"Klarifikasi ke gue cepat!!!" seru Karin menggebu-gebu. Sedari tadi ia tidak berhenti meminta hal demikian pada Aldara.
"Klarifikasi apaan sih?" tanya Aldara terdengar jengah. Kalimat itu terus berulang-ulang keluar dari mulut Karin.
"Klarifikasi! Lo hutang cerita ke gue,"
"Sedari awal kita nyampe di gramedia ini, lo selalu bilang klarifikasi, klarifikasi dan klarifikasi. Lo minta gue klarifikasi apa?" bingung Aldara. "Kaya gue idol kpop aja yang pake segala diminta klarifikasi."
Karin memutar bola matanya dengan malas, selain ceroboh Aldara terkadang juga tidak peka-an. "Lo ada hubungan apa sama Jeraldo?" tanya Karin kembali menggebu-gebu.
"Tiga hari yang lalu lo dijemput lagi kan sama dia? Setelah lo dijemput tiba-tiba yang di café?"
"Gue bisa melihat dengan jelas dengan mata kepala gue, orang yang jemput lo itu Jeraldo." Karin memicingkan matanya sambil terus menatap Aldara. "Lo beneran backstreet-kan sama dia? Ngaku nggak lo!" serang Karin memojokkan Aldara.
"Kok lo nggak pernah cerita ke gue sih? Sejak kapan lo mulai pacaran sama Jera—
"Shuuutss," potong Aldara membekap mulut Karin yang sedari tadi heboh tidak berhenti nyerocos. "Kita di sini buat beli buku. Nggak boleh ribut," peringat Aldara menarik Karin menuju pojok agar orang lain yang sedang membeli buku tidak terganggu dengan kahadiran mereka. Mereka berdua kini sedang berada di gramedia salah satu mall di Jakarta. Selepas membeli kertas tadi, Karin menarik Aldara ke sini untuk menemaninya membeli buku.
Karin melepaskan tangan Aldara yang masih setia membekap mulutnya. "Ya makanya ceritain ke gue."
Aldara menghela nafasnya sebentar, sudah tidak heran dengan Karin yang suka heboh ini, meskipun kadang tidak tahu tempat.
"Nggak. Gue nggak backstreet," jawab Aldara. "Lo kira gue sama dia pacaran?"
"Terus apa? Kok dia bisa jemput lo terus?" tanya Karin lagi, sangat tidak puas dengan jawaban Aldara. Karena selama ini dugaannya adalah Jeraldo berpacaran dengan Aldara secara diam-diam. "Ngaku aja lah. Nggak usah malu-malu sama gue," goda Karin.
"Nggak Karina," jawab Aldara terdengar malas dengan senyum lebar di bibirnya.
"Terus apa dong Aldore?"
"Lo naksir kakak gue?" tanya Aldara tiba-tiba. Membuat Karin langsung mendesah frustasi.
"Nggak nyambung. Buruan jawab!" sergah Karin tidak sabaran.
Aldara menatap Karin di depannya yang sedari tadi menunggu jawaban darinya. Entah kenapa bagi Aldara, Karin ini begitu heboh hanya perkara ia dijemput oleh pria bernama Jeraldo itu. Aldara menarik nafasnya sebentar, kemudian berucap "Iya, gue memang dijemput Jeraldo kemarin,"
"Berarti kalian beneran pacaran juga?" sela Karin kembali menggebu-gebu.
"Dengerin gue ngomong sampai selesai coba," dengus Aldara. Karin hanya bisa tersenyum cengengesan sekarang.
"Gue nggak ada hubungan apa-apa sama Jeraldo," terang Aldara.
"Beneran?" tanya Karin kembali memicingkan matanya menatap Aldara, mencoba menelisik apakah sahabatnya ini tengah berbohong atau tidak.
"Terserah lo deh," jawab Aldara dengan nada pasrah. Membiarkan Karin dengan segala perkiraan-perkiraannya jika tidak memercayai jawaban Aldara tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jeraldo-Aldara
RomanceIni cerita Jeraldo Aldara yang di tiktok itu. Selamat membaca:) Bingung mau deskripsiin apa. Cerita mereka berdua, keseharian pasutri gemes. 🔞 tidak aman untuk jantung jomblo Yg tau Jeraldo pasti ituu🤫🫣
