sampai menutup mata

1.2K 86 20
                                        

Tuuut ... Tuuuuut... Ttuuuuuut...

Suara dari mesin yang menempel dibadan Freen terdengar cukup nyaring diruangan hening ini. Perempuan itu terbaring dengan mata yang menutup rapat, seperti benar-benar sudah lelah berjuang selama ini.

Aku mendekat ke arah ranjangnya, memegang lengannya erat, menyalurkan kekuatan yang aku harap bisa membangunkannya.

Kami hanya berdua disini, ibu Freen pamit untuk mengetahui tindakan apa selanjutnya yang harus dilakukan.

Tangan ku terangkat, mengusap rambutnya yang panjang dengan pelan. Saat aku menarik kembali tanganku karena Freen sedikit terusik dari tidurnya. Aku melihat helaian demi helaian rambut ditanganku, jumlahnya tidak sedikit, bahkan bisa dikatakan banyak.

Aku tidak bisa lagi menahan air mataku,
"Efek dari kemoterapi ya? Kamu kuat banget sayang bisa sampai dititik ini. Apa kamu benar-benar tidak tahu penyakit mematikan ini berada di tubuhmu? Aku hanya bisa berdoa demi kebaikan dirimu. Tuhan pasti akan membuat kamu sembuh"

Karena hening yang cukup menganggu, aku mulai menyalakan musik dari ponselku sendiri.

"Kamu suka Mahalini kan sayang? Aku puter yaa musiknyaa. Tapi, janji kamu harus bangun."

Suara piano kini mulai terdengar, lagu yang bisa mewakili perasaanku padanya.

Mahalini - sampai menutup mata

Embun dipagi buta

Menebarkan bau basah

Detik demi detik ku hitung,

Kini kah saat ku pergi.

Aku bersenandung pelan mengikuti nada yang terdengar, tanganku tak tinggal diam. Aku mengenggam erat tangan Freen.

Harus aku akui, aku tidak suka pada takdir kami saat ini.

Aku sakit dan dia sakit, lalu dimana kami akan abadi? Dimana kami akan bersama jika salah satu dari kami pergi terlebih dahulu? Dokter berkata bahwa keadaanku saja sudah sangat kritis, aku bisa bertahan karena aku menemukan detak jantungku pada dirinya. Lantas, apa saat dia tidak berada didunia ini, aku juga akan kehilangan hidupku? Atau... Akulah yang terlebih dahulu meninggalkannya?

Oh, Tuhan ku cinta dia

Berikanlah aku hidup

Takkan ku sakiti dia

Hukum aku bila terjadi

Tuhan tau, aku sangat menyayangimu, Tuhan tau bahkan saat aku tidak lagi mengucapkannya.

Aku berdoa, meminta kemurahan hati-Nya untuk terus membuatku hidup, untuk terus menjagamu dalam pelukanku, untuk terus mendampingimu sampai batas waktu yang tidak bisa aku tentukan. Aku ingin... Aku selalu berada disampingmu Freen.

Aku janji tidak akan menyakitimu lagi, aku janji untuk tidak meninggalkanmu lagi, dan aku janji untuk terus percaya padamu, pada apa yang kamu katakan kepadaku.

Kamu tau? Betapa aku sangat mencintai dirimu.

Aku tak mudah untuk mencintai

Aku tak mudah mengaku ku cinta

Aku tak mudah,

Mengatakan aku jatuh cinta

Ingat saat dulu aku bertemu denganmu? Betapa mati-matian aku menolakmu , padahal jauh didalam hatiku, aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama.

Freen kamu tau? Aku adalah orang yang tidak mudah menjatuhkan hatiku ke sembarang orang. Bahkan bisa aku katakan bahwa kamu adalah cinta pertamaku, tanpa kamu berjuang keraspun, aku sudah memberikan hatiku untukmu.

Freen kamu adalah definisi dari cinta yang aku cari, cara kamu memperlakukanku, cara kamu tertawa, cara kamu bercerita, semua aku suka. Aku suka semua yang ada pada dirimu.

"Biar aku pertegas kembali Freen. Bahwa aku mencintaimu sampai detik ini"

Lagu terus berputar memenuhi ruangan yang nampak mati ini, suara mesin tidak pernah berhenti. Aku memandang pada jendela yang menampilkan langit malam yang gelap. Sayangnya malam ini turun hujan hingga kita tidak bisa melihat bintang bersama

Lagi-lagi pandanganku melihat wajah Freen yang putih, bibirnya pucat, dengan pipi yang mulai menirus.

Aku mendengar beberapa kali dari Nam bahwa kamu , sejak putus denganku menjadi murung dan tidak lagi makan di kantin.

"Andai ... "

"Andai saja aku bisa memutar waktu, aku akan mendengar penjelasanmu terlebih dahulu Freen. Tzuyu tidak bersalah. Kita hanya salah paham. Kevinlah yang bersalah. Karena semua ini adalah rencananya. Aku minta maaf padamu Freen"

Senandungku hanya untuk cinta

Diragaku hanya untuk engkau

Tiada dusta, sumpah ku cinta

Sampai ku menutup mata

Lagu yang kuputar kini sudah sampai bait terakhir. Tanpa sadar air mataku menetes, lagu ini sangat menggambarkan apa yang aku rasakan padamu.

"Aku mencintaimu, bahkan sampai aku menutup mata, mengakhiri perjuanganku juga. Freen bertahanlah. Bertahan untukku dan untukk ibumu. Freen.... Aku mencintaimu"

Rebecca POV end
.
.
.

Semoga Tuhan mempersatukan kalian🥲

Baca kelanjutannya di karyakarsa yaaa..

Linknya ada di kolom komentar,

terimakasihhh

Best PartTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang