Siang ini, Jeraldo bersama dengan Juan dan Anton tengah bersantai di sebuah kafe dekat kantor. Aroma kopi yang baru diseduh memenuhi udara, memancing perbincangan hangat di antara mereka. Mereka bertiga sedang membicarakan soal kasus kecelakaan Hani, sebuah misteri yang menggantung di pikiran Jeraldo. Anton, sepupu Juan, kebetulan tahu bahwa Jeraldo kini tengah menyelidiki kembali kasus tersebut. Juan yang selalu dipenuhi rasa penasaran tak ingin ketinggalan bergabung dalam diskusi ini.
"Ini kan kasus kecelakaannya mama Aldara. Kenapa lo antusias banget nyari tahu?" Juan melirik sambil menyomot cireng isi ayam, memasukkan beberapa potong sekaligus ke mulutnya. Terdengar suara kriuk renyah saat dia mengunyah, membuat Anton dan Jeraldo sesaat saling melirik dengan geli.
Jeraldo terdiam, pertanyaan itu menyeretnya ke dalam perenungan. Memang, ini bukan masalah keluarganya langsung, tetapi sejak Aldara menjadi bagian dari hidupnya, keluarga Aldara pun otomatis menjadi bagian dari dunianya. Ada perasaan yang mengganjal di hatinya, semacam insting yang mendesaknya untuk tidak berhenti sampai misteri ini terpecahkan. Namun, alasan yang paling sederhana, tentu saja, adalah demi Aldara.
"Demi Aldara. Itu udah cukup kuat jadi alasan gue," ujar Jeraldo mantap, kepalanya mengangguk tegas. Anton tersenyum tipis, seolah paham, sementara Juan hanya mengedikkan bahu sambil meraih satu lagi cireng.
"Ral, gue udah cek semua database, CCTV, nggak ada jejak sama sekali soal mobil hitam itu. Gue bener-bener nggak ngerti bokap lo dapet dari mana," ucap Anton dengan nada bingung. Dari berbagai data yang ia akses, tidak ada satu pun yang bisa mengarah ke petunjuk konkret soal mobil hitam misterius itu. Sesuatu yang membuat Anton merasa frustasi.
Jeraldo hanya mengangguk kecil, tatapannya terfokus pada cangkir kopi di hadapannya. "Gue juga bingung, Ton. Tapi bokap bilang data itu sahih. Gue nggak tau gimana cara dia dapet, tapi ini jelas bukan rekayasa."
Juan yang sedari tadi sibuk mengunyah, tiba-tiba angkat bicara lagi. "Yaelah, Om Jeffry kan bisa aja bayar hukum dan ngendaliin semuanya, ya kan?" ucapnya dengan nada bercanda, meski ada kesan serius tersirat di balik kalimat itu.
Anton terdiam sejenak, lalu mendengus. "Bener juga. Di dunia bisnis, uang bisa beli apa aja, ya?" jawabnya, agak pahit. Jeraldo mendesah pelan. Memang, dalam lingkungan mereka, kekuasaan dan uang bisa membuka banyak pintu yang tak terlihat oleh orang biasa. Namun, kali ini ada sesuatu yang lebih besar dari itu. "Gue ngerasa bokap nggak akan sembarangan kasih data kayak gitu. Gue yakin ada sesuatu di baliknya, tapi... gue cuma belum tau apa."
Juan meletakkan cireng terakhirnya, lalu menatap Jeraldo dengan serius. "Kenapa lo nggak nanya langsung sama bokap lo aja? Dari mana dia dapet info soal mobil hitam itu?" Anton terbelalak mendengar usulan itu. "Bener juga! Kenapa gue nggak mikir begitu dari tadi? Juan, lo emang otaknya lancar pas ngemil, ya?" Anton menepuk pundak Juan sambil terkekeh, sementara Juan hanya menyeringai puas.
"Tapi bokap gue lagi di Jerman," jawab Jeraldo, sedikit lesu. "Beberapa hari yang lalu dia bilang mau ke sana buat urusan penting, dan dia minta gue buat nggak hubungin dia sementara waktu. Jadi, semua ini harus nunggu dia balik." Juan dan Anton menghela napas panjang hampir bersamaan, seolah baru saja diberitahu bahwa petualangan mereka harus tertunda.
"Orang kaya emang beda, sibuk mulu," gumam Juan, suaranya terdengar malas.
Mereka bertiga terdiam sejenak, menatap layar laptop Anton yang berisi rekaman-rekaman CCTV. "Gue bakal bantu semaksimal yang gue bisa, Ral," kata Anton, berusaha menyemangati temannya. "Tapi soal mobil hitam ini, gue butuh lebih dari sekadar keajaiban buat ngelacaknya."
Suasana hening kembali melingkupi meja mereka, hanya terdengar suara bising dari pengunjung lain dan pelayan yang mondar-mandir. Masing-masing dari mereka sibuk dengan pikirannya sendiri, terutama Jeraldo yang kini merasa semakin dalam terseret ke pusaran misteri ini. Ada sesuatu yang mengganjal, sesuatu yang belum bisa ia jelaskan. Tapi satu hal yang pasti, demi Aldara, dia tidak akan berhenti.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jeraldo-Aldara
RomanceIni cerita Jeraldo Aldara yang di tiktok itu. Selamat membaca:) Bingung mau deskripsiin apa. Cerita mereka berdua, keseharian pasutri gemes. 🔞 tidak aman untuk jantung jomblo Yg tau Jeraldo pasti ituu🤫🫣
