Ubur-ubur ikan lele
Siapa yang nungguin cerita ini update, lee😋
.
.
"Ahh iya, bisa ikut gue sebentar?" Vellyn menoleh ke arah Alan.
Alan berhenti mengunyah sebentar dan kembali mengunyah pisang goreng yang ada di mulutnya. Ia merogoh sakunya, membayar makanan yang sudah masuk ke perutnya dengan uang pas. Sebenarnya ingin memberikan lebih, tapi keluarganya sekarang tidak sekaya dulu. Jadi dia harus berhemat.
(Padahal Alan sudah makan 6 gorengan dan satu gelas es teh jumbo yang harganya lumayan.)
Vellyn berjalan dulu, tujuannya adalah di bangku taman yang cukup sepi. Lagian siapa yang mau ke taman di siang hari pada jam sibuk. Beruntung warung yang mereka berdua kunjungi tak jauh dari taman.
Setelah dua orang itu duduk, gadis berambut blonde itu menyuruh si laki-laki untuk mendekat. "Gue mau minta bantuan," ucap Vellyn tanpa basa-basi.
Alis Alan mengernyit, "bantuan apa?"
Vellyn mulai menjelaskan rencananya dengan rinci, sesekali matanya menatap sekitar, takut orang lain menguping pembicaraan mereka.
Festival olahraga diadakan 2 Minggu lagi, peserta lomba sudah dilatih sejak awal. Dia dan siswa yang bukan atlet diharuskan mengikuti seleksi, entah untuk apa. Rasanya seperti badut penghibur, jatuh sedikit saja langsung ditertawakan oleh banyak orang.
Persiapan untuk membongkar kebusukan mereka harus dilakukan secara matang agar tak terjadi kesalahan. Bukti-bukti sudah terkumpul banyak. Tinggal menunggu waktu. Dia hanya berharap agar penyakit kelamin itu tidak semakin menyebar luas.
"Paham yang harus Lo lakuin kan?"
"Ya!" ujar Alan dengan tegas. Dia sangat siap untuk memberantas orang brengsek.
***
"Hi, loser!" tendangan di punggung membuat Vellyn yang tak siap terjatuh. Ia mendesis kesakitan.
"Sialan." Kakinya menjulur untuk membuat pemuda di belakangnya tersungkur, namun gagal. Dengan kesal Vellyn berdiri dan meninju perut Erland dengan kuat. Tak hanya sampai di situ, tinjunya beralih ke pipi dan sedikit mengenai hidung, membuat laki-laki itu mengeluarkan sedikit darah.
Vellyn mendorong Erland hingga jatuh ke rumput. Napasnya keduanya sedikit cepat, yang satu karena marah, dan yang satu lagi karena excited.
"You're bitch, ugly, stupid, ukh-hh,"
Wajah Erland memerah karena dicekik namun senyumnya semakin lebar. Dia menikmati siksaan ini, bahkan miliknya di bawah sana sedikit mengeras.
Vellyn yang melihat ekspresi lelaki di bawahnya mendecih. Sial, umpatnya dalam hati.
Orang masokis seperti Erland yang dicekik justru kesenangan terkadang membuatnya bingung cara membuatnya jera. Ia bangkit kemudian berniat pergi. Tak lupa Vellyn menendang penis Erland dengan kekuatan penuh yang membuatnya mengerang. Ia tertawa setelah perempuan itu pergi. Keinginannya terpenuhi. Sekarang tubuhnya terasa panas, dia memerlukan toilet.
Saat berjalan di koridor, matanya menangkap siluet Axel. Vellyn langsung bersembunyi. Dia sungguh malas berakting imut sekarang. Setelah berperan layaknya angsa putih di depan Axel, Vellyn merasa jijik dengan dirinya sendiri. Kalau bukan karena rencananya, mana mau dia. Apalagi setelah itu harus berhadapan dengan kelakuan adik tiri Axel yang menjengkelkan.
Vellyn menyembulkan kepalanya untuk mengintip, setelah tak melihat Axel dia kembali melanjutkan jalannya. Hari ini dia merasa ada yang kurang. Ahh iya, adik kelasnya yang cengeng itu tumben tidak menghampirinya. Pesan dari kemarin pun tidak dibalas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Vellyn
Random"Are they gay?" Vellyn Viantara. Cewe dominan yang tiba-tiba masuk ke dalam novel bergenre boyslove romance setelah di dunia nyatanya ia mati karena terjebak dalam lift yang runtuh. Ditemani sistem berbentuk kucing, Vellyn harus menyelesaikan misi-m...
