HARAP BIJAK MEMBACA
MEMENUHI KRITERIA
⚜️MEMVOTE DULU⚜️
📌📌📌
Satu hari kemudian...
"Mom! Dimana Daddy?"
"... Daddymu ke Italia selama satu minggu. Ada hal yang harus dia urus."
Satu minggu kemudian...
"Apa dia masih belum kembali? ini sudah satu minggu lewat dua hari."
"Daddymu baru mengabari mommy tadi, jika dia akan menambah waktu satu minggu lagi di Italia."
"Daddy mengabari? kenapa aku tidak tau...?"
"Pukul dua malam daddymu mengabari, saat kau tengah tertidur."
"Ahh, baiklah.."
Dua hari kemudian...
"Mom! aku pergi ke apartemen Raksa dulu,"
"Mau ngapain emang. Kenapa gak diajak kesini aja mereka." Rue berjalan menuju ruang tengah. Mengelus surai putranya yang kini sibuk memakai sepatu. Netra coklat Rue memincing saat tak sengaja mencium aroma mint dan kayu manis pada tubuh putranya.
"Rapi banget, wangi lagi. Gak mungkin cuma mau ketemu Raksa. Biasanya juga gak mandi kalau mau main."
"Mom!" wajah Dipta memerah sempurna mendengar ucapan sang mommynya yang terlalu jujur itu.
Rue terkekeh, wanita yang masih mengenakan apron itu lantas memeluk putranya erat mengecupi tiap jengkal wajah tampan putranya. "Yaudah mom izinin. Kalau udah disana kabarin mommy." Rue memberikan wejangan pada putra semata wayangnya.
"Mom, aku udah besar jadi aku gak bakalan ngelupain ini. Dahh, aku pergi dulu." Dipta berlarian kecil menuju pintu utama usai mengecup pipi ibunya.
Memakan waktu tiga puluh menit untuk Dipta sampai di apartemen Raksa, diantar oleh sang supir pribadi. Usai mobil hitam itu melaju pergi barulah Dipta melangkah santai memasuki apartemen Raksa. Menekan bell pintu apartemen sang sahabat hingga tak lama sebuah lemparan kunci motor mendarat didadanya.
"Thanks cinta, pinjem dulu bentar. Temanmu ini mau ngapel." Dipta menyengir lebar membuat Raksa segera melemparkan jaket kulit ke wajah Dipta.
"Awas lo pulang telat, gue aduin bonyok lo." Ancam Raksa namun seketika lelaki itu terdiam kaku saat pipinya dikecup oleh anak dajjal satu itu.
Cepat-cepat ia menoleh keluar pintu menatap punggung anak itu yang sudah menghilang ditelan lift.
Berkendara hampir dua puluh menit, hingga motor trail milik Raksa berhenti didepan sebuah restoran terkenal di ibu kota. Celana cardigan panjang penuh kantung yang dipadukan dengan kaos putih lalu dilapisi jaket kulit milik Raksa menjadi perpaduan outfit Dipta kali ini. Pemuda itu mengusak naik surai coklat tuanya. Menerbitkan senyum cerianya pada beberapa pengunjung lainnya yang melewati dirinya.
"Misi nona cantik," Dipta mengedipkan satu matanya sembari sedikit membungkuk saat melewati sang resepsionis yang tengah berjaga dimeja kasir. Wanita muda itu tersenyum tipis menanggapi pemuda labil itu.
"Dipta!" Panggilan seseorang membuat pemuda itu semakin melebarkan senyumnya. Berjalan angkuh menghampiri sosok seorang gadis yang tengah melambai kearahnya.
Begitu mendekat, Dipta bisa melihat dengan jelas gadis itu tengah mengenakan dress well berwarna biru muda sebatas lutut. Lalu rambut cantiknya digerai indah di punggungnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
PRADIPTA
FanficMenjalani hidup penuh keterpaksaan tanpa satu orang pun keluarga kandung yang berada di dekat nya, hingga pada detik kematian nya seorang musuh datang dengan sebuah fakta mengejutkan tentang siapa dia sebenarnya terkuak. Pradipta, hanya seorang pem...
