Hal Baru

128 6 0
                                        

Haloo semuanya! apa kabar kalian pembaca setiaku..

Maaf karena sudah lama tidak muncul, menghilang tanpa kabar.

Aku senang banget jujur waktu buka akun ini lagi, perasaanku campur aduk. ngerasain bangun akun ini dari nol dan malah di anggurin padahal aku liat akun ini udah punya ratusan followers.

Aku kesini bukan tanpa alasan, aku datang untuk memberi kalian sesuatu.

Jadi aku buat akun wattpad baru, aku membuat karya tulis baru di sana, yang pasti dari segi penulisan sampai bahasanya jauh lebih baik dari saat di sini.

Kenapa buat akun baru? kenapa ngga di akun ini?

Aku ngerasa akun ini tuh udah terlalu banyak ceritanya, sayang kalau di hapus tapi kalau ga di hapus ceritanya jujur sangatt berantakann :)

Jadi aku mau comeback di akun baru da karya baru yang lebih terstruktur dengan baik.

Kalian bisa mampir ke akun baruku :

Kalian bisa mampir ke akun baruku :

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Deskripsi singkat:

A

yumi tidak pernah menyangka akan menjadi sekretaris mantan kekasihnya sendiri, Helga Chandra Wiranata.

Lima tahun lalu, Ayumi memutuskan untuk meninggalkan Jerman, membawa serta kenangan indah bersama Helga, pria yang pernah mengisi hatinya. Tidak pernah terbayang oleh Ayumi bahwa setelah sekian lama, mereka akan bertemu kembali-kali ini dalam situasi yang berbeda. Helga bukan lagi pria yang ia tinggalkan, melainkan atasannya di kantor. Hubungan profesional yang kini harus dijalani terasa rumit, dengan bayangan masa lalu yang kembali menghantui.

Mungkinkah kisah cinta mereka kembali terukir, memberi kesempatan bagi keduanya untuk memperbaiki kesalahan di masa lalu? Ataukah, luka lama hanya akan semakin dalam?

Spoiler Chapter 1

Helga dan Ayumi berdiri dalam diam, hanya beberapa langkah memisahkan mereka. Di sekeliling mereka, orang-orang sibuk berlalu-lalang, tetapi seolah dunia di antara keduanya terjebak dalam keheningan yang memekakkan. Tak ada kata yang keluar, hanya ada udara yang tegang, begitu kental hingga terasa berat untuk dihirup. Helga bisa mendengar detak jantungnya sendiri-keras dan tidak beraturan, seolah memaksanya untuk melakukan sesuatu, mengatakan sesuatu, namun lidahnya terasa kelu.

Ayumi menatap lantai, jemarinya bermain dengan ujung jaketnya, sebuah tanda yang begitu Helga kenali-tanda bahwa Ayumi sedang gugup. Mata mereka sesekali saling bertemu, namun segera menghindar, seperti mereka takut dengan apa yang mungkin ditemukan di dalam pandangan masing-masing. Helga merasakan perasaan yang aneh menggenang di dadanya, campuran antara kerinduan, ketidakpastian, dan kesedihan yang selama ini berusaha ia kubur dalam-dalam.

Keheningan itu nyaris tak tertahankan. Helga akhirnya menatap Ayumi- Ia berusaha meraih keberanian dari dalam dirinya, menarik napas dalam-dalam, lalu membuka mulut dengan suara yang hampir bergetar, "Kamu ke sini karena tahu aku yang akan datang?"

Kata-katanya terasa begitu berat, seolah menumpahkan semua harapan dan rasa takut dalam satu kalimat sederhana. Ayumi mengangkat kepalanya perlahan, menatap Helga dengan ekspresi yang sulit dibaca-perasaan yang begitu campur aduk sehingga sulit bagi Helga untuk menebak apa yang ada di dalam benaknya. Ada keterkejutan di sana, ada sesuatu yang seperti rindu, tetapi juga ada keraguan yang tak bisa diabaikan. Helga bisa merasakan debar jantungnya semakin keras, seperti menunggu jawaban yang entah bisa menenangkan hatinya atau justru menghancurkannya.

"Kalau tahu itu kamu, aku enggak akan mau datang." Singkat, padat namun berhasil mematahkan harga diri Helga. Ingin rasanya ia meluapkan segala kekesalannya, menyalahkan Ayumi dan bertanya mengapa ia pergi meninggalkan Helga sendiri saat di Jerman, mengapa ia tidak memberi kabar dan menghilang begitu saja. Tapi, kata-kata yang keluar dari mulut Ayumi benar-benar berhasil mematahkan harga dirinya.

Spoiler Chapter 20

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Spoiler Chapter 20

"

Malam ini aku mau menginap di sini." ucap Helga tiba-tiba.

Tatapan Ayumi segera terarah pada pria itu, penuh kebingungan. Helga menelan ludah dan cepat-cepat melanjutkan, berusaha menjelaskan dirinya.

"Tidak usah cemas. Kita tidak akan melakukan apa-apa. Aku tidak akan berbuat macam-macam. Aku hanya-"

"Kenapa?" potong Ayumi, suaranya datar namun tajam.

Helga tampak bingung.

Ayumi melangkah mendekatinya, matanya yang biasanya lembut kini menatap lurus ke arah Helga, membuat pria itu semakin gugup.

"Buat apa kamu menginap di sini kalau tidak berniat melakukan apa-apa?" katanya perlahan, tapi dengan intonasi yang memancing.

Langkah Ayumi berhenti tepat di hadapan Helga, jarak mereka kini begitu dekat hingga Helga bisa merasakan aroma samar parfumnya.

Helga terpaku, lidahnya kelu. Kini Helga yang terlihat menggigit bibir bawahnya, gugup dan canggung menyelimutinya. Sesuatu yang tidak biasa terjadi pada Helga yang biasanya tenang dan penuh kendali.

"Ayumi, aku-"

"Hmm?" Ayumi menyela lagi, kali ini nadanya lebih lembut namun tetap memojokkan. Ia menatap mata Helga dengan sorot tajam yang membuat pria itu kehilangan kata-kata.

Helga hanya bisa berdiri kaku, tidak tahu harus bagaimana menghadapi situasi yang berbalik menekannya. Sementara itu, Ayumi tersenyum tipis, senyum yang sulit diartikan-entah itu ejekan atau tanda ia sengaja memancing keberanian Helga.

 Sementara itu, Ayumi tersenyum tipis, senyum yang sulit diartikan-entah itu ejekan atau tanda ia sengaja memancing keberanian Helga

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Baca kelanjutan ceritanya di:

Judul cerita : Fate's Second Chance
Author : RhymeAndReverie
—Bertemu kembali dengan seseorang dari masa lalu
—Romansa perkantoran

Jangan lupa untuk follow akun terbaruku, Like and Comment di setiap chapter!

Thank you guys! see you.

ARKANA [REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang