°°°
dunia memang tidak adil bagi seorang gadis dengan rambut blonde khas nya, gadis itu setiap hari nya terlihat murung dan tidak bersemangat selama bertahun-tahun, dirinya tidak tau sampai kapan ia akan seperti ini, tidak ada seorangpun yang akan menolongnya katakan saja dirinya gila ia sudah gila depresi.
Amara termenung di depan jendela kamar, sesekali menghapus air mata yang tanpa di undang terjatuh dengan sendirinya, ia lelah sangat lelah dengan situasi seperti ini, orang tuanya sungguh kejam.
" tolong aku" ucap nya lirih hanya dirinya sendiri yang bisa mendengar nya, Tubuhnya tidak lah mulus banyak sekali bekas bekas yang membiru bahkan menghitam.
ia tersenyum saat melihat burung yang terbang bebas kesana kemarin tanpa beban dirinya ingin seperti burung burung kecil itu.
Cklek
Bunyi pintu yang terbuka dengan perlahan membuat gadis itu menoleh, dilihat nya seorang perempuan yang kemarin dirinya dorong Dengan kuat dan Aca di belakang perempuan itu, cala berjalan dengan membawa nampan yang berisi makanan dan sebuah beberapa cookies coklat dan segelas susu hangat.
Wanita cantik itu tersenyum manis, lalu dirinya duduk di samping Amara dan Aca yang mengikutinya, setelah merengek dan membujuk Aca dengan trik nya akhir nya dirinya mengunjungi gadis itu ,Amara terlihat bingung lalu dirinya menunduk takut.
" Hai Amara, aku tidak akan menyakiti mu aku hanya ingin mengajakmu berteman,aku sudah mendengar semua tentangmu dari Aca, kamu di kurung oleh suami ku bertahun tahun ya? " ucap cala dengan lembut dan memegang telapak tangan yang tampak kurus tapi sangat lah putih.
Amara yang mendengar jika laki laki yang sering kali menyiksa nya itu sudah mempunyai istri pun terkejut dan menatap pada Cala.
" kamu pasti tertekan disini, apalagi bersama iblis itu " Amara membuat menunduk dirinya tidak bisa berkata apa-apa dirinya diam, dan air mata nya turun sangat deras, cala menatap gadis di depannya itu perihatin gadis ini tidak bersalah sama sekali , ia sangat ingin membebaskan Amara tapi Aca melarangnya dengan sangat keras, dan memberitahu tentang ancaman ancaman jika membebaskan gadis ini.
cala memeluk Amara dan berusaha menenangkan nya, Aca sendiri hanya melihat dirinya tidak bisa berbuat apa-apa pada Amara ,dan sudah 2 tahun ini dirinya selalu merawat gadis itu.
" tolong bebaskan aku, tolong jauhkan aku dari laki laki itu aku mohon "
Ucapan nya lirih tapi masih bisa di dengar oleh cala, wanita cantik itu sungguh tidak tega melihat gadis ini Amara sangat cantik dengan rambut blonde nya dan kulit putihnya, lalu dirinya melihat bekas sayatan dan pukulan yang sudah menghitam, dirinya sedikit meringis , teryata bukan dirinya saja yang menderita masih ada perempuan lain.
Agler memang bukan manusia, dirinya iblis kejam, " aku tidak bisa membantu mu Amara aku minta maaf, kita sama sama terjebak oleh Agler, aku gak bisa apa "
" Tapi aku bisa membawa mu keluar dari kamar tapi cuma sebatas keluar kamar tidak boleh keluar mansion,tapi harus diam diam selagi agler tidak ada di mansion ini "
Ucapan cala berhasil membuat gadis yang masih tertunduk itu mendongak melihat adanya kebohongan tapi tidak ada.
" Apakah boleh " Amara berucap
KAMU SEDANG MEMBACA
TOXIC AGLER
Romance" So all this time you didn't love me.?" "kamuu cuma jadiin aku bahan nafsu mu aja?" "Kamu masih belum move on sama masalalu kamu" "selama ini aku cinta sendirian Agler. " "Kamu masih berhubungan sama masalalu kamu Agler " " iyaa bener Sekali cala" ...
