Mathias melepaskan sarung tangan putih yang sedari tiga jam yang lalu membungkus kedua tangan besar nan beruratnya. Jubah putih khas kesehatan itu tampak tergerak karena pergerakkan dari empunya yang juga mengenakan jubah putih bersih itu.
BLOCK-07, penelitian kali ini benar-benar Mathias peruntukan untuk segera diproduksi pada tahun depan entah cepat atau lambat dan entah itu awal ditahun depan ataupun akhir ditahun depan.
BLOCK-07 begitu diminati semua kalangan pebisnis yang begitu menginginkan benda efektif nan membahayakan itu. Selama dua tahun terakhir ini, penelitian itu berhenti disebabkan oleh sedikit simpang siur antara beberapa pihak yang langsung menghak dan ingin segera membeli barang itu dan tak segan-segan untuk mengeluarkan separuh dari harta mereka.
Agar BLOCK-07 itu berada ditangan mereka. Mendambakan hasil yang benar-benar menguntungkan bagi tiap-tiap pebisnis yang ingin mendapatkan keuntungan lebih besar dari yang hanya sekedar menjual bentuk narkotika yang biasanya.
Mathias bukan tipikal orang yang akan membeli lalu kembali memperjualbelikan barang dagangan pada orang lain, hanya demi mendapatkan laba dan keuntungan yang cukup signifikan dan praktis.
Namun kembali lagi, dirinya bukan tipikal orang seperti itu. Bahkan pria itu sanggup kalau harus berbulan-bulan ataupun bertahun-tahun lamanya hanya untuk menciptakan dan melakukan berulang kali penelitian untuk bisa menghasilkan suatu barang yang begitu diinginkan semua khalayak umum dan begitu sempurna untuk semua para pebisnis yang begitu terobsesi dengan jenis baru narkotika yang begitu berharga bahkan dari nyawa manusia sendiri.
Bisa dihitung penelitian BLOCK-07 itu memakan waktu setidaknya 3 tahun untuk bisa kembali dimulai dan distabilkan kembali lalu kembali memberikannya kepada kelinci percobaan mereka.
Semua waktunya berkala, Mathias yang merupakan pemimpin Tatsuo dimana tugas utamanya memang menciptakan jenis narkotika terbaru. Semuanya berjalan sesuai perintahnya dan dibawah kendalinya.
Namun sekali lagi, tangannya mencengkram kuat meja laboratorium dengan netra hitamnya yang berkilat menahan amarah yang bergejolak didalam dirinya.
Walau dia sudah memutuskan target waktu. Namun penelitian kali ini gagal untuk sempurna, memang semuanya butuh proses yang cukup menguras tenaga dan memakan waktu.
Namun walau belum sempurna, cairan itu masihlah harus diberikan dan diuji pada kelinci percobaan. Mathias melangkah gontai menuju sel tahanan dengan cairan BLOCK-07 yang belum sempurna itu.
Melangkah tungkainya yang terbalut sepatu hitam mengkilat itu lebih dalam ke sel besi itu, hingga objek seseorang terlihat mendongakkan kepalanya menatap wajah Mathias yang berdiri tepat dihadapannya lalu setelahnya pandangan objek itu turun ke bawah saat Mathias berjongkok dihadapannya.
Itu bukan kelinci. Namun itu manusia, seorang pria yang saat ini tubuh dan wajahnya di penuhi babak belur dengan luka goresan dibagian pipi dan memar merah darah dibibirnya.
Mathias cengkram dagu pria itu lalu dengan perlahan memasukkan cairan BLOCK-07 yang belum sempurna itu kedalam mulut pria itu yang terbuka akibat cengkraman yang kuat pada dagunya.
Mathias menatap alorji dipergelangan tangannya, jarinya mengetuk permukaan alorji perak itu hingga dalam beberapa hitungan detik kemudian netranya kembali menatap penuh pada objek yang mulai menunjukkan tanda-tanda reaksinya.
Tubuhnya yang terlihat seperti mengejang layaknya terkena alat kejut jantung, lalu setelahnya pupil matanya tertarik keatas hingga hanya yang terlibat bagian putih matanya saja. Lalu tak lama tubuh pria itu terjatuh kelantai, kaku tubuh pria itu hingga mengeluarkan busa dari dalam mulutnya.
Mathias kembali memasangkan sarung tangannya lalu kembali mendekati objek yang sudah mati itu, membuka kelopak mata pria itu lalu menyenterinya.
Dilihatnya pupil mata pria itu tertarik keatas hingga hanya menampilkan putihnya saja. Pupil mata manusia biasanya mengecil begitu bertemu cahaya namun kelinci percobaan BLOCK-07 ini tidak.
KAMU SEDANG MEMBACA
PRADIPTA
FanfictionMenjalani hidup penuh keterpaksaan tanpa satu orang pun keluarga kandung yang berada di dekat nya, hingga pada detik kematian nya seorang musuh datang dengan sebuah fakta mengejutkan tentang siapa dia sebenarnya terkuak. Pradipta, hanya seorang pem...
