Haiiii~ akhirnya setelah 3 minggu gak nongol datang jg hari ini. Gimana? Rindu gw gak? 🤭🤭
Ada yg hilang ya pasti?🤭🤭
Oke oke gak usah lama2 deh gw nyapa kalian, gw tau kalian udah nunggu Lawkey kan?
Yuk mari dibaca aja. Met baca yak!
🗝🗝🗝
Jessica termangu selama perjalanan menuju rumah, ia jelas teringat perkataan Taeyeon tentang Ayahnya beberapa menit yang lalu. Ham Eunjung yang berada di bangku kemudi saja tidak bertanya apapun karena ia tahu pasti Jessica tak ingin diganggu.
"Sepertinya dia tahu detail mengenai kematian Ayahnya." Tiba-tiba Jessica berucap demikian.
Membuat Ham Eunjung menoleh, terkejut. "Tapi bagaimana bisa kau membuat kesimpulan tersebut?"
Gadis yang ditanya justru diam, ia hanya mengamati jalanan dengan mata tajamnya kali ini.
"Kau yakin akan menjaga jarak dengannya?" Eunjung memastikan hal lain karena Jessica terlihat tidak baik-baik saja ketika masuk mobil barusan.
Jessica masih bungkam, sepertinya iblis betina satu itu sedang berpikir serius. Tak lama ia menoleh, "Aku rasa Orm Orm itu tahu sesuatu, kau bilang dia dari Seven Company, kan?" Ia menyipitkan mata, "Aku rasa tujuan dia menemui Kim Taeyeon kala itu ada sesuatu yang sangat penting."
Eunjung hanya dapat membuang napasnya berat karena teman kecilnya ini justru mengatakan hal lain tanpa menjawab semua pertanyaannya. "Lalu? Kau ingin tahu detail semua tentang Orm itu?"
Gadis itu mengerucutkan bibirnya begitu menggemaskan, sebab ia sendiri juga bingung, sisi lain ia penasaran perihal Orm Kornnaphat tapi sisi lainnya berkata supaya acuh pada masalah Kim Taeyeon, yang harus ia lakukan kini yakni membongkar kebusukan Ayahnya.
"Lebih baik fokus pada yang lain terlebih dulu, dua hari lagi mereka akan berangkat keluar negeri dan kita akan membongkar kebusukan orang tua kita. Namun, jika kau ingin tahu tentang--"
"Tidak perlu, lakukan sesuai rencana kita saja." Dengan cepatnya Jessica memotong ucapan Eunjung, lalu ia mengangguk pertanda keputusannya sudahlah tepat.
Mobil mereka sudah tiba di pelataran kediaman Jessica. Ham Eunjung lebih dulu keluar, tapi naasnya ia dicengkram oleh seseorang kemudian dipukulnya perut Eunjung tanpa ampun.
"Katakan padaku dimana Ayahmu sekarang!!!" Orang itu meraih leher Eunjung tanpa ampun lantas dicekiknya.
Jessica yang melihat keributan di luar segera mungkin bertindak, "Kelly!!!!" Teriaknya pada orang yang kini sedang mencekik leher Eunjung. "Hentikannnn!!!!"
Namun, Kelly mengidahkan teriakan Jessica. "Aku ingin bertemu dengan Ayahmu, Eunjung!! Katakan, dimana dia sekarang!!!!" Mata Kelly memancarkan amarah yang sangat luar biasa. Eunjung saja baru kali ini melihat gadis asal China itu terbakar amarahnya seperti sekarang.
"Yu Wenwen!!!!!" Jessica dengan sesuka hati menimpuk kepala Kelly dengan tas yang ia bawa. "Lepaskan Eunjung!!!!"
Sadar bahwa Jessica lah yang berteriak, Kelly akhirnya melepaskan tangan dari leher Eunjung.
Plakkkkkkkkkk
Ditamparnya pipi Kelly oleh Jessica sekeras mungkin. "Berani sekali kau menyentuh Eunjung, apa kepentinganmu sampai bertindak sejauh ini ha?????? Katakan padaku!!!!!"
Meski merasakan panas di pipi, tidak lah penting bagi Kelly saat ini, yang ia inginkan hanya bisa membawa Tian Ai dari Bar laknat itu.
"Kalau ada hal yang ingin kau bicarakan bukan seperti ini caranya, apa mau mu??? Katakan segera atau kau ingin aku tampar lagi hah???" Jessica sudah bersiap ingin melayangkan tamparannya tetapi tetangganya itu mencegah.
