"Cukup, jangan menangis terus, Kakak sakit lihat kamu begini!" imbuhnya.

Mata itu terpejam pelan,"Naya jauh lebih sakit," balasnya rendah.

Gama semakin erat memeluk tubuh ringkihnya. Dan tak lupa memberikan satu kecupan di puncak kepalanya.

"Siapa orang tua kandungku? Siapa mereka? Dimana? Kenapa aku bisa pisah sama mereka? Apa Naya di buang? Naya di buan--"

"Husttt... Orang tua Naya sangat sayang sama Naya!" potong Gama sambil menutup bibirnya tanpa di sentuh.

Naya menarik kepalanya lalu menengadah,"Terus, kenapa Mama Indi sama Papa Tomy yang rawat aku?"

"Nanti kamu akan tahu, tapi janji Sayangku nggak boleh berlarut dalam kesedihan, ya?"

***

Perlahan kelopak mata itu terbuka, sedikit menyipit menetralkan pandangan. Ia menolehkan kepalanya ke kanan dan kiri. Namun baru sadar ternyata ia tertidur.

"Kak Gama!" panggil Naya beranjak dari kasurnya lalu membuka pintu kamar berjalan menuruni anak tangga.

"Kak Gama."

"Gama baru aja pulang, Nay." Kata Nia keluar dari taman samping rumahnya yang berdekatan dari ruang tengah.

Naya membalikkan badannya, ia terdiam sejenak. "Tumben nanyain Gama," ujar Nia.

Dalam hitungan detik Naya seperti tersadar, ia terlihat sedikit gugup dan jantungnya berdebar kecil.

"E-enggak papa kok, Naya ke kamar lagi ya?" Gadis itu lantas berjalan dengan sedikit tergesa-gesa, meninggalkan Nia yang menggelengkan kepalanya melihat tingkah adiknya.

"Aneh," gumam Nia.

Kak Gama

Sayang, maaf kak Gama nggak pamit, kamu ketiduran saking serunya nonton kan.

Besok, kak Gama ke sana, sayang
I love you ❤

Itulah pesan yang masuk ke ponselnya saat Naya baru membuka data. Pesannya masuk sudah 15 menit lalu.

Gamara's Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang