"Kamu ingin pergi?"
Rune tersenyum kecil sambil mengangguk. Dia menatap Hael dengan lembut dan penuh kasih saudara.
Hael menunduk. "Mengapa tiba-tiba memutuskan untuk pergi?"
"Ada masalah, aku pikir lebih baik aku menenangkan diri dan pergi."
"Apakah kamu akan kembali?"
Rune tersenyum bersalah. Dia tidak menjawab dan malah memandang ke arah lain dengan tatapan rumit.
Rune tidak tahu apakah dia akan kembali atau tidak.
Dia sudah memutuskan untuk pergi menjauh, menjalani kehidupan baru dengan tenang bersama anaknya kelak.
"Kamu tega meninggalkanku sendiri, padahal kita sudah lama bersama selayaknya saudara."
Hael sangat sedih. Dia sejak awal memang sendirian. Sejak ibunya tiada, ayahnya menjadi iblis hidup yang selalu menyiksanya. Bertemu dengan Rune serta Ryuu adalah hal terindah yang dialaminya.
Kedua saudara kembar yang memiliki hubungan buruk di luar namun saling mendukung di dalam itu benar-benar indah.
Membayangkan dirinya akan berpisah dengan Rune, Hael tidak bisa untuk tidak merasa patah hati.
"Kamu sudah menemukan kebahagiaanmu yang sesungguhnya, El."
Mata Hael berkaca-kaca mendengar penuturan Rune.
"Kamu juga akan segera memiliki keluarga baru. Kamu sudah bermimpi tentang ini sejak lama 'kan? Kamu seharusnya bahagia."
Rune mengusap air mata Hael yang mengalir di pipinya.
"Sekilas alpha itu memang terlihat buruk dan bodoh tapi dia sangat mencintai dan menyayangimu dengan tulus, itu sangat bagus!"
Rune terkekeh ringan. "Aku pergi tidak untuk kembali."
Hael, "..."
"Aku akan meneruskan hidupku sendiri," tambah Rune lagi.
"Bagaimana dengan Ryuu?"
"Jalang itu sudah jelas lebih bahagia dariku, dia memiliki banyak teman, dia populer dan pintar, yakin saja dia pasti akan lebih bahagia jika aku pergi."
"Rune...,"
Hael mulai terisak. Dia memeluk erat Rune seraya menangis. "Kamu jahat, mengapa tidak menunggu sampai bayiku terlahir? Apakah kamu tidak akan menemaniku untuk melahirkan dan menemaniku menikah?"
Zayden yang berdiri di belakang Hael hanya diam-diam menatap iba. Dia sebenarnya sedikit merasa kesal dan cemburu karena omeganya memeluk orang lain tepat di hadapannya. Tapi mau bagaimana lagi, Rune seharusnya sudah dianggap menjadi keluarga Hael sendiri. Tidak layak untuk Zayden menyimpan cemburu, 'kan?
"Aku akan pergi sekarang, kereta yang akan aku tumpangi berangkat siang ini."
"Kamu benar-benar akan pergi?" tanya Hael sekali lagi seolah masih tidak percaya dengan keputusan Rune yang tiba-tiba.
"Yah, bodoh kecil aku sudah bilang aku kesini hanya untuk berpamitan dan melihatmu untuk yang terakhir kali."
Hael mencebik. "Tidak ada terakhir kali, berjanjilah kita akan bertemu lagi nanti!"
Rune tidak menjawab dan hanya tersenyum kecil sambil menepuk kepala Hael yang lebih pendek darinya.
Setelah pelukan Hael dan Rune terurai, Rune beralih menatap Zayden dengan tajam.
"Jadilah gentle, jaga Hael untukku, jika kejadian terakhir kali terjadi lagi aku pastikan akan membawa Hael pergi bersamaku."
"Aku akan berusaha!"
Rune mengangguk puas. Dia kembali menatap Hael dengan senyuman lalu mengucapkan beberapa kalimat perpisahan lagi sebelum akhirnya benar-benar pergi.
Hael termenung, dia menatap Rune yang melangkah menjauh darinya sampai akhirnya benar-benar menghilang dari pandangannya.
Saat ini hanya tersisa Zayden dan Hael saja. Berdiri di jalanan luas di depan rumah lama Hael yang sepi.
"Ingin langsung pulang atau mampir ke suatu tempat?"
Zayden merangkul bahu Hael. "Baby pasti lapar 'kan? Ini sudah saatnya makan siang."
Hael mendongak dan menatap Zayden dengan cemberut. "Aku baru saja makan roti beberapa waktu yang lalu."
"Tapi itu hanya roti, kamu tidak ingin makan lagi?"
"Mau!"
Zayden terkekeh gemas. Dia mencium pipi Hael yang telah menjadi sedikit berisi dan empuk. "Mau makan apa?"
"Ikan goreng dan sup ayam."
Hael mengelus perutnya yang bulat. "Aku ingin makan tapi aku tidak lapar," katanya.
"Makan saja, tidak perlu menunggu lapar."
"Begitu?"
"Umh."
"Tapi bagaimana jika aku menjadi gendut?"
"Ho? Takut menjadi gendut? Tidak apa-apa, aku akan makan bersamamu dan kita akan menjadi gendut bersama, oke?"
"Boleh."
"Anak baik."
Zayden tersenyum puas lalu kembali menaruh ciuman cinta di pipi dan telinga Hael.
Kedua orang itu kemudian pergi berjalan bersama tanpa menoleh ke belakang lagi.
-
"Apakah kamu tidak mendengar pesananku?"
Hael menatap makanan di meja makan dengan tatapan sedih.
Mereka telah sampai di restoran terdekat lima menit yang lalu.
Hael sebelumnya berkata ingin memakan ikan goreng dan sup ikan. Tetapi, setelah pesanannya sampai, omega itu tampak sedih dan menatap Zayden dengan tatapan menuduh.
"Aku bilang aku ingin makan daging sapi."
Zayden berkedip. Pesanannya berubah?
"Tapi, kamu sebelumnya bilang ingin makan ini."
Bibir Hael maju satu centi. "Aku tidak bilang seperti itu, aku ingin makan daging sapi."
Zayden menghembuskan nafas pelan. "Oke, kita bisa pesan lagi."
"Hum."
Hael bergerak mendekat, mengulurkan tangan dan memeluk Zayden.
"Peluk aku dulu."
"Hee?"
Meski heran Zayden tidak akan pernah menolak. Dia bergerak memeluk omeganya dan memberinya tepukan kecil di punggungnya.
"Kita tidak bisa membuang makanan, jadi bisa suapi aku ini?"
Hael menunjuk sup ayam dan mendongakkan kepala menatap Zayden. "Beri makan aku, oke?"
Zayden, "..."
Sial!
Rasanya Zayden ingin sekali mengunyah meja ini karena tidak mampu menahan rasa gemasnya kepada Hael. Ugh, omeganya benar-benar lucu!
"Tentu saja, aku akan dengan senang hati memberimu makan."
Zayden meraih sendok, membawa secuil daging beserta kuah di sendok lalu menyuapkannya ke mulut Hael.
"Manis sekali, bagaimana bisa kamu semanis ini?"
Zayden tidak tahan, dia terus menciumi wajah Hael yang begitu dekat dengannya.
"Kamu juga makan, ingat janjimu kita akan menjadi gemuk bersama."
"Haha, tentu saja, aku akan makan." Zayden tampak bahagia. "Jangankan menjadi gendut bersama, menjadi tua dan jelek bersamamu kelak pun aku bersedia, omegaku yang manis."
Zayden terus menebar kebucinannya tanpa merasa berdosa kepada Julian dan satu asisten lainnya yang sedang membaur dengan alam di sisi lainnya.
---
TbcDisini awal mula Rune minggat ya ges, awokawok, Rune siap menjanda di book sebelah 🤡👨🍼👨🍼👨🍼

KAMU SEDANG MEMBACA
[END] (ABO) Crazy Accident
RomanceZayden telah melakukan kesalahan. Bukan kesalahan biasa, melainkan kesalahan gila! Bagaimana bisa dia menjadi bodoh hanya karena sebuah cinta?!! Pergi ke klub malam lalu meniduri seorang omega asing yang tidak dikenalnya. Brengsek! Sekarang baga...