"Bagaimana dok?"
"Pasien masih pingsan, tapi karena mendapat laporan bahwa kepalanya terbentur, kita akan melakukan CT scan. Mana keluarga pasien? Kami akan menanyakan beberapa pertanyaan."
Savira mengangkat tangannya, ia mengikuti dokter ke ruangannya meninggalkan Rebecca bersama teman-temannya.
Tzuyu melihat Freen dari ambang pintu, ia merasa tidak tega melihat perempuan ceria itu kini terbaring lemah.
Pikirannya melayang, tentang rencana awalnya yang ingin memisahkan Freen dengan Rebecca. Ia mau melakukan itu karena mendapat permintaan dari seseorang yang telah menyelamatkan nyawanya beberapa tahun yang lalu. Ia tidak mungkin bisa menolaknya.
Ia berbalik melihat Rebecca yang terduduk sambil menutup matanya, Tzuyu tidak buta ia bisa melihat dengan jelas cinta Rebecca untuk Freen, begitu juga sebaliknya.
Cinta yang tulus, besar, bahkan Tzuyu yakin mereka diciptakan untuk saling mencintai satu sama lain.
Tzuyu POV
Koridor dengan nuansa putih ini mengingatkanku akan kenangan beberapa tahun yang lalu, saat aku berhasil selamat dari dinginnya air lautan yang mampu memberikan efek trauma hingga saat ini.
Saat itu, aku terbangun dengan bau khas rumah sakit. Dalam hatiku aku sangat bersyukur bisa menginjak lagi tanah tanpa merasakan dingin dibagian kakiku.
"Huffft..." Aku menghembuskan nafasku ketika terbangun. Seseorang didepanku duduk dengan wajah nya yang khawatir.
"Lo gapapa? Berapa lama lo terapung dilaut?"
"Gue gatau, tapi gue bersyukur bisa bertahan sampai hari ini."
"Beruntung gue liat lo waktu perahu besar itu membelah lautan. Gue pikir lo ga akan bertahan. Tapi, Tuhan berkata lain. Lo masih bisa sadar sampai saat ini."
Aku mengangguk, ini semua terjadi ketika perahu yang aku tumpangi mengalami kebocoran yang menyebabkan perahu kami tenggelam secara perlahan.
Saat itu aku sedang berlibur dengan keluargaku dan naasnya perahu kami menabrak batu besar hingga mengalami lubang yang cukup besar.
Seiring berjalannya waktu, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, kedua orangtuaku tenggelam secara perlahan. Aku menjerit, meraung sekuat yang aku bisa memanggil-memanggil nama kedua orangtuaku. Tapi, semuanya sia-sia, aku berada ditengah lautan yang mustahil akan ada orang disana.
Hingga entah sudah berapa lama aku terapung di laut, sebuah kapal mendekat, keadaanku sudah sangat lemah. Aku berpikir bahwa ini mungkin hari terakhirku didunia.
"Lo gapapa?"
.
.
.
Hmmm:(
Maaf baru bisa up lagii, seminggu kemarin drop dan ga bisa nulis sama sekali. Kek punya hutang aja kalo belum nerusin tuh. Nah, karena sudah selesai. Kita up satu satu yaa..
Bacaa lanjutannya di karyakarsa.
Linknya ada di kolom komentar,
Terimakasihhh🥰🥰
KAMU SEDANG MEMBACA
Best Part
FanficDi kehidupan yang sementara ini, begitu banyak hal yang menyebalkan dan tidak berjalan sesuai rencanaku. satu-satunya hal yang bisa menyelamatkanku dari semua yang terjadi di dunia adalah musik. Musik membuatku tenang, membuatku merasa lebih baik...
